Perjalanan Berandal Pujaan

Perjalanan Berandal Pujaan
Bab.3 Perjalanan


__ADS_3

Suara deru roda besi kereta bergemuruh ditelinga Ali yang berada didepan sambungan gerbong kereta kelas ekonomi.Sambil melihat pemandangan diluar melalui jendela pintu kereta angannya melayang.


berbagai perasaan berkecamuk didadanya saat ini teringat kejadian kemarin sore dirumah.


Dimana seluruh keluarganya berkumpul menghakimiku dan kemurkaan ayahnya tidak bisa dibendung lagi walau sebenarnya tak kuinginkan.


Berbagai umpatan keluar dari mulut seluruh keluarganya karena kesalahan yang telah diperbuatnya


Kakek,paman,bibi bahkan sepupu sepupunya pun ikut saling menghujat.


"Mau jadi apa kamu kalau begitu terus,kalau mau jadi preman pergi saja dari rumah ini.!"


"Dasar sampah tidak berguna.!"


"Pergi kau sampah!"


"Pergi kau dari rumah ini!Kau bukan lagi anggota keluarga ini mulai saat ini!Aku tidak mau melihat wajahmu besok pagi masih ada dirumah ini!"


Begitulah kata terakhir yang keluar dari mulut ayahnya sebelum beliau masuk kedalam kamar.


Derai airmata ibuku tak terbendung saat itu melihat kemarahan ayah yang sudah tak bisa dibendung.


Aku hanya bisa terdiam saat itu karena tau ayah sangat malu dengan kelakuanku beberapa bulan ini setelah kelulusanku yang hanya menjadi pengganggu bagi beberapa orang didesa.


"Merantaulah nak,perjuangkan hidupmu.!


ibu yakin kau mampu bertahan diluar sana sampai beberapa waktu sambil nanti ibu akan berusaha membujuk ayahmu saat beliau sudah reda amarahnya." kata ibunya saat itu


"Iya bu,aku mampu tapi bingung mau kemana?" jawab Ali.


"Kamu bukan anak yang bodoh sedari kecil,cobalah pikirkan mau kemana.cobalah bertahan sebisa mungkin sampai ayahmu reda kemarahannya,ibu yakin kamu bisa!" timpal ibunya kemudian.


Airmataku tak kuasa kubendung saat itu,entah apa yang kutangisi.


Sambil bersimpuh dikaki ibu kumenangis meminta maaf.


"Maafkan aku bu,aku tidak berbakti pada orangtua.aku telah mengecewakanmu bu!"katanya sambil terisak.


"Sudahlah li,ibu sudah memaafkanmu.


Ibu tau kamu benar tapi juga salah.cobalah memperbaikinya,masa depanmu masih panjang!"kata ibu Ali sambil mengelus kepalanya.


"Sekarang istirahatlah sambil kau pikirkan dulu mau kemana,nanti ibu antar!"


Malam itu matanya tidak bisa terpejam sama sekali,berbagai pikiran terus berputar dikepalanya sampai didengar suara ibunya memanggil dari pintu kamar.

__ADS_1


"Li..Ali apa sudah tidur?"


"Belum bu!" jawabnya


"Keluarlah makan dulu nak,ibu sudah buatkan nasi goreng untukmu!"kata ibu Ali sambil melongok dari pintu kamar.


Setelah selesai makan kembali ibuku bertanya tentang tujuanku esok.


"apa kamu sudah pikirkan besok mau kemana nak?" tanyanya.


"sepertinya sudah bu!"jawab Ali.


"mau kemana?"timpalnya kemudian.


"kalau boleh aku besok berangkat bareng ibu kepasar saja sekalian tolong diantar ke stasiun yang dekat pasar.Besok aku akan pergi entah ke Mountiles atau ke ibukota,belum terpikirkan untuk saat ini!" kataku menjelaskan pada ibu.


"baiklah kalau begitu.sekarang kemasilah beberapa pakaianmu lalu istirahatlah,besok pagi ibu bangunkan saat ibu mau berangkat!"perintahnya.


"iya bu!" jawabnya sambil berjalan kembali kekamar.


dikamar dipilihnya beberapa kaos dan celana jeans lalu dimasukan kedalam tas ranselnya,dicobanya memejamkan mata walau begitu sulit.


Keesokan paginya ibu Ali membangunkannya jam 4 pagi lalu menyuruhnya mandi,setelah selesai berkemas mereka berangkat berboncengan sepeda motor sembari ibunya berangkat kepasar.


Seperginya mereka beberapa meter dari rumah,terlihatlah sosok ayahnya keluar rumah memandangi kepergian mereka didepan pintu pagar.


Semoga kepergianku bisa memperbaiki semuanya!" batin Ali saat melihat sosok itu berdiri disana.


