
Sudah 12 hari Ali menempati salah satu kontrakan di kota Mountiles,sambil mengirimkan beberapa lamaran pekerjaan di beberapa pabrik dengan ijazah SMU nya terkadang Ali diajak paman Sean untuk menjadi kernet di busnya karena memang paman Sean tidak pernah membawa kernet selama ini.
Itu dilakukan paman Sean karena dia salut dengan tekad Ali yang berani kekota sendiri walau disana tidak ada sanak saudara sama sekali dan untuk membantu Ali sekedar membeli makan setiap harinya,terutama dihari sabtu dan minggu karena hari itu adalah hari ramai penumpang.
Ali pun merasa terbantu dan sangat senang karena ditolong paman Sean ini,dia tidak malu untuk menjadi seorang kernet.
Karena kelincahan Ali untuk mencari penumpang paman Sean merasa sangat puas kalau mengajak Ali menjadi kernet dan gaji hariannya ditambah bonus hingga bisa untuk makan seminggu untuk sekali Ali bekerja menjadi kernet.
"wah bisa cepat kaya kau paman Sean kalau tiap hari dapat segini!" celetuk Ali disuatu sore saat mereka berhenti makan disebuah warung sambil menghitung pendapatan yang sudah melebihi 1jt.
"huss enak saja!"
"itu untuk setoran 350rb kemudian nanti pulang solar kita isi full,makan dan minum kita seharian,rokok!"
"nah nanti baru sisanya kita bagi 2!" jelas paman Sean sambil menghisap rokok kesukaannya
"setoran apa paman banyak bener 350rb?" tanya Ali kemudian
"karena bus itu bukan punyaku jadi aku harus setor kepada pemilik bus,walau aku kadang setor seminggu sekali karena rumah bos lumayan jauh dari sini!" kata paman Sean menerangkan
"oalah begitu,aku kira bus ini punya paman sendiri,hahaha...!" jawabku sambil tertawa
"kau kira karena tiap hari bus kubawa pulang dan kuparkir dilapangan sebelah kontrakan itu adalah busku?hahahaha...."
"untuk memenuhi kebutuhan keluarga saja sudah sulit saat ini Al,apalagi mempunyai bus sendiri tidak bermimpi aku!"
"bus bisa kubawa pulang karena aku sudah bekerja pada pemiliknya selama 10th lebih dan tidak pernah telat saat membayar setoran,jadi aku diberi kebebasan membawa bus itu pulang!" paman Sean menjelaskan semuanya padaku
"eh Al,bagaimana kabar kedua gadismu?"
tanya paman Sean kemudian
"si..siapa?"tanya Ali tergagap bingung
"itu gadis gadis yang kau tolong dari penodong,siapa itu? Anya dan kakaknya Mita?sudah kau telfon?"tanya paman Sean nyerocos
"ahh jangan menggodaku paman!"
"boro boro telfon,aku punya hp saja tidak! ditambah dengan tampangku begini mana mau mereka sama aku!" jawab Ali malu malu
"hahaha...aku sudah makan asam garam kehidupan Al,dari mataku kulihat kakak beradik itu semuanya menyukaimu! tinggal kau pilih saja yang mana pasti mereka juga mau!" goda paman Sean lagi tanpa berhenti tertawa
"MUSTAHILLL....!"
"jangan sok jadi dukun paman!" bantah Ali sambil tersenyum malu
"kau ini!" kata paman Sean sambil tangannya maju menjewer kuping Ali
"am...ampuunnn paman!"
"sakit tau!" teriak Ali pura pura padahal dia tidak merasakan sakit sedikitpun
"hahahaha....makanya jangan kau bilang pamanmu ini sok jadi dukun!"
"tapi kalau aku dijodohkan sama putri paman aku mau!" celetuk Ali sekenanya
"jangan mimpi...!" jawab paman Sean sedikit kesal
"hahahaha....orang tua bisa kesal juga rupanya!" tawa Ali pecah saat dia bisa mengerjai pamannya itu
"dijodohkan dengan siapa kak?"
