
Waktu itu harinya mendung, berawan saat sedang jalan - jalan untuk menenangkan pikiran Permaisuri Shi lan. Ami yang berada di samping nya bersikeras untuk menemani Permaisuri, tapi Permaisuri yang sedang dalam keadaan sedih mengatakan dia sedang ingin sendiri. Ami yang melihat raut wajah Permaisuri dengan senyum yang di paksakan itu dan mata yang seperti ingin menangis itu pun mengerti, menganggukan kepalanya dan berkata
"Saya mengerti permaisuri, tapi saya mohon kepada anda agar kembali secepat nya, karna cuaca sedang tidak baik saat ini"
Dengan wajah yang khawatir Ami menundukkan kepalanya lalu menegakkan tubuhnya dan berbalik,pergi meninggal kan Permaisuri sendirian, seperti yang permaisuri pinta.Permaisuri pun melanjut kan jalan jalan nya ke hutan barat kerajaan, tempat yang sering dia kunjungi untuk menenangkan pikiran. Hutan ini di buat atas permintaan Permaisuri pertama kerajaan dan sering di gunakan beliau sebagai tempat piknik dengan kaisar pertama. Karena itu tempat ini aman dari hewan buas.
"hahhh...lagi lagi aku di marahi oleh kaisar" gerutu Permaisuri mengingat kembali kejadian hari ini
Sekitar 1 Jam yang lalu,saat itu Permaisuri sedang mengurus beberapa pekerjaan saat itu lah kaisar menerobos masuk,memarahi dan meneriaki Permaisuri dengan suara yang keras berkata bahwa Permaisuri telah menggelap kan dana pembangunan irigasi persawahan di bagian timur kerajaan.
Padahal Kaisar tahu dengan pasti itu bukan Permaisuri,dia hanya ingin mencari alasan agar bisa menyingkir kan permaisuri dari kursi Permaisuri,bahkan setelah Permaisuri menyerah kan semua bukti yang membuktikan dirinya tidak bersalah dia tetap memerahi Permaisuri mengatakan Permaisuri tidak becus memilih bawahan padahal Kaisar tahu dengan pasti bahwa sebagai permaisuri dia tidak memiliki kekuasaan mutlak untuk melakukan itu. Gara gara kejadian itu akhir nya semua pekerjaan Permaisuri di serah kan kepada Selir Liang Selir kesayangan nya itu
"Sakit...bekas tampara nya masih sangat menyakit kan" Pikir permaisuri sambil mengelus pipi nya "ini gara gara wanita itu...Selir Liang, dia menuduh ku menggelap kan dana itu dan melapor kan ku kepada kaisar" Cetus Permaisuri
Permaisuri sedari tadi hanya menyalah kan Selir Liang perempuan tidak tau diri, tak tau terimakasih di butakan oleh uang dan kekuasaan dengan wajah cantik nan rupawan dengan sifat nya yang licik, keji dan kejam dia merayu kaisar dan membuat nya tenggelam dalam lautan asmara. Membuat Kaisar tidak dapat membedakan yang baik dan buruk lagi yang mana ilusi dan yang mana Kenyataan
Mimikir kan Perempuan itu membuat ku mengingat kejadian 2 tahun lalu.Saat itu adalah bulan bulan Pertama menjadi Permaisuri.Permaisuri diminta melakukan pemantau pembangunan rumah sakit untuk rakyat biasa dan untuk mereka yang kurang mampu
__ADS_1
Permaisuri yang sedang jalan jalan di daerah sekitar rumah sakit melihat Liang. Dia dulu nya hanya seorang Pengemis yang sedang berada di ujung jalan dengan tangan menengadah ke atas,memegang mangkuk kecoklatan dari kayu yang sudah lapuk dan rapuh terbawa angin waktu
Permaisuri melihat Liang saat itu awal dari segala mimpi buruk ku...Mungkin seharus nya saat itu, aku tak pernah menghiraukan nya, mungkin seharus nya saat itu aku membiar kan Liang mati kelaparan, atau di jadikan gisaeng.Tapi Permaisuri malah mengulurkan tangan nya kepada Liang membantunya keluar dari kesengsaraan dan keputusasaan
Permaisuri hanya berharap akhir kisah mereka berdua akan menyenang kan suatu hari nanti walau pun harus mengalami masa masa kesulitan
***
"Maaf kan aku Permasirui pernah menjadi perempuan yang tidak tau malu" Sahut Liang saat mendegar cerita permaisuri
"Tidak apa apa Liang ! Setidak nya kau masih menyesali perbuatan mu"
Hingga terdengar suara seperti langkah kaki yang sedang berlari menuju ke perkemahan Liang
"Permaisuri aku memiliki firasat buruk , apa kau masih kuat jika kau masih kuat maka lari lah sejauh mungkin" Liang benar benar khawatir dengan keadaan Permaisuri takut yang datang adalah Kaisar Bei
"Tapi bagaimana dengan diri mu, suami mu dan anak mu ???" Sahut Permaisuri
__ADS_1
"Permaisuri aku sudah memfitnah mu dulu !!! hingga membuat adik mu meninggal tidak apa apa ini sudah waktu nya aku membayar !!! cepat lari"
"Liang...."
"Cepat Mereka semakin dekat"
"Eh...." Permaisuri berlari dengan cepat meninggal kan tempat Liang dan masuk ke dalam hutan dengan keadaan seperti ini dia tidak mungkin melawan Kaisar Bei untuk saat ini
PENGUMUMAN
CERITA INI DIA BUAT OLEH AUTHOR NADIRA ;)
Author utama tumbang lagi !!! tidak bisa terlalu lama terpapar cahaya 😐😐
#Alay bet deh lu Thor !!! 😒😒😒
Gue tabok lu ngatain gue alay !!! Canda :v
__ADS_1
Udah di bilang Author Nadira pakai kacamata mata lu itu dah minus masih aja kagak pakai kacamata !!!
Mata gue cantik nggak mau pakai kacamata !!!#Alasan mu tak logis untuk kesehatan mata mu😒😒😒