
"Salam Permaisuri Devika"
"Ada apa ?"
"Putri Ayumi sudah kembali"
"Suruh dia untuk menemui ku sekarang juga"
"Baik Permaisuri ! hamba permisi"
Setelah beberapa saat Putri Ayumi pun menghadap Permaisuri Devika
"Salam Ibu suri"
"Ayumi kenapa kau kembali begitu cepat ?"
Permaisuri Devika langsung berbicara ke inti nya
"Ibu suri aku sudah membut perpecahan antara Kaisar Li dan Putra nya, bahkan anak perempuan nya kini sudah menjadi mandul ibu suri"
"Tapi tetap saja putri ku kau harus hati hati ! kembali lah ke Negri Hui dan bunuh Permaisuri Shi Lan beserta seluruh Keluarga nya hingga tidak ada tersisa lagi"
"Baik Ibu suri kalau begitu hamba permisi, salam !!!"
" Apa kau ini hanya menganggap ku sebagai alat ? Aku ini anak mu...aku pulang karna merindukan mu bu tapi kau malah menyuruh ku untuk pergi lagi !!! Heh...aku harap kutukan Permaisuri Shi Lan tidak berhenti di 7 keturunan saja !!! mulai saat ini aku tidak akan menganggap mu ibu lagi aku benar benar membenci mu" cetus Putri Ayumi dalam hati
Baru saja kembali Ayumi di perintahkan lagi untuk pergi, di sisi lain Pangeran Yuki sudah bertemu kakek nya yang sudah beberapa hari ini dia cari
"Permisi Tuan"
"Ada apa anak muda ?"
"Apakah di gunung ini ada seorang lelaki tua yang tinggal ?"
"Ada"
__ADS_1
"Siapa ?"
"Aku, aku satu satu nya orang yang tinggal di sini"
"Jadi kau...Kakek"
"Siapa kau ?"
"Apa kakek lupa aku adalah Yuki"
"Yuki ? apa kau... cucu ku ?"
"Yaaa..."
"Cucu ku...ayo kita ke gubuk kakek dulu"
"Baiklah"
Di gubuk kakek dan cucu itu bercerita hingga malam Yuki juga memberitahu keadaan kerajaan Hui yang kini rakyat nya sudah makmur dan tentram tetapi orang orang istana selalu menjadi incaran para pembunuh
Dalam Mimpi Pangeran Yuki
"KAKAK............"
"Yuri......"
Sret...! Suara tebasan itu terdengar merobak baju Yuri dari belakang
"YURI" Teriak Pangeran Yuki dalam tidur nya sampai membangun kan Kakek nya
"Kenapa cucu ku apa kau mimpi buruk ?"
"Kek aku mendapat kan firasat buruk kek ayo kita pergi"
Pangeran Yuki langsung memaksakan diri nya untuk berkuda selama 2 hari dengan kakek nya
__ADS_1
Betapa terkejut nya ia saat di lihat nya tidak ada satu pun penduduk di kerajaan nya dan langsung bergegas menuju istana
"Salam Kaisar, hamba berhasil membawa Kaisar terdahulu"
"Ayah"
"Li...anak ku"
"Ayah di mana adik Yuri"
"Dia..." Kaisar Li tidak sanggup mengatakan kebenaran nya di hadapan Pangeran Yuki
"Dia sedang sakit dia menunggu kedatangan mu" Jawab Permaisuri Shi Lan
Pangeran Yuki bergegas menuju kamar Putri Yuri semua pelayan dan prajurit pun terkejut melihat kedatangan Pangeran Yuki
"Yuri...." di lihat nya adik nya dengan wajah yang pucat yang kini masih memejamkan mata nya
"Yuri....adik ku tersayang...perempuan tercantik di negri ini...bangun lah kakak datang membawakan mu hiasan yang begitu cantik...ini adalah sebuah gelang yang begitu indah untuk mu...hanya kau satu satu nya yang pantas memakai gelang ini...hikss hikss Yuri bangun...kakak sudah datang"
"Hahhhh...a...ir..."
"Kau mau minum...pelayan ambil kan air untuk tuan putri"
Pangeran Yuki menyuapi Putri Yuri tetapi dia malah tidak bisa meneguk nya dan keluar dari mulut nya
"Kakak minta maaf jika ini menyalahi aturan sebagai seorang saudara" Pangeran Yuki langsung memberi minum dari mulut nya kepada Putri Yuri yang masih tidak membuka mata nya
"Yuri...siapa yang membuat mu seperti ini kakak akan membalaskan nya bertubi tubi, Yuri cepat lah sembuh dik...kakak rindu saat kau memerahi kakak hiksss ayo bangunn Dik...aaaaaaaaa...."
"Pangeran hamba mohon tenang tabib fusu sedang keluar istana untuk mencari obat nya"
"Apa pun tolong jaga adik ku, aku akan menemui Kaisar dulu"
"Baik Pangeran"
__ADS_1