
Minggu pagi tepat 2hr setelah Ali berkunjung kerumah om Hendra.
Pagi itu diserambi kontrakan yang terjajar rapi berderet kebelakang tampak Ali sedang ngopi bersama penghuni kontrakan lainnya sambil mengobrol.
Tiba tiba terdengar suara Bu Hendi pemilik kontrakan memanggil dari belakang rumahnya yang berada didepan kontrakan.
"Aliiii....Aliii....!" teriaknya nyaring memanggil.
"iya nyaahhh...." jawab Ali sekenanya menirukan gaya pembantu di tv yang sering ditontonnya tak ayal membuat orang yang disekitarnya tertawa terbahak bahak.
Tak luput Bu Hendi pun ikut tertawa melihatnya.
"emangnya aku nyonyamu Al,ada ada saja kau ini!" kata bu Hendi sambil tersenyum setelah Ali mendekat
"lagi ngapain kamu,tuh dicariin bapak sama paman Sean diteras depan" lanjutnya
"lagi ngopi bu sama kawan kawan,duh mana kopinya belum saya minum pula sudah dipanggil bapak!" kata Ali sambil berbalik maksud hati mengambil kopinya yang belum diminum
"hei,mau kemana kamu kok malah balik badan?"
"udah biarin aja kopimu,nanti ibu bikinkan lagi,temui saja dulu bapak didepan!" kata bu Hendi seakan mengerti maksud tujuan Ali balik badan
Sambil berjalan kearah teras rumah bapak kontrakan Ali berpikir keras ada apa gerangan pagi ini dipanggil pak Hendi.
"ada apa ya kok dipanggil pagi ini?"
"perasaan jatuh tempo bayar kontrakan masih beberapa hari lagi!"
"apa aku punya kesalahan lain?
Jalan Ali sedikit loyo karena takut akan dimarahi karena berbuat suatu kesalahan.
Sesampainya diteras rumah pak Hendi tampak pula paman Sean sedang menyesap kopi yang tak lupa sebatang rokok kesukaannya terselip di jari kanannya.
"pagi pak Hendi,pagi paman!" sapa Ali begitu memasuki teras
"ah kau,sini Al.kutunggu dari tadi sampai kopiku habis baru nongol!" celoteh paman Sean pada Ali
"duduklah Al!" perintah pak Hendi kemudian
"ada apa ya pak kok saya pagi pagi dipanggil kesini? Saya ada salah apa?" tanya Ali pada pak Hendi
"kamu tidak bersalah Al,hanya mau mengabari semalam pak Hendra dan keluarganya datang mencarimu!"
"beliau memberikan informasi lowongan pekerjaan di PT.Algaritma!"
"menurut bapak melihat transkrip nilaimu jauh melebihi dari yang dipersyaratkan seharusnya tidak begitu sulit bagimu untuk menembus sampai test interview!" tegas pak Hendi menyemangatiku
"hei bocah,apa kau sudah punya pakaian untuk mengikuti test besok pagi?" tanya paman Sean melanjutkan
"sudah paman,aku masih punya satu stel pakaian yang pantas untuk bertemu orang penting!" jawab Ali polos
Tak ayal jawaban Ali ini membuat kedua orang didepannya tertawa bersama,hingga membuat pak Hendi hampir tersedak saat menyesap kopinya.
Ali hanya bisa memandangi keduanya merasa bingung apa yang ditertawakan
"hati hati pak kalau minum,sampai tersedak begitu,!" kata bu Hendi ketika sampai dimeja mereka membawakan kopi untuk Ali
"ini kopimu Al!" lanjutnya seraya menyodorkan kopi pada Ali
"eh ya Al,semalam Mita dan Anya menitipkan ini pada ibu,katanya mereka belikan kemarin untuk kau pakai saat interview nanti!"kata bu Hendi kemudian sambil menyerahkan 2 buah kotak berwarna coklat yang telah disiapkannya dibawah meja teras itu
"cobalah buka apa isinya!"lanjutnya
Setelah Ali menerima kedua kotak coklat yang terbungkus rapi itu akhirnya dibuka oleh Ali,tak begitu sulit karena hanya kardus tipis dibalut kertas kado coklat.