Tiba tiba sebuah suara lembut terdengar ditelinga mereka
"ka...kamu? ke..ke..kenapa bisa ada disini?" tanya Ali tergagap kaget setelah dia mengetahui siapa yang bertanya itu
"alamakkk,pucuk dicinta ulam pun tiba!" hanya itu yang keluar dari mulut paman Sean saat dia juga menoleh pada gadis yang mengeluarkan suara tadi
Ali hanya terbengong melihat gadis didepannya,
dengan tinggi 170cm dan badan proporsional ditambah pakaian casual seolah menambah daya pikat gadis itu,lelaki mana yang tak akan terpana olehnya.
"apa kabar paman Sean? apa kabar kak Al?"
tanya Anya pada keduanya
"kabar paman baik Anya,bagaimana denganmu dan kakakmu?" tanya paman Sean balik
"kami juga baik baik saja paman!"
"kak Al,apa kau melihat hantu?" tanya Anya kemudian menyadari Ali hanya terdiam memandanginya
"addaaawww...!" teriak Ali saat sebuah telapak tangan telah menepuk kepalanya dengan keras yang ternyata adalah tangan paman Sean
Hanya tawa dari Anya dan paman Sean yang pecah saat itu melihat kelakuan Ali yang sangat konyol.
"makanya jangan seperti melihat hantu begitu!" kata Anya tanpa berhenti menahan tawanya
"eh...eh...iya...aku baik baik saja!" kata Ali gelagapan
"kenapa kamu ada disini Anya?" tanya Ali setengah tidak percaya bertemu dengan gadis itu lagi ditempat ini
"kebetulan aku mau pulang dari rumah temanku dan sedang menunggu angkutan umum diseberang jalan itu,kulihat seperti kak Al disini makanya kudekati!" jawab Anya
"yang kau lihat cuma Al? aku tidak? ah teganya kau Anya mentang mentang pamanmu ini sudah tua!" bukannya Ali yang menjawab tapi malah paman Sean yang bertanya setengah berteriak
"sudah tua jangan cemburu!" sergah Ali sekenanya
Tak ayal sebuah jitakan kembali mendarat dikepalanya..
"aadddaawww....." teriaknya lagi
"eh iya,maksudku dengan paman juga!" jawab Anya kemudian sambil tersipu malu
"ah sini duduklah dulu Anya!" kata paman Sean mempersilahkan
"terima kasih paman!" kata Anya sambil duduk disebelah Ali
"kau mau minum apa Anya? atau makan sekalian?" tanya paman Sean antusias
"terima kasih paman,tidak usah!"
"saya hanya ingin mengajak kak Al main kerumah karena setelah saya dan kakak menceritakan kejadian tempo hari kepada ayah dan ibu,mereka ingin bertemu dengan kak Al untuk berterima kasih,kebetulan rumah kami hanya 10mnt dengan angkutan umum dari sini!" jelas Anya kepada keduanya
Ali hanya melongo menatap paman Sean,sedangkan paman Sean hanya mengedipkan mata kepada Ali sambil tersenyum.
"tidak bisa Anya,aku masih bekerja saat ini!" jawab Ali berusaha menghindar
"kerja apa?bukannya kalian hanya duduk saja disini?" tanya Anya sedikit kecewa
"aku kerja sementara menjadi kernet paman Sean saat ini sambil menunggu panggilan dari perusahaaan yang sudah kumasuki lamaran,ini belum saatnya kami pulang karena kebetulan masih beristirahat makan!" jawab Ali menerangkan
"sudahlah kau pergilah main kerumah Anya,jangan mengecewakannya!"
__ADS_1
bukannya Anya yang berbicara malah paman Sean
"duh salah ngomong aku!"
"kenapa paman malah menyuruhku pergi bukannya membantuku,dasar orang tua!"
batin Ali sambil melotot pada paman Sean
"terima kasih paman sudah mengijinkan kak Al pergi kerumahku,aku akan menjaganya dari ujung rambut kaki!" ucap Anya setengah bersorak kegirangan sampai pemilik warung tersenyum sambil geleng kepala
"ya...ya...kau pergilah Al,ambilah uang yang kau bawa itu 200ribu untuk nanti ongkos pulang!"
"nanti kau langsung pulang saja dari sana tidak usah mencariku dijalan lagi!"
