Permaisuri Ku Yang Hebat

Permaisuri Ku Yang Hebat
season #2 eps 4


__ADS_3

"Jihan apa yang kamu lakukan disitu kemarilah"Ucap Presdir melihat Jihan yang terdiam didekat pintu


"Ah saya hanya ingin mengirimkan ini sesuai perintah Nadia Presdir saya taruh disini ya"Ucap Jihan mendorong kursi roda itu hingga di dekat shuo dan Presdir


"Oh iya terima kasih"Ucap Presdir


"Siapa yang terluka apakah anda Presdir ??Bagaimana sakit tidak ??"Tanya Jihan


"eh bukan aku shuo yang sakit"Ucap Presdir melepas tangan Jihan yang menyentuh bahu nya


"Eh ehe maaf Presdir saya kira anda"Ucap Jihan


"Iya tidak apa apa"Ucap Presdir berdiri menuju kursi roda tersebut


Jihan melirik shuo dengan perasaan yang tak bisa di tebak entah perasaan Jihan bercampur aduk ia bingung sendiri dengan perasaan nya.


Senang,Sedih,Kecewa,Kasihan, dan berbagai perasaan lainnya bercampur satu ketika ia mengira Presdir yang terluka tapi malah shuo.


Ah sudah lah yang penting Presdir tidak apa apa untuk shuo semoga cepat sembuh itu saja


Batin Jihan.


"Naiklah kemari aku akan mencuti kan mu"Ucap Presdir


"Ap-Apa cuti ??Kenapa ??"Tanya Shuo


"Aku takut jika kamu tak fokus pada pekerjaan apakah kamu masih kuat bekerja dengan kaki yang terluka seperti itu"Ucap Presdir


"Saya..Saya masih kuat kok"Ucap Shuo


"Aku tidak izinkan kamu untuk bekerja, aku akan mengantarkan mu pulang"Ucap Presdir


"Pre-Presdir saya..Saya masih kuat bekerja anda jangan berlebihan"Ucap Shuo


Presdir menatap tajam shuo membuat shuo memalingkan wajah nya dan menghela nafas kasar


"Baiklah, aku akan ambil cuti itu. Tapi bukan anda yang mengantarkan pulang aku ingin pegawai Jihan saja yang mengantarkan nya"Ucap Shuo


"Baiklah ambil cuti 3 hari setelah itu kamu boleh kembali"Ucap Presdir


"Iya"Ucap Shuo


Presdir hendak memapah shuo namun di halangi oleh Jihan ia yang menggantikan shuo untuk membantududuk di atas kursi roda.

__ADS_1


Jihan mendorong kursi roda itu meninggalkan ruangan Presdir setelah berpamitan.


Tidak lama lagi permainan kedua ini di mulai


Batin Presdir tersenyum sekilas lalu menghilang ditelan udara.


Seseorang menggerakkan kaki nya ia membuka mata nya perlahan ruangan gelap dan sempit itu yang dilihat nya.


Ia membuka lemari tersebut dan memegang pelipis kepala nya.


"Ya ampun kenapa aku sampai disini ??Bukan kah tadi aku sedang kerja"Ucap orang itu


Disisi lain Jihan sedang membantu shuo untuk duduk di atas kursi yang sudah tersedia di mobil.


"Pelan pelan"Ucap Jihan


"Iya kak"Ucap Shuo tersenyum ke arah Jihan lalu duduk di sebelah kursi kemudi.


Jihan melipat kursi roda itu lalu ditaruhkan nya di belakang shuo (Kursi mobil belakang).


Setelah nya ia berjalan memutar dan duduk di sebelah shuo.


Ia menyalakan mobil dan menjauh dari perusahaan.


"Kau tidak apa apa kan ??"Tanya Jihan


"Shuo dengarkan aku ketika berbicara"Ucap Jihan


"Iya kak aku dengar"Ucap Shuo


"Shuo, apakah kamu menemukan kejanggalan di Presdir ??"Tanya Jihan sesekali melirik shuo


"Tidak"Ucap Shuo


"Aku merasa ada yang aneh dengan Presdir"Ucap Jihan


"Itu perasaan mu saja kakak jangan berlebihan"Ucap Shuo


"Tidak..Yaudah lah"Ucap Jihan ia mendesah frustasi tidak menemukan jawaban yang memuaskan dari shuo adik nya itu


"Setelah ini kita kemana ?"Tanya Shuo meletakan kembali handphone nya di tas nya


"Ke tempat kak Joan"Ucap Jihan memencet gas nya pelan setelah lampu hijau menyala

__ADS_1


"Tidak kak antarkan aku di apartemen saja"Ucap Shuo


"Apa apaan ini apakah kamu tak merindukan kakak mu itu??Dasar"Ucap Jihan menjitak kepala Shuo


"Bukan itu yang ku maksud aku rindu tapi dilihat kondisi aku tak bisa berjalan"Ucap Shuo


"Iya aku tau..Yaudah kita ke apartemen kamu saja"Ucap Jihan


"Iya"Ucap Shuo


Setelah pembicaraan itu hening hanya ada suara kendaraan yang melintas.


Tak membutuhkan waktu lama shuo dan Jihan sampai di parkiran apartemen penginapan milik shuo dan Cici.


Jihan keluar terlebih dahulu lalu membuka pintu belakang untuk mengambil kursi roda.


Ia membuka lipatan kursi itu lalu membantu shuo untuk turun dari mobil.


"Aneh tak seperti biasanya apartemen kamu sepi apa lagi di loby ini ada kejanggalannya"Ucap Jihan melihat lihat


"Perasaan kakak ajah sekarang masih belum terlalu siang mereka pasti sibuk bekerja"Ucap Shuo


"Iya yaudah apartemen kamu dilantai berapa ??"Tanya Jihan


"Pencet ajah tombol 36 draf 4"Ucap Shuo


"Baiklah"Ucap Jihan


Jihan mengeluarkan handphone nya mengirim SMS pada seseorang.


Setelah bunyi lift terdengar Jihan dengan cepat menyakukan handphone nya di saku nya lalu keluar dari lift sambil mendorong kursi roda.


Shuo menggeser kartu dan membuka pintu tersebut.


"Tada!! Surprise"Ucap seseorang itu bersorak


"Ha ??"Shuo terbengong


"Ya ampun oh astaga my baby ada apa dengan diri mu??Kenapa kamu memakai kursi roda"Ucap Fian teman akrab shuo selama 1/2 tahun terakhir


"Tidak apa apa aku alay kan lebih baik aku berdiri saja"ucap Shuo dengan secepat kilat semua nya memegang bahu dan menekan bahu shuo sehingga shuo tergelak duduk kembali


"Baiklah aku mengalah!"Bentak shuo l

__ADS_1


***


Novel fantasi nya di eps selanjutnya 😊tunggu up selanjutkan ok


__ADS_2