Ternyata kotak pertama isinya 1 hem putih lengan pendek, 1 celana panjang hitam ,1 kaos dalam serta selembar kertas bertuliskan
"kak AL semoga pilihanku sesuai dengan ukuran tubuhmu.." 💋 Mita
sedangkan kotak kedua berisi sepasang sepatu pantofel berwarna hitam juga selembar kertas bertuliskan
"walau tak mahal tapi semoga nyaman dipakai dikaki kak AL.." 💋 Anya
Apa yang dilakukan kedua gadis gila itu,sungguh memalukan.
Ali tak habis pikir atas kelakuan Mita dan Anya
Apakah semua gadis kota seperti ini?
"Bisa mati berdiri aku kalau begini terus" pikir Ali saat itu
Sebuah jitakan dikepalanya membuat Ali tersadar dari lamunannya....
"hei bocah,jangan kau katakan aku sok seperti dukun!" celetuk paman Sean kala itu.
"belum juga genap sebulan mereka sudah memikirkan kebutuhanmu,entah nanti kalau sudah 1th?" lanjutnya sambil terkekeh.
"apa yang kau lakukan paman jelek"
"sakit tau!"
"rasakan...!" balas paman Sean tertawa puas diikuti kedua pemilik kontrakan itu
"oh ya Ali,untuk 1th kedepan kau tidak perlu membayar uang kontrakan.6 bulan telah dibayarkan pak Hendra dan 6 bulan ibu berikan bonus karena kamu telah menolong kedua ponakan kami!"
"seharusnya itu untuk kalian berdua bersama paman Sean,tapi beliau merelakannya untukmu karena kamu masih baru dikota ini!" tambah bu Hendra menjelaskan
"dugh..."
Jantung Ali seperti diketuk kaget sambil memandangi ketiga orang didepannya bergantian
"terima kasih bu,terima kasih pak!"
"saya sampai tidak bisa berkata apapun menerima bantuan yang sedemikian rupa dari kalian semua!"
"sebenarnya saya ikhlas membantu tanpa pamrih dan kejadian waktu itu murni karena saya tidak menyukai hal seperti itu!" kata Ali terharu menahan tangis bahagianya.
Dia tidak menyangka akan semua bantuan yang dia terima sesampainya dia di kota Mountiles ini.
Dari pemuda berandal yang pekerjaannya tiap hari berkelahi hingga terdampar dikota ini tanpa tujuan
"sudahlah,itu tidak seberapa dibandingkan dengan nyawa Mita dan Anya yang telah kau tolong!"
"selanjutnya semangatlah bekerja setelah kau mendapatkan pekerjaan!"
"jangan kau lupakan niat awalmu pergi dari rumah,jadikanlah dirimu seorang yang sukses dan banggakan kedua orangtuamu!" kata pak Hendi memberi nasihat
__ADS_1
"baiklah pak!"
"terimakasih juga paman Sean...!" lanjut Ali sambil berdiri memeluk paman angkatnya itu
"hei..hei.....apa yang kau lakukan bocah...!"
"jangan kau peluk peluk aku...aku masih menyukai wanita!"
"kita sama sama pria...LEPASKAANNN....!" teriak paman Sean sambil berusaha melepaskan pelukan Ali dari tubuhnya.
Kedua orang disamping mereka hanya tertawa melihat kelakuan mereka saat itu, 2 orang yang dipertemukan secara tidak sengaja tetapi bisa terjalin hubungan melebihi kekerabatan yang semestinya
Sebuah tangan yang menjewer kuping Ali akhirnya mengakhiri pelukannya pada paman Sean.
"eh paman,apakah dengan memberikan hak gratis membayar kontrakan padaku itu paman menyetujui perjodohanku dengan putrimu itu?" goda Ali kemuadian
"jangan mengharap kau,lagipula sudah ada 2 gadismu disini!"