"ayo cepat kak!" ajak Anya seraya menarik tangan Ali tidak sabar seolah dunia mau kiamat
"iya..iya...!"
"terima kasih paman jelek!" kata Ali kemudian sambil menyerahkan sisa pendapatan hari itu kepada paman Sean setelah diambilnya 200ribu.
Paman Sean hanya terkekeh melihat kelakuan Ali seperti itu,merasa bahagia bisa mengerjai anak muda seperti Ali.
Anya dengan bahagianya menggandeng tangan Ali untuk diajaknya pulang,entah apa yang ada dipikirannya saat itu hingga merasa sangat bahagia seolah dunia hanya miliknya.
"hati hati kau Ali,jangan sampai terbuai keadaan.Kehidupan kota itu keras,jangan sampai kau terlena karenanya!"
batin paman Sean sambil tersenyum memandangi dua insan itu dari kejauhan
"kita pakai taksi online saja ya kak,supaya tidak terlalu lama menunggu angkutan?"tanya Anya setelah sampai diseberang jalan
"terserah kau saja Anya!"
Setelah Anya selesai memesan taksi online lewat hpnya,tidak berapa lama kemudian datanglah taksi yang dipesan dan membawa kami menuju rumahnya.
Ternyata memang benar apa yang dikatakan Anya bahwa rumahnya memang tidak jauh dari warung makan tadi,bahkan hanya 5mnt dengan taksi online.
"Ayah...ibu...aku pulang!"
"kak Mitaaa....lihatlah siapa yang kubawa pulang ini!" teriak Anya keras keras etelah memasuki pagar rumah
Setelah pintu rumah dibuka wajah pertama kali terlihat adalah Mita
"kak...kak Allll...!" teriak Mita dari depan pintu dan langsung berlari memeluk Ali.
Ali hanya terdiam mendadak dipeluk Mita seperti itu,tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Sedangkan tangan kirinya telah dipeluk Anya sedari tadi tanpa mau dilepaskan.
Ini adalah pengalaman pertama kali Ali dengan 2 orang gadis apalagi itu sekaligus dan kakak beradik pula.
Yang membuat heran di mata Ali adalah Mita,berbeda sekali saat pertama ditemui.
Beberapa hari lalu saat pertama kali bertemu Mita lebih cenderung diam bahkan bisa dibilang tidak pernah mengeluarkan kata sedikitpun kalau tidak ditanya,berbeda dengan Anya adiknya yang sedikit cerewet dan agresif.
Kali ini keduanya sama sama agresif membuat Ali kaget bahkan sampai terdiam tidak bisa berkata kata.
"kak Al apa kabar?" tanya Mita setelah melepas pelukannya
"sudah jangan tanya tanya,lepaskan dulu pelukanmu kak!"
"aku yang membawa dia pulang,bukan kak Mita!" malah Anya yang sewot sebelum Ali bisa menjawab
"ah..eh...Anya...Mita lepaskan pelukan kalian!"
"biarin aja!" jawab Mita sekenanya
Sambil berjalan kearah kedua orang tuanya,Anya dan Mita masih memegangi tangan kanan dan kiri Ali sehingga membuat Ali sedikit malu didepan orangtua mereka.
"Anya...Mita...siapa ini?" tanya ayahnya setelah mereka sampai didepan kedua orangtuanya
"ayah...ibu ini dia orangnya yang kami ceritakan tempo hari itu!" jawab mereka berbarengan bersemangat sekali
"ohh ini yang namanya nak Ali!"
"ayo silahkan masuk nak!" perintah kedua orang tua Anya dan Mita.
Ali sedikit heran kenapa orangtua mereka tidak marah kepadanya karena kelakuan Anya dan Mita sampai seperti itu.
Malah terkesan sangat welcome padanya.
Setelah dipersilahkan duduk Ali pun sedikit lega karena tidak sedikitpun orangtua Anya dan Mita menampakkan rasa tidak suka padanya.
"kalau boleh tau nak Ali berasal darimana?" tanya ibu Anya dan Mita ketika memulai obrolan
"saya berasal dari daerah bu,sebuah desa kecil bernama Canyon River!" jawab Ali merendah
"jangan kau panggil bu! Kau panggil saja tante!"
