
"Tuan apa ada yang bisa saya bantu ??" Tanya Nadia
"Aku meminta tolong kepada mu untuk menjaga shuo sebentar ia sedang istirahat aku akan keluar membeli sesuatu"Ucap Presdir
Nadia melirik kamar dengan pintu yang terbuka ia melihat seorang perempuan tidur terlentang di kamar tersebut
"Bagaimana bisa tidak ??Tidak mungkin kamu tak bisa aku hanya minta tolong kamu saja untuk menjaga nya"Ucap Presdir tersebut
"Baik saya rasa saya perlu membawa laptop saya kemari untuk mengerjakan tugas sekaligus membantu untuk menjaga shuo"Ucap Nadia
"Baiklah asalkan kamu bisa menjaga nya"Ucap Presdir tersebut
"Baik"Ucap Nadia
Akhirnya Presdir tersebut keluar diikuti oleh Nadia dari belakang
***
"Apa apaan ini"Ucap Nadia melihat adegan dimana shuo melemparkan berkas secara kasar di hadapan Presdir
"Shuo ini kelewatan"Ucap Nadia memegang kepala nya
Nadia terkaget mendengar suara gelas jatuh dari kamar. Akhirnya Nadia bangun dari duduk nya meninggalkan laptop nya diatas meja menuju kamar tersebut.
"Aghh"Ucap Shuo terkena kaca yang menusuk paha nya
"Ya ampun shuo apa yang kamu lakukan"Ucap Nadia ia berlari menuju shuo ia membereskan kaca terlebih dahulu lalu membantu mengangkat shuo
"Mbak sakit"Rintih shuo
"Iya bentar aku ambilkan obat terlebih dahulu" Ucap Nadia
Ia berlari mencari kotak p3k ia membuka satu persatu laci setelah menemukan nya ia berjalan ke arah shuo
"Mbak pelan pelan"Ucap Shuo
"Iya shuo ini mbak sudah pelan sabar ya tahan"Ucap Nadia
__ADS_1
shuo memejamkan mata nya ia menahan sakit ia mencengkram lengan Nadia dengan kuat membuka Nadia tau betapa sakit nya sebuah kaca berukuran 3 cm itu ketika di cabut
"Ahh"Teriak shuo saat kaca itu berhasil di cabut
Nadia melirik shuo ia juga merasa kasian terhadap karyawan nya lalu ia memberi perban terhadap shuo
"Setelah ini selesai kok"Ucap Nadia
"Iya mbak"Ucap Shuo
"Shuo mbak boleh bicara sesuatu gak ??" Tanya Nadia
"Boleh apa mbak ??"Tanya Shuo
"Kamu tahu gak perbuatan tadi kamu bisa di pecat loh sama Presdir dan itu baru pertama kali nya Presdir di perlakukan seperti itu kepada karyawan nya"Ucap Nadia sesekali melirik shuo terlihat shuo merenungkan pembicara Nadia
"Iya mbak aku tau kok, lagi pula aku tadi hanya emosi terhadap Presdir mengenai game center seperti ini. aku hanya merasa tidak adil jika game ini di teruskan"Ucap Shuo
"Game ??"Tanya Nadia
"Enggak belum tau, mbak hanya tau perusahaan ini mempromosikan sesuatu tapi masih belum tau jika perusahaan ini merikrut game center seperti ini"Ucap Nadia
"Oh"Ucap Shuo
"Yaudah, mbak sudah perban luka kamu jangan bergerak dulu mbak minta tolong sama seseorang untuk menyiapkan kursi roda"Ucap Nadia
"Eh kursi roda ??Enggak mbak gak usah lagian luka ini cuman 2-3 cm doang kok gak terlalu terbuka aku masih kuat berjalan"Ucap Shuo
"Tapi.."Ucap Nadia terpotong
"Loh sudah sadar"Ucap Presdir tiba tiba meletakan kantong entah apa isi nya di atas laci
"Aduh"Ucap Presdir tak sengaja tergores kaca
"Apa ini ??Kenapa ada kaca"Ucap Presdir
"Eh maaf Presdir saya belum membereskan nya"Ucap Nadia berjalan ke arah Presdir lalu mengambil kaca tersebut
__ADS_1
"Ada apa ??apa ada yang terluka itu..Kenapa di perban"Ucap Presdir melihat paha shuo
"Tidak apa apa hanya terluka sedikit"Ucap shuo
"Ehm..Saya akan membereskan ini sekaligus menyuruh orang untuk membawa kursi roda untuk shuo permisi"Ucap Nadia
"Mbak gak usah"Teriak shuo Nadia melirik dekat lalu melanjutkan perjalanan nya kembali
"Apakah sakit ??"Tanya Presdir shuo melirik Presdir
"Tidak luka nya kecil tidak terlalu sakit"Ucap Shuo
"Bisa berjalan ??" Tanya presdir
"Kau pikir kaki ku habis di potong sehingga gak bisa berjalan"Ucap Shuo
"Yah, kan luka nya ada di kaki kanan mu lagi pula hanya bertanya apa susah nya sih tinggal menjawab"Ucap Presdir
"Tidak Presdir yang tampan dan gagah saya tak sakit dan masih bisa berjalan ok"Ucap Shuo
"Tidak itu pasti sakit apa perlu saya panggilkan dokter ??"Tanya presdir
"Yang sebenarnya sakit disini itu siapa sih anda atau saya!!"Bentak shuo
"Nah kan ngaku kamu sakit yaudah aku panggilkan dokter"Ucap Presdir tersebut beranjak dari duduk nya
"Presdir tidak usah aghh"Ucap Shuo terjatuh dengan segera Presdir menolong shuo dan menggendong nya
"Pre-Presdir saya masih bisa berjalan turun kan saya"Ucap Shuo meronta
"Halah kamu tadi berjalan belum selangkah saja sudah jatuh dan kamu bilang masih bisa berjalan"Ucap Presdir
Shuo yang mendengar itu hanya malu sendiri mendengar ucapan Presdir tersebut. Ia mengalungkan tangannya di leher Presdir dan menyembunyikan wajah nya di dada bidang Presdir tersebut. Presdir tersebut tersenyum Melihat tingkah shuo tanpa tersadar seseorang mengepalkan tangan nya
****
Ada yang kangen jihan sama Joan gak ??😗
__ADS_1