"apa kau mau kupotong warisan kedua orangtuamu itu biar tau rasa!" ancam paman Sean karena merasa kesal digoda Ali
"hahaha...dengarlah paman jelek...!"
"suatu saat akan kutemukan kedua putrimu itu...akan kunikahi salah satunya atau mungkin keduanya juga boleh...!" goda Ali lagi sambil berjalan menjauh membawa hadiah dari Mita dan Anya.
"KAAUUUU.....!" hardik paman Sean geram sambil memelototi Ali yang terus tertawa berhasil mengerjainya
Pak Hendi dan istrinya hanya bisa tertawa melihat keduanya bertingkah seperti anak kecil.
"sungguh seandainya tidak ada Mita dan Anya yang sudah mencintaimu tentu aku akan menjodohkanmu dengan putriku..."
"aku hanya takut kedua putriku kecewa setelah mengenal dan mencintaimu..."
"jangankan mereka...akupun begitu mengenalmu langsung menyayangimu seperti anaku sendiri..."
"Pesonamu bagi para wanita sangat besar tanpa kau sadari..."
"hati hatilah nak menjalani masa depanmu..."
"aku yang tua ini hanya bisa mendoakanmu..." suara hati paman Sean bergema didalam dadanya.
Matanya berkaca kaca memandangi kepergian Ali menuju kamar kontrakannya,berbagai rasa berkecamuk dihatinya saat itu.
****
Keesokan harinya Ali yang sudah berdandan rapi tampak sangat berbeda dari biasanya.
Ali yang biasanya berpenampilan seadanya dan terkesan sedikit urakan hari ini berpenampilan sangat rapi dan tampan.
Rambut panjangnya telah dipotong rapi kemarin sore,kulit sawo matang yang dibalut hem putih dan celana hitam disertai sepatu pantofel hitam sungguh sangat serasi menempel ditubuhnya.
Andai Mita dan Anya melihat penampilan Ali pagi ini mungkin mereka akan bergegas memeluknya lagi atau bahkan menciumnya lagi.
Setelah memasukan dokumen yang diperlukan kedalam tasnya dan mengunci pintu kontrakannya,Ali bergegas menuju rumah pak Hendi hendak berpamitan.
Tampak diteras pak Hendi sedang minum kopi sambil membaca koran dengan santainya dan tak menyadari kehadiran Ali disana.
"pagi pak!" sapa Ali mengejutkannya saat itu
"ya...selamat pagi!"
"eh...eh...kau...kau Ali..?" jawab pak Hendi sedikit kaget hingga akhirnya dia tersadar bahwa itu adalah Ali
"jam segini?ini belum juga ada jam 7,memangnya mau sekolah kamu?" kata pak Hendi sambil tersenyum
"test kerja nanti mulai jam 9 Al!"
"daripada kau menunggu kelamaan disana mending temani bapak ngopi dulu disini,lagipula jarak ketempat test mu cm 10mnt naik ojek dari sini!"
"oh begitu ya pak,baiklah kalau begitu!" jawab Ali mengiyakan ajakan pak Hendi
"buu...buatkan kopi 1 lagi..!" teriaknya pada istrinya
"ya pak!" sahut bu Hendi dari dalam rumah
Setelah beberapa saat akhirnya bu Hendi keluar membawa secangkir kopi hitam...
"ini siapa pak?" tanya bu Hendi pada suaminya yang hanya dijawab dengan seyuman
"ada keperluan apa ya nak datang kerumah sepagi ini?"
"ASTAGAAA...."
"ini kamu Ali?" kata bu Hendi begitu menyadari siapa yang didepannya.
Karena sehabis dari barbershop kemarin sore mereka tidak bertemu dengan Ali membuat mereka begitu kaget melihat penampilannya ditambah cara berpakaiannya yang sangat rapi berbeda dengan keseharian Ali yang biasanya.
"ganteng sekali kamu Ali!." kata bu Hendi memuji
"ganteng mana bu sama bapak waktu muda?"
