Permaisuri Ku Yang Hebat

Permaisuri Ku Yang Hebat
Eps 44


__ADS_3

"Mei aku ingin pergi dari sini sementara waktu"Ucap ku


"Nona.. Anda ingin kemana ?? Disini itu rumah anda.. Anda tidak boleh keluar tanpa izin dari yang mulia pangeran nona"Saran Mei


"Aku tidak peduli aku ingin keluar dari sini Ming mei !! Jika kau tidak ingin aku pergi biar kan saja aku nekat!"Ucap ku beranjak dari kasur dan mengganti pakaian ku dengan berwarna hitam serta cadar menutupi muka ku..


"Nona.. Anda ingin kemana ??"Tanya nya..


"Kemana saja asalkan tidak disini untuk sementara waktu"Ucap ku sambil membereskan beberapa barang yang penting..


"Baiklah hamba ikut nona"Ucap nya


Ku menoleh ke arah nya dan melihat mata nya yang benar benar ingin ikut dengan ku..


Ku anggukan kepala ku menyetujui permintaan nya lalu ia tersenyum ke arah ku..


Dan mencari cadar yang sama Dengan ku..


Ku berjalan keluar dengan Ming mei setelah menggunakan sihir Rizon yang transparan..


Ku berjalan lurus kedepan karena ada nya jurus Rizon ku bisa melewati bahkan tembok sekalipun..


Setelah di pasar ku melihat dari atap rumah salah satu warga yang lumayan tinggi melihat kejadian warga yang tengah disiksa habis habisan oleh segerombolan manusia..


Ku tahan tangan Ming mei yang hendak menolong mereka..


"Nona kita harus membantu mereka"Ucap nya


"Mereka lebih kuat dari mu mei mei kau akan terluka jika kau menolong mereka.. Lebih parah nya juga mereka jumlah nya tidak pas untuk kita.. Kau ingin mendaftar ajal mu ??"Tanya ku.


Ia menghempaskan tangan nya dan melotot ke arah ku..

__ADS_1


"Nona maksud kita itu baik hanya ingin menolong mereka tidak peduli dengan seberapa banyak mereka yang ingin menandingi kita"Ucap nya lalu meloncat ke bawah..


"Mei mei kau begitu keras kepala.. Baiklah aku lihat sebagaimana kau bisa melawan mereka berapa kuat diri mu selama ini di hutan kegelapan"Gumam ku sambil melihat Ming mei yang tengah menghajar beberapa sekumpulan orang berjubah hitam..


Beberapa saat kemudian terlihat seorang prajurit berjubah merah dengan senjata di tangan nya menyerang orang yang berjubah hitam..


Seperti peperangan dalam keadaan yang seperti ini meskipun mei mei terluka beberapa kali karena serangan mereka tapi ia masih bertahan...


Terlihat seseorang pria dengan topeng dan cadar yang menutupi muka nya hendak melakukan penyerangan pada Ming mei..


Ku turun dari loteng meraih pedangnya hingga pedang tersebut jatuh ke tanah..


"Hentikan semua ini atau kalian sendiri yang akan terluka"Ucap ku..


"Hai kalian berdua gadis lemah kenapa ikut campur ?? Ini wilayah kami bukan wilayah mu"Ucap nya..


"Jelas jelas ini wilayah yang mulia Liu kenapa kalian semua ingin mengajak ribut disini"Ucap ku


"Cih yang mulia Liu dengan curang merebut kekuasaan nya kau tidak tau itu ??"Tanya nya..


Sring.. Suara pedang yang hendak menuju ku terdengar langsung di telinga ku dengan cepat ku raih pedang nya dan mengarahkan nya di segala arah..


Beberapa warga terlihat yang sedang menahan sakit di tanah dengan darah yang berada di jubah mereka...


Terus ku lakukan ini dengan semampu ku sebelum nya terdengar suara dark dan Rizon ingin menolong ku namun ku larang mereka karena ingin melihat kemampuan mereka yang tidak bisa ku lihat mereka kultivasi berapa..


Hingga setelah semua nya dihabisi oleh ku tinggal seorang pria dengan kunciran gulungan di kepala nya berambut hitam terbaring setengah sadar ditanah..


"Huh melelahkan benar kan mei ??"Tanya ku..


"Benar nona ini sangat melelahkan terima kasih karena sudah membantu"Ucap nya

__ADS_1


"Hem.."Ucap ku ku alihkan pandangan ku pada seseorang yang tengah melihat ke jadian ditempat sebelum nya aku melihat peperangan ini..


Setelah ia merasa di pandangi ia segera berbalik badan dan meloncat kebawah menghindar dari tatapan ku..


Aku tidak bisa mengenali nya karena wajah nya bercadar..


Saat aku hendak mengejarnya terdengar suara teriakan dari belakang ku..


"Nona awas !!"Teriak mei dari belakang ku hingga ia mendesah kesakitan di dada nya karena menolong ku.


"Ming Mei !!!"Teriak ku..


Ku angkat kepala nya di paha ku dan tidak fokus dengan arah kedepan hingga seseorang menampar pipi ku hingga cadar ku terlepas dari wajah ku..


Ku pelototi ia yang juga terkaget dengan Wajah ku..


"Kau.."Ucap nya..


"Kau !! Kau bahkan berani sekali menampar diri ku dan membuka cadar ku wahai tuan sok jagoan"Ucap ku berdiri sambil mengambil pedang milikku berwarna biru pedang sakti ku yang ku dapat dihutan kegelapan..


"Pedang itu.."Ucap nya..


"Ada apa ?? Kau mengenal nya tuan ?? Jika kau mengenal nya.. Kau sudah terlambat untuk hidup !!"Bentak ku lalu ku silangkan pedang ku hingga membentuk huruf X hingga tubuh pria itu terbagi menjadi 4 bagian..


"Nona.."Panggil seseorang dari belakang ku..


Ku berbalik menatap nya mata ku terkaget melihat Fei yang tengah berjalan dengan gontai gantai menuju diri ku..


"Fei.. Kau.. Bagaimana kau bisa ada disini ?"Tanya ku sambil memapah nya..


"Nona.. Anda.."Ucap nya..

__ADS_1


"Jangan beritahu kepada siapa pun jika kau tau apa maksud dari semua ini"Ucap ku sambil mengarahkan jari telunjuk ku kemulut ia menganggukan kepala nya..


Ku angkat tangan ku hingga mengeluarkan cahaya biru berputar putar di atas tangan ku ku raih perlahan cahaya itu ku pegang sekitaran dada nya hingga ia terjatuh pingsan..


__ADS_2