Permaisuri Ku Yang Hebat

Permaisuri Ku Yang Hebat
EPS 6


__ADS_3

Shuo pun segera meminta izin pengeluaran dengan alasan ingin fokus dengan ujian kemudian Sofia pun menyetujui nya shuo senang kegirangan ia pun menyusul dimana sahabat nya Leon dan Cici menunggu


"Sudah lama yah menunggu nya?? Maaf yah"Ucap Shuo sambil menutup pintu nya


"Iya gak apa apa gimana hasil nya dibolehkan keluar tidak?"Tanya Cici yang tidak sabar dengan hasilnya


"Yah boleh sih lalu aku harus bagaimana ???" Tanya Shuo


"Shuo kamu tenang lah setelah ujian akhir semester ini kau bisa tinggal di rumah ku"Ucap Cici


"Tapi ci keluarga kamu bagaimana ??"Ucap Shuo bertanya


"Shuo akhir semester setelah aku wisuda orang tua ku pergi ke luar negeri untuk beberapa bulan jadi kita bisa bersenang senang di rumah"Ucap Cici sambil tersenyum

__ADS_1


"Hei kalian jangan melupakan aku"Ucap Leon yang merasa diabaikan


"Eh iya haha ok kamu bisa sering sering datang kerumah ku untuk bermain Len jadi kalo kamu bosan hubungi saja aku dengan Shuo ok"Jawab Sambil menutup mata nya satu


"Baiklah malam ini kau mau kemana shuo ??"Tanya Cici


"Aku pulang saja aku mau melanjutkan pekerjaan ku yang tertunda"Ucap Shuo


"Tidak Ci terima kasih banyak semua kebaikan kalian yang sering membahagia kan aku dan mendapatkan penjelasan yang sangat memuaskan ku"Ucap Shuo berkata sungguh sungguh


"Iya shuo Sama sama"Ucap Leon dan Cici bersamaan Cici pun langsung menancap gas nya menuju rumah Joan yang ditinggali oleh Cici di gudang sebelum nya gudang itu sangat kumuh dan kotor karena shuo suka kebersihan ia membersihkan itu setengah hari baru terlihat rapi walaupun ada kecoak ( Jihan ) yang menganggu kehidupannya selain kecoak ada kuda yang memperhatikan keluar masuk dari dalam gudang membawa sapu, alat pel, alat pembersih debu, berbagai macam alat lain lain nya setelah ditata tapi Shuo mendapatkan ada pintu dibalik kayu kayu ia membuka nya berusaha sekuat tenaga Brak.. Pintu itu terbuka ada sebuah mayat wanita lalu shuo berteriak dan keluarlah sih kecoak dan kuda memasuki gudang tersebut mencari sumber suara yang teriak terdapat pintu yang dibuka mereka memasuki betapa terkejutnya mereka berdua mendapatkan mayat ibu nya dikamar mandi situ si kecoak memfitnah shuo bahwa ia yang membunuh ibu nya hingga Joan memukul shuo berulang kali tanpa menghiraukan kata ampun dan maaf dari shuo setelah shuo pingsan lemas tak berdaya dengan luka ditubuhnya Joan memerintahkan pelayan bibi Xu untuk mengangkat tubuh Shuo kedalam kamar dan mengobati nya karena ia tidak mau membiarkan shuo mati hanya karena cambukan dan pukulan lain nya ( Sorry author sedikit menceritakan tentang asal usul gudang itu yah hehe )


Kembali pada shuo yang sudah sampai di rumah besar nya tak lupa mengucapkan terima kasih kepada teman teman nya Cici dan Leon pun meninggalkan kompleks rumah itu masuk lah ia kedalam rumah itu ia pikir tidak ada orang dirumah nya ternyata ada Jihan dan Joan yang sudah menunggu diruang tamu sambil memainkan ponsel shuo tidak memperdulikan nya ia langsung masuk kekamar namun dicegah oleh Jihan karena ia memanggil nama nya

__ADS_1


"Dari mana saja kau ??Ingat waktu juga kamu"Ucap Jihan


"Kau tidak perlu tahu aku dari mana kau tanyakan saja sama kakak kebanggan mu itu dan tidak ada urusan nya sama kamu aku pergi atau tidak"Ucap shuo


"Kamu makin hari makin berani yah sama aku !! Kau tidak takut mati kayak ibu Joanna"Ucap Jihan keceplosan Joan pun kaget dengan perkataan Jihan


"Apa maksud mu Jihan !!"Tanya Joan dengan sedikit membentak


"Ma-maksud ku aku..." Ucapan Jihan dipotong oleh Joan yang sedang memuncak emosi nya


*****


Sejujurnya author males banget nulis novel ini guys tapi author akan tetap nulis walaupun karakter Jihan sangat tidak memungkinkan untuk ditulis di episode beberapa kedepan nanti author akan buat Joan terpukul dan disaat meminta permintaan maaf dari Shuo namun shuo berubah sifat hehe -,-

__ADS_1


__ADS_2