Permaisuri Yang Berubah

Permaisuri Yang Berubah
Mitoko,Yuki & Yuri


__ADS_3

"Ibu..." Mitoko datang dia menemui Permaisuri sudah menjadi anak yang remaja yang begitu tampan


Sekarang Mitoko sudah berumur 16 tahun walau dia anak tertua dia tidak pernah berharap menjadi pangeran mahkota di berikan tempat tinggal dan di lindungi saja Mitoko sudah berterimakasih


"Kau ?...Mitoko" Sahut Permaisuri yang masih kebingungan "Ini tidak seperti pertukaran sebelum nya kami ingat setiap kejadian tapi kenapa kali ini kami lupa kejadian yang telah kami lakukan !!! ahhh semakin memikir kan nya kepala ku semakin sakit" Cetus Permaisuri dalam hati nya


"Ibu istirahat lah aku kemari untuk membawa kan ibu sup penenang ini akan berguna untuk memulih kan kesehatan ibu !!! Aku cinta ibu !!! Cup" Mitoko meninggalkan Permaisuri dengan ciuman lembut di pipi nya dan langsung meninggal kan permaisuri


"Anak ini tidak pernah berubah, dia masih sama dengan anak yang selalu menyayangi ibu nya haaahhh" hela nafas permaisuri membuat nya merasa sedikit lebih baik walau pun dia tidak tau apa yang sebenar nya terjadi


Di sisi lain Mitoko bermain dengan Pangeran Muda yaitu Pangeran Yuki yang sudah berumur 10 tahun


Sedang kan adik perempuan nya putri Yuri duduk dengan tenang sambil membaca buku


"Yuki...coba kemari abang membuat kan mu panah untuk berlatih"


Ucap Mitoko


"Abang...sekarang aku tidak ingin berlatih" jawab nya dengan wajah datar


"Kenapa ?" Tanya Mitoko


"Coba kemari dan lihat adik Perempuan mu itu dia dari tadi di kerumuni oleh anak laki laki para mentri" sahut Yuki yang masih tidak tersenyum


"Haahhh, Yuki dari pada Yuri aku lebih prihatin dengan mu" Sahut Mitoko sambil menghela nafas nya dalam dalam


"Hah !!! Kau prihatin dengan ku Heng orang tampan seperti ku tidak perlu menerima sifat Prihatin mu itu bang" Sahut nya sambil melipatkan tangan nya di dada

__ADS_1


"Aku selalu bertanya tanya Yuki kau ini sebenar nya memang anak ayah dan ibu suri atau bukan ? Ibu suri dan ayah benar benar murah senyum dan tidak sombong seperti diri mu haisss kau ini bahkan senyum saja sulit"


"Ha...ha...ha..."


"Jangan tertawa, tawa mu seperti memiliki makna penderitaan padahal kau di krumini banyak perempuan coba lihat di sana" Mitoko menunjuk ke arah lorong kerajaan yang di sana banyak sekali anak perempuan


"Sudah lah, Ayo kita lihat adik Yuri aku tidak tertarik dengan anak para Perdana Mentri itu mereka semua tidak secantik adik Yuri tidak secerdas adik Yuri dan tidak seingusan nya adik Yuri ku"


"Kau mengatai nya ingusan kurang ajar sekali hahaha, sudah lah ayo kita mendekati nya"


Mitoko dan Yuki mendekati putri Yuri yang di sisi nya ada sekitar 7 orang pangeran


"Ehm ehm !!!" Pangeran Mitoko berdehem dengan keras


Para pangeran itu langsung menatap nya dan tau itu pangeran Mitoko mereka pun langsung menjaga jarak dengan Tuan Putri Yuri


Tanya Mitoko


"Me..memang nya kenapa Pangeran Tertua ?" Tanya salah satu pangeran


"Adik ku ini tidak pantas dengan kalian dia masih bocah ingusan, masih banyak anak perempuan lain kalian terlalu tampan untuk nya" Sahut Pangeran Mitoko yang dengan nada bercanda nya


Hawa dingin pun menekan semua para anak lelaki di dekat putri Yuri


"ABANGG...............HUUUAAAAAAAAAAAAA AAAAAA AAAAA"


Yuri menangis kencang karna mendengar Mitoko berbicara seperti itu

__ADS_1


"Hais kenapa kau menangis abang berbicara sebenarnya kau masih bocah ingusan"Bela Yuki


"HUAAAAAA KALIAN MENGATAKAN AKU TIDAK CANTIK KAN AYAAHHHHHHHHH"


"Aiaaassssss usstt jangan panggil ayah ok !!! aku akan membeli kan mu permen Yuri"


Mitoko selalu di berikan hukuman perjanjian oleh Kaisar Li kalau dia ketahuan membuat Yuri menangis


"Serius....???" Tanya Yuri dengan mata yang berbinar binar


"Ehmm asal kau tidak memberi tahu ayah ok"


"Ayah...." tiba tiba Kaisar Li muncul di belakang