"jelas ganteng kamu lah!" jawab bu Hendi secepatnya
"huhhh...ibu ini ya...!" sahut pak Hendi kemudian
"tuh kan bener,sekarang saja kamu bisa membuat bapak yang sudah tua ini cemburu!" kata bu Hendi tersenyum sedikit menggoda suaminya
"kamu memang terlihat tampan sekali Al,berbeda dengan kemarin!" timpal pak Hendi setengah menyetujui perkataan istrinya
"andai ibu lebih muda 25th tentu juga akan mengejarmu habis habisan seperti Mita dan Anya!"
"pantas saja kedua ponakan kita sampai hampir berkelahi mengejar anak ini pak!"
"hah...berkelahi...?" tanya Ali bingung
"iya Al!"
"kata pak Hendra sepulangmu darisana mereka bertengkar hebat,untung kedua orangtuanya berhasil melerainya!"
"kalau tidak bisa acak acakan isi rumah mereka karena mereka memiliki tingkatan sama yaitu Ban Hitam Dan 1 dan akan naik tingkat 2!" kata pak Hendi menjelaskan
"benarkah itu pak? saya tidak menyangka akan sampai sebegitunya!" tanya Ali setengah tidak percaya
"belum lagi nanti kalau anak bungsuku Della sampai jatuh cinta padamu karena ketampananmu!" bisa berantem itu mereka bertiga karena dari kecil mereka 1 dojo dan saling bersaing satu sama lain walau Mita dan Anya kalah senior dari Della!" tambah bu Hendi sambil menutup muka membayangkan kejadian itu.
Perlu diketahui bahwa pak Hendi dan istrinya mempunyai 2 orang anak tetapi mereka kuliah di lain kota sehingga tidak tinggal bersama mereka.
Anak pertama bernama Leon dan anak kedua bernama Adella.
__ADS_1
"ahh saya tidak seperti yang bapak dan ibu bayangkan,saya hanya anak desa miskin mana pantas sama mereka!" kata Ali memotong sebelum pak Hendi menambahkan yang lain lagi.
Ali terlihat tersipu malu sedari tadi dipuja dan digoda oleh pak Hendi dan istrinya.
Melihat raut muka Ali yang terlihat malu akhirnya kedua orang tua itu tertawa dan menghentikan menggoda Ali yang masih polos itu.
Setelah menghabiskan kopinya sambil berbincang tentang banyak hal akhirnya Ali berpamitan berangkat mengikuti test di perusahaan yang direkomendasikan oleh pak Hendra tempo hari.
Setelah mengikuti test mulai dari test kesehatan hingga psicho test memang perkataan pak Hendi ada benarnya.
Ali lolos dengan mudah dikarenakan selain tubuhnya juga bagus otaknya juga encer bisa dibilang jenius.
Dari 247 pelamar akhirnya menyisakan 5 orang untuk interview termasuk Ali disana.
2 orang sarjana,1 orang diploma dan 2 orang berpendidikan SMU termasuk Ali.
Tiba saatnya untuk interview mereka berlima menunggu di depan ruang kepala personalia.
Ali merasa canggung dan bingung apa yang harus dilakukan nanti,mau bertanya kepada teman sesama pelamar juga merasa sungkan karena dia berpikir sesama pesaing mana mungkin mau memberitahu.
Satu persatu mereka dipanggil bergantian,setelah keluar ruangan personalia ada yang bermuka masam ada yang ceria.
Mungkin mereka merasa hasil interniew mereka ada yang mengecewakan dan takut tidak diterima karena memang lowongan yang tersedia hanya untuk 2 orang saja.
Giliran terakhir Ali dipanggil saat itu
"Ali Taye!" suara perempuan asisten kepala personalia memanggil
"ya bu.!" jawabnya sambil berjalan mendekat
Setelah dipersilahkan masuk akhirnya pintu di tutup dari luar oleh asisten tersebut.
Didalam ruangan Ali melihat seorang wanita muda keturunan berambut kecoklatan sedang duduk sambil sibuk mengetik dilaptop tyang ada didepannya.
Ali hanya berdiam memandangi wanita tersebut tak berani mendekat.
Setelah menyadari kahadiran Ali diruangannya akhirnya wanita itu sedikit kaget dan berkata.
