Permaisuri Ku Yang Hebat

Permaisuri Ku Yang Hebat
Season #2 eps 2


__ADS_3

"Apa !!! Benarkah kau tidak bohong ??" Bentak Cici


"Iya sumpah aku gak bohong lagian aku gak terlalu suka halu kali" Ucap Shuo


"Aku harus bagaimana" Ucap Cici mengigit kuku nya sambil berjalan mundar-mandir


"Maksud nya bagaimana itu gimana ??" Tanya Shuo


"Aku gak tau, apakah aku harus menunjukan rasa senang atau tidak"Ucap Cici menjatuhkan tubuh nya di atas ranjang dengan kasar frustasi


"Ya tergantung pada mu eh tapi jangan lupa kamu belum berbicara terima kasih pada nya" Ucap Shuo


"Terima kasih buat apa aku ajah gak suka dengan Dia cih"Ucap Cici


"Yah walaupun begitu ia dengan hati yang berat menggendong mu hingga sampai di apartemen" Ucap Shuo


"Aku tidak perduli ah sudah lah apakah kau tadi masak ?? Dengar perut ku tidak aku lapar" Ucap Cici


"Yaudah makan yuk sarapan lalu berangkat kerja" Ucap Shuo


"Okay" Ucap Cici bangkit lalu menggandeng shuo dan berjalan menuju dapur


****


"Dah"Ucap Cici


"Dah"Jawab shuo


akhirnya setelah salam perpisahan tersebut mereka menuju keruangan masing masing dan mulai mengecek jadwal kerja mereka hari ini.


"Shuo bisa kah kau mengantarkan ini ke ruangan Presdir ??" Ucap putri salah satu karyawan kepercayaan Nadia (Manajer)


"Bisa bawa sini"Ucap Shuo

__ADS_1


"Dibagian ini kamu minta Presdir untuk menanda tangani nya dan jadwal rapat pukul 11.00 siang nanti di restoran Y"ucap putri


"Loh mbak Vivi (Sekertaris) kemana loh ??" Tanya Shuo


"Mbak Vivi izin dia sedang hamil jadi nya gak bisa masuk selama 4 bulan kedepan"Ucap putri


"Wah panjang umur yah buat mbak Vivi hehe" Ucap Shuo


"iya nanti aku sampaikan jangan lupa minta tanda tangan ke Presdir yah"Ucap putri


"Iya"Ucap Shuo


Putri membuka pintu dan menutup nya kembali, kembali keruangan kerjaan nya semula shuo pun mengecek berkas yang diberikan oleh putri


"Aneh kenapa berkas nya tebal ??" Tanya Shuo sendiri


Ia membuka perlembar halaman berulang ulang Hingga sampailah pada tulisan yang tidak asing bagi shuo


Game mimpi dalam kesadaran dan seperti kenyataan


"Sudah dipastikan dalam game permainan ini sudah ada korban sebanyak 70 kali dalam sebulan dan diperkirakan 800 lebih korban dalam setahun" Ucap Shuo membaca


"What! Coba coba baca daftar nama nya" Ucap Shuo


Ia menyimak sepanjang nama di berkas tersebut setelah mengecek 3 lembaran isi pernama akhirnya shuo menemukan data nama panjang nya disana


"Sialan"Ucap Shuo menggebrak meja dengan berkas itu lalu berdiri menuju ruangan Presdir nya


Shuo memencet tombol lift lalu menekan tombol 25 lantai Presdir sepanjang waktu ia hanya menggerutu saja ia frustasi dengan keadaan nya


"Bagaimana bisa aku di permainkan seperti ini aghh" Ucap Shuo


Ting. Lantai terbuka dengan segera shuo melangkahkan kaki nya dengan cepat tanpa mengetuk pintu shuo mendobrak pintu tersebut

__ADS_1


Shuo dengan tatapan marah pun langsung melemparkan berkas itu secara tidak sopan di meja Presdir


"Apa yang kamu lakukan apa kamu tak punya tata Krama"Bentak Presdir tersebut


"Apa maksud nya data formulir game permainan itu !!!" Ucap Shuo


"Apa maksud mu ??" Tanya presdir masih tak mengerti


"Baca saja"Ucap Shuo melipatkan kedua tangan nya


Presdir tersebut membuka berkas tersebut lalu mulai membaca satu persatu halaman disaat beberapa halaman Presdir tersebut menaikan alis nya sebelah


"Lalu kau mau apa jika seperti ini ??" Ucap Presdir tersebut melipatkan kedua jari nya di atas meja


"Pak anda mempermainkan game center seperti ini itu banyak korban yang anda permainkan"Ucap Shuo


"Hei ini memang permainan dan kau tahu ini adalah sebuah permainan yang sangat seru ehm..Ku tebak kau adalah salah satu korban nya bukan"Ucap Presdir tersebut


"Pak anda jangan sampai mempermainkan permainan yang bisa menyangkut masa depan orang orang"Ucap Shuo


"Apa maksud mu ??Aku tak mempermainkan masa depan orang mereka sendiri yang telah membaca komik/novel hasil ciptaan orang orang dan aplikasi tersebut bukan dari perusahaan saya aku hanya mengabulkan permintaan mereka yang halusinasi nya di luar jangkauan"Ucap Presdir tersebut


"Pak saya pernah mengalami nya saya pernah di suruh memilih hidup di antara di dunia masa lalu dan masa kini"Ucap Shuo


"Hei shuo biar ku beritahu aku..Tidak pernah mengirimkan orang orang ke dunia masa lalu. Mereka yang menjadi korban atas dasar kelemahan nya akan diberikan kesempatan kedua untuk membalas dendam. Kau yang menjadi korban permainan pasti mengalami nya kan ??" Tanya presdir tersebut


"Ah"Ucap Shuo memegang pelipis kepala nya karena pusing dengan segera Presdir tersebut meninggalkan kursi&meja nya dan datang menolong ke shuo


"Istirahat lah dulu aku tau kau butuh waktu untuk menyadari nya"Ucap Presdir tersebut


Presdir tersebut memapah shuo ke kamar pribadinya dan membantu shuo untuk merebahkan badan nya di atas nya


"Istirahat lah sejenak"Ucap Presdir tersebut shuo hanya melirik tak berkata kata ia menutup mata nya perlahan

__ADS_1


Maaf aku harus berbohong kepada mu Ucap Presdir tersebut mengelus dahi shuo dan mengecup nya pelan lalu meninggalkan nya


__ADS_2