
Sejak terjadi peristiwa itu shuo hanya berdiam diri tak membicarakan sesuatu hal.
Bahkan shuo sering berteriak teriak tak jelas sehingga saat shuo di penjara sering di bully menyebabkan pemberontak yang sangat besar yang di alami oleh shuo.
Polisi menyerah dengan keadaan shuo ia di kirim menggunakan ambulance khusus RSJ ( Rumah sakit jiwa )
Sama dengan sebelum nya walaupun ia mendengar suara menggiang shuo tetap diam melamun seorang diri.
Tak ada yang tau apa yang di pikirkan oleh shuo kecuali diri sendiri, author dan tuhan yang tau.
Bahkan Leon turut berduka dengan kejadian yang di alami oleh shuo.
Leon menyayangi shuo walaupun Leon sudah punya istri.
Shuo sudah di anggap nya sebagai adik sendiri tidak lebih.
Saat ini Leon sedang berjalan menuju ruangan shuo.
Firasat yang di miliki oleh Leon semakin mendekat ke ruangan shuo semakin pula rasa nya tidak enak.
"Mas tidak apa apa ??" tanya istri Leon yang bernama fita
"entah lah perasaan ku gak enak sayang"ucap Leon
"semoga saja hal buruk tidak terjadi"ucap Fita tersenyum
"iya sayang"ucap Leon membalas senyum Fita dan masih dengan langkahan yang sama sepasang kekasih itu berjalan menuju lift
tak butuh lama hanya beberapa detik lift sudah sampai di lantai 3.
Suara teriakan membuat Leon curiga Fita dan Leon itu berjalan cepat menuju ruangan shuo.
Leon membuka kamar milik shuo, mata Leon dan Fita membelalak ketika terdapat mayat dengan pisau di dada tergeletak di pojokan tak jauh dari pintu.
Terlihat dokter sedang berusaha meminum kan sesuatu dengan paksa untuk shuo.
Dengan cepat Leon merebut dan membuang nya di sembarang tempat.
"Apa yang kau lakukan dengan adik ku ha !!!" bentak Leon terhadap dokter itu
"Kau tak lihat suster rumah sakit jiwa ini di bunuh oleh pasien ini jika tidak di tenangkan maka ia akan semakin menjadi" ucap dokter
"Maksud mu apa ?? shuo ku Tak akan pernah melakukan hal itu aku percaya sama dia"Ucap Leon
"Tuan rumah sakit ini banyak kejadian yang tak terduga semacam ini. kita sudah tidak terkejut lagi karena memang banyak korban yang sudah hampir di bunuh oleh sekitaran pasien. dan pihak dari kepolisian telah bekerja sama dengan pemilik RSJ ini jika ada kasus seperti ini dengan terpaksa dan permohonan maaf sebesar besar nya dengan keluarga pasien tersangka akan di minum kan benda cair ini" Ucap suster tersebut
__ADS_1
"Kalian gila semua gila kalian keluar sekarang !!!" Ucap Leon
Dengan helaan nafas dari dokter dan suster itu mereka keluar. Leon menatap Fita Fita mengangguk dan Fita melakukan pemeriksaan terhadap shuo.
"Ada apa ??"Tanya Leon menatap Fita terlihat Fita terdiam sambil memegangi denyut nadi shuo sambil menatap suami nya
"Uhuk uhuk"Batuk shuo mengeluarkan busa
"Su-Shuo.."Ucap Leon
"Dia sudah tidak bernyawa"Ucap Fita menurunkan tangan Shuo
Leon terkejut ia tak menduga hal ini..
Leon menatap kosong wajah shuo.
Sedangkan Fita ia mengambil mangkuk kecil tadi yang berisi benda cair itu.
Tentu saja dengan sapu tangan jika tidak sidik jari Fita akan menempel selain sidik jari dokter tadi.
Fita berjongkok sambil mencium aroma mangkuk kecil itu.
"Mangkuk ini beracun apa yang dikatakan oleh dokter itu tadi benar racun bisa"Ucap Fita
"Kemungkinan racun ini obat penenang serta bisa ular dicampur"Imbuh Fita
****
Kembali kepada posisi shuo dengan arwah yang tidak tenang.
Shuo menangis dalam diam berdiri menggelantung di pojokan dekat mayat wanita suster itu.
Menatapi Leon dan Fita yang sedang memperhatikan badan nya.
Hufft ada pasien lagi dong hehe akhirnya
Ucap seseorang itu memperhatikan shuo
Clang.. Suara vas plastik itu terjatuh shuo terkaget dan menatap vas itu dan menghilang disaat Leon menyentuh vas itu.
"Aghhh"Rintih shuo badan nya di tali oleh benang jiwa merah
"Kenapa ?? Apakah benang itu menyakiti mu gadis kecil ku ??" Ucap orang itu
"Siapa kau sialan !!!"Ucap Shuo berusaha meronta
__ADS_1
"Ben nama ku Ben Sihombing mine alam ketiga"Ucap Ben
"Alam ketiga alam ketiga aku pun tak tau alam ketiga itu apa yang penting aku berasal dari bumi haha"Ucap Shuo dengan otak gesrek nya kembali terbuka membanggakan bumi tempat kelahiran nya
"Heh bumi itu tempat sementara kamu hanya kau menyangkut saja disana"Ucap Ben dengan gampang nya
"Sialan"Ucap Shuo melemparkan sepatu nya mengenai wajah Ben
"Kau yang sialan dasar gadis licik"Ucap Ben
"Kalo aku licik kau apa ?? polos ??"Ucap Shuo
"Ya tidak gitu juga kali"Ucap Ben
"Nah itu tau"Ucap Shuo
"Tapi perkataan ku tadi benar kamu berasal dari langit ketiga, uh jodoh ku~"Ucap Ben merentangkan kedua tangan nya kedepan
"Eh eh siapa jodoh mu aku bukan jodoh mu sialan"Ucap Shuo
"Kau langit ketiga aku alam ketiga pas kan tiga tiga apakah kamu tak rindu dengan ku sekian lama setelah 3000 tahun aku menunggu mu ternyata kau acuh tak acuh dengan ku"Ucap Ben
"Ya, soal itu kamu saja tidak menjelaskan dengan sebenarnya malah bicara tentang jodoh"Ucap Shuo
"Apa aku belum mengatakan yang sebenarnya ??"Tanya Ben sambil berpikir
"Idi*t!!"Bentak shuo
Ben menatap shuo. "Sudah lah sudah tidak terlalu penting ini apa maksud mu mengikat ku seperti ini" Ucap Shuo meronta
"Eh tenang sayang tenang benang itu tydak akan menyakiti mu jika kamu diam, benang itu akan semakin erat jika kamu berusaha memberontak"Ucap Ben
Shuo tak berbicara ia berdiam diri menatap Ben
Seperti nya sihir ku kinerja kepada gadis ini.
ASHH kapan aku ditakdir kan dengan jodoh ku dan kapan bertemu nya ?? sialan
Ucap Ben
"Benar ini tak menyakiti ku jika aku tidak bergerak"Ucap Shuo tiba tiba
"Eh kau..Kau bisa berbicara"Ucap Ben
"Sialan emang aku bisu sehingga aku tidak berbicara tadi aku hanya melakukan percobaan saja apakah petunjuk mu bekerja eh ternyata bekerja hehe ku kira aku bakalan kesakitan disini" Ucap Shuo
__ADS_1
Tak bekerja kah ?? bukan kah sihir ku bekerja selama 1 hari
Batin Ben