"namaku hendra,kau bisa panggil aku om hendra dan istriku tante hendra!" tiba tiba ayah Mita dan Anya berkata sambil berjalan keluar dari kamar setelah berganti pakaian.
"benarkah pak,eh om?" tanya Ali sedikit kaget melihat om hendra berjalan menuju kursi ruang tamu
"tentu saja Al,kamu sudah menyelamatkan kedua putriku bersamaan,maka kamu sudah kuanggap seperti anak sendiri!"
"tapi kesannya sedikit lebih tua kalau kau panggil bapak dan ibu,iya kan bu?" tanya om hendra meminta pendapat istrinya
"iya betul!" jawab tante hendra menyetujui
"atau kak Al bisa memanggil ayah dan ibu seperti kami,nanti kan Al bisa jadi menantu dirumah ini!" tiba tiba Anya menimpali sambil berjalan kearah kami membawa minuman dan beberapa makanan kecil
"husss...jangan ngaco kamu!"
"masih kecil sudah memikirkan suami!"
suara tante hendra menimpali kalimat Anya
"hahahaha...anak kita sudah dewasa bu!" balas om Hendra sambil tertawa
"tuh kan...ayah saja menyetujui!" balas Anya tak mau kalah dengan ibunya.
Sambil tersenyum senyum meletakkan minuman dimeja untuk kami dan sesaat menoleh pada Ali mengedipkan mata kirinya.
Ali mati kutu saat itu hanya bisa tersenyum malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Menyadari hal itu tante Hendra berkata
"maafkan Mita dan Anya ya Al,memang begini kelakuan mereka.merepotkan saja!" sambil tangannya menjewer telinga Anya
"lagian kamu Anya masih SMU kelas 3 baru mau ujian dan Mita masih semester 3,apa mau menikah?"tanya tante Hendra kemudian
"MAAUUUUU....!" jawab mereka serempak
Om dan tante Hendra hanya geleng kepala mendengar jawaban kedua putrinya sambil tersenyum tanpa bisa diartikan oleh Ali yang melihatnya.
__ADS_1
"mimpi apa aku bisa bertemu kedua gadis gila ini?" batin Ali sambil geleng kepala juga
"katanya kamu baru datang dari daerah Al?"
"tinggal dimana sekarang?" tanya om Hendra mencoba mengalihkan pembicaraan
"disebuah kontrakan didepan kawasan industri blok.C om!" jawab Ali jujur
"setauku hanya ada 1 kontrakan didepan kawasan itu milik Hendi,benarkah?" tanya tante Hendra kemudian
"bagaimana tante bisa tau?" tanya Ali heran
"itu adalah saudara sepupu tantemu Al!" jawab om Hendra
"kalau benar disitu nanti kapan ada waktu luang om akan mengunjungimu kesana,maklumlah sebagai pegawai rendahan di salah satu kantor pemerintahan om dan tante tidak banyak memiliki waktu luang selain hari libur kantor!" jelas om Hendra kemudian
"tidak apa apa om,diterima dikeluarga ini saja saya sudah sangat bersyukur tidak perlu dikunjungi!" jawab Ali merendah
Setelah ngobrol kesana kemari saling menceritakan banyak hal akhirnya Ali berpamitan pulang karena hari sudah beranjak malam.
Ditepi jalan depan rumah om Hendra sambil menunggu taksi online yang telah dipesan Anya,Ali berdiri bersama Anya yang bergelayut manja ditangan kirinya karena kebetulan Mita sedang mandi jadi tidak ikut mengantar
"kak Al..."
"ya...."
"boleh aku tanya sesuatu?" tanya Anya sedikit manja
"apa itu?"
"apa kak Al sudah punya pacar?"
"belum terpikir olehku,masih banyak yang harus kukejar!" jawab Ali berusaha menghindar
"BENARKAH? mau ya kak Al jadi pacarku?" tanya Anya kegirangan
"gadis bodoh,pikirkan saja dulu Ujian Akhirmu!"
"setelah kamu lulus dengan nilai memuaskan nanti kita bicarakan lagi!" kata Ali mencoba menghindari permintaan Anya sambil menjentikan jari tengahnya ke kening gadis itu.