"eh ngapain disitu,sini duduk!" katanya mempersilahkan Ali duduk
Setelah Ali duduk wanita tersebut masih sibuk dengan laptopnya.
Ali pun hanya berdiam diri tak berani mengganggunya dengan sepatah katapun.
Menunduk dan sesekali menatap wanita kepala personalia didepannya,hanya itu yang bisa dilakukan Ali disana.
"Ivonne Cheung"
Sebuah nama terbaca oleh Ali dikartu pengenal yang dikalungkan saat menatap wanita didepannya.
"orangnya cantik tapi namanya aneh...orang mana dia?" cuma itu yang terlintas dipikiran Ali saat ini
Setelah beberapa saat
"Saudara Ali Taye?" tanya wanita itu memulai pembicaraan
"iya bu!"
"kenapa anda mau bekerja diperusahaan ini?" lanjut wanita tersebut bertanya dengan ketegasannya yang membuat Ali seakan ditindas oleh aura kewibawaan yang sangat tinggi
"untuk mencari uang bu!" jawab Ali singkat
"dengan pendidikan akhir SMU berapa gaji yang anda inginkan?"
"tidak tahu bu karena saya belum pernah bekerja yang penting standard saja!" jawab Ali polos
"kalau dibawah standard?"
"ya yang penting cukup untuk kehidupan sehari hari dan bayar kontrakan bu!" jawab Ali lagi
"sudah berkeluarga?"
"belum bu,ndak laku?" jawab Ali sambil mencoba bercanda yang membuat wanita didepannya sedikit tersenyum tak bisa diartikan
"posisi apa yang anda inginkan diperusahaan ini mengingat anda hanya berpendidikan akhir SMU?" lanjutnya
"apa saja bu yang penting bekerja,bahkan tukang sapu pun tidak apa apa!" jawab polos Ali lagi
"kenapa anda tidak mencantumkan no hp anda?"
"tidak punya bu!"
"kenapa tidak membeli?"
"tidak punya uang bu untuk membeli hp!"
"bekal saya dari kampung hanya cukup untuk membayar kontrakan dan kebutuhan sehari hari selama saya belum bekerja bu!"
"seandainya diterima bekerja disini apakah anda akan membelinya demi kepentingan kelancaran pekerjaan?"
"tentu saja bu saya akan menabung untuk itu!"
Setelah jawaban Ali yang terakhir akhirnya Ivonne berhenti bertanya,dia kembali mengetik sesuatu di laptopnya.
sedangkan Ali disisi lain masih menunggu pertanyaan selanjutnya dengan perasaan berdebar takut tidak bisa menjawab.
"Ok,anda saya terima bekerja disini!" ucap Ivonne sambil berdiri dan mengulurkan tangan mengajak berjabat tangan
"benarkah bu?" tanya Ali setengah tidak percaya sambil berdiri menyambut tangan Ivonne.
Dia pikir test interview akan diberi pertanyaan pertanyaan sulit tetapi ternyata itu jauh dari expetasinya.
"nama saya Ivonne kepala personalia disini!"
"untuk selanjutnya anda bisa menemui asisten saya didepan untuk penandatanganan kontrak kerja!"
"besok anda bisa datang menurut jam kerja diperusahaan ini untuk mengambil seragam dan pengenalan lapangan!"
"lusa anda sudah bisa bekerja!"
"apakah anda sanggup?" tanya Ivonne menegaskan
"sa...sa...sanggup bu...!" jawab Ali masih dalam kondisi setengah tidak percaya pada apa yang dialaminya
"perlu anda ketahui dari hampir 250 pelamar hanya anda yang sama terima walau hanya berpendidikan SMU!"
"dari hasil 5 peserta interview hanya anda yang menjawab pertanyaan saya secara rasional!"
__ADS_1
"saya harap anda tidak mengecewakan saya,bekerjalah dengan penuh integritas dan kredibilitas!"
"selanjutnya anda bisa temui asisten saya didepan!" kata Ivonne sambil mempersilahkan Ali keluar