Sesampainya dipasar kota meraka memarkirkan sepeda motor di parkiran khusus pedagang.


Sambil membawa tas,digandenglah tangan ibunya.


"bu aku antar kepasar dulu ya?mungkin untuk waktu yang lama aku tidak bisa mengantar ibu kepasar!"ucap Ali sambil terus berjalan.


"baiklah,tapi apakah kamu tidak akan ketinggalan keretamu?"tanyanya.


"tidak bu,walaupun terlambat masih ada kereta yang lain lagi!" balas Ali.


selesai berbelanja diantarnya kembali ibu keparkiran sambil kutata barang belanjaannya ke kantong keranjang kain yang sudah terpasang di sepeda motor.


Setelah selesai menata berang belanjaannya itu akhirnya Ali berpamitan.


"Bu..aku pamit ya!Aku telah banyak mengecewakanmu,maafkan anakmu ini bu?"katanya sambil memeluk ibunya.


"Berangkatlah nak,doa ibu akan selalu menyertaimu asal kau disana dijalan yang benar,semua kesalahanmu telah ibu maafkan!"kata ibunya sambil menangis.

__ADS_1


"sudah bu,jangan menangis,malu dilihat orang banyak!" ucap Ali sambil mengusap airmata di pipi ibunya.


"ini ibu ada sedikit tabungan semoga bisa menambah untuk bekalmu disana.pandai pandailah berhemat,gunakan seperlunya saja!"kata beliau memberikan sebuah amplop coklat sambil terus terisak tanpa henti.


Setelah memberikan amplop ibu Ali pun menjalankan sepeda motornya kembali.


Sekilas terlihat olehnya beliau masih berderai airmata sambil menjalankan motornya.


Dipandanginya punggung ibunya itu disaat kepergiannya sampai hilang ditelan hiruk pikuknya kendaraan kendaraan dijalan.


Perasaan menyesakkan dada mulai menyeruak dihati Ali saat itu.


"Maafkan anakmu ini bu!"batinnya


Walau bagaimanapun semua sudah terjadi dan semua adalah kesalahannya sampai ayahku marah besar.


Ali Taye namanya.


Ayahnya adalah seorang kepala desa yang sederhana di desa Canyon River,sedang ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang penuh kasih.


Setiap pagi beliau menjadi pedagang kecil kecilan dipasar desa dengan cara berbelanja kebutuhan dapur dipasar kota dan dijual kembali dipasar desa.


Kehidupannya sehari hari setelah 3 bulan lulus dari sebuah SMU dikotanya hanya luntang lantung kesana kemari,mabuk mabukan dan berkelahi bersama kawan sebayanya.


Hingga pada akhirnya Ali menghajar salah satu anak kolega ayahnya hingga terluka parah dan masuk ICU yang membuat ayahnya sangat murka.


Inilah mengapa sampai ayahnya mengusir Ali dari rumah kemaren sore saat pulang dari kongkow di alun alun kota.


Kata kata yang beliau ucapkan sangat menyayat hatinya dan menyesakkan dada,tapi apalah daya semua sudah terjadi karena kesalahannya sendiri hingga akhirnya begini.


"Karcis...karcis!" suara teriakan kondektur kereta terdengar membuyarkan lamunan Ali saat itu.


"Ini pak!" katanya seraya memberikan tiket untuk diperiksa


"Ke Mountiles ya?Kenapa tidak duduk dikursimu?" tanya kondektur kemudian


"Biarlah pak...sebelah saya ibu ibu membawa bayi,kelihatannya mengantuk dan agak rewel.Biarlah digunakan untuk menidurkan bayinya dulu pak,kasian ibu itu!"jawab Ali.


"Owh begitu,baiklah!Kamu ternyata baik tidak sesuai dengan penampilanmu,hahaha..!"kata kondektur itu sambil tertawa.


Ali hanya bisa tersenyum kecut mendengarnya.


Yah dia sadari penampilannya sedikit terkesan agak urakan,tiga tindik mengisi kuping kirinya,kaos oblong agak bulukan,jeans belel bolong bolong,dan hoodie abu-abu yang diikat dipinggang.


Hanya sepatu cats kebanggaannya yang agak sedikit bersih karena jarang kugunakan semenjak 7bulan lalu dibelikan ayahnya sebagai hadiah kelulusan karena menempati rank 2 disalah satu SMU Negeri didaerahnya.

__ADS_1


Kebanggaan ayahnya saat itu hanya sesaat dan sirna kemudian karena kelakuannya yang tidak bisa ditolerir.


Angannya kembali melayang mengingat masa masa itu sambil duduk dan melihat pemandangan melalui jendela pintu kereta hingga akhirnya matanya terlelap tak kuasa menahan kantuk.


__ADS_2