"janji ya kak,setelah aku lulus dengan nilai memuaskan kak Ali mau jadi pacarku bahkan suamiku!" pinta Anya sambil berseri seri
"aku ga janji tapi nanti kita bicarakan lagi!" sergah Ali mencoba menghindari permintaan Anya lagi
"yaachhh,..kecewa deh penonton!"
"tapi gapapa,aku mau menunggu kak Al sampai mau menerimaku jadi pacarmu!" kata Anya kembali sambil memberikan satu kecupan lagi di pipi Ali.
"duh...apa Anya ini benar sebegitunya padaku?"
"apalah aku ini dibandingkan dengan para pria kota teman sekolahnya"
Ali hanya terdiam memikirkan kelakuan Anya saat ini.
Tanpa mereka sadari dari balik tirai jendela rumah yang tak begitu jauh sepasang mata melihat kejadian itu.Mata yang mulai sendu dan menitikkan air mata walau tak seberapa karena sang pemilik mata masih berusaha menahannya agar tak terjadi hujan airmata.
Sepeninggal Ali
Anya kembali kedalam kamar menulis di buku diary nya sambil tersenyum senyum sendiri.
Entah apa yang dituliskannya saat itu,yang jelas pasti sesuatu yang menggembirakan.
Kegiatan Anya terhenti disaat pintu kamarnya diketuk seseorang dari luar
"Anya...apa kamu sudah tidur?" terdengar suara Mita dari luar memanggil
"belum kak,masuk aja nggak aku kunci pintunya!" jawab Anya sambil menutup diary nya
"Anya aku mau tanya,apa kamu menyukai kak Ali?" tanya Mita setelah masuk kekamar
"kalau iya kenapa memangnya kak?" tanya Anya balik sambil tersenyum memeluk diary yang baru diisinya
"aku juga menyukainya!"
"kamu harus mengalah padaku Anya,toh dikeluarga kita dimana yang muda tidak boleh melangkahi yang tua untuk menikah!" jawab Mita sambil menegaskan
"tapi dia cinta pertamaku kak!"
"kak Al juga cinta pertamaku Anya!"
"mustahil aku akan mengalah!"
"siapa cepat dia dapat!"
"lagipula kak Al sudah berjanji akan menerimaku jadi pacarnya setelah aku lulus dengan hasil memuaskan!" jawab Anya tak mau kalah
"ga bisa...pokoknya kamu harus mengalah karena aku lebih tua darimu...TITIK..!" Mita pun tak mau kalah menimpali
Pertengakaran kedua dara bersaudara ini tidak kunjung berhenti sampai terdengar oleh kedua orangtuanya yang akhirnya harus mendatanginya untuk melerai keduanya
"sudah...sudah...!"
"kalau kalian saling mencintai Ali maka tunjukan kemampuan kalian untuk mendapatkannya!"
"masih banyak waktu sampai kalian benar benar menjadi gadis gadis yang mampu bertanggungjawab dengan keputusan yang diambil!"
"lagipula kalian mencintai Ali tapi Ali belum tentu mencintai kalian! Camkan itu!"
akhirnya tante hendra menengahi pertengkaran mereka yang membuat keduanya membisu
"pokoknya kamu harus mengalah padaku Anya!"
"aku lebih tua darimu!"
kata kata Mita terakhir menegaskan kepada Anya sambil berlalu keluar dari kamar Anya
"hheeeehhhh...!" geram Anya sambil mengepalkan tinjunya pada kakaknya yang keluar dari kamarnya
"duh yahhh...!"
"aku tak tau apa jadinya kalau keduanya sampai berkelahi.."
"keduanya sama sama Ban hitam dan 1!"
"bakal berantakan isi rumah kita!" kata tante Hendra ketika mereka sudah keluar dari kamar Anya
"iya bu...aku tak tahu kehadiran Ali ini bakal jadi berkah atau musibah bagi kedua putri kita"
"memang tampilan Ali ini sedikit urakan tapi dia tau sopan santun dan sedikit istimewa kurasakan!"
"tapi aku belum tau dimana istimewanya!" kata om Hendra menambahkan.
"kita hanya bisa berdoa yah semoga semua baik baik saja..." jawab tante Hendra sambil menarik nafas panjang.
__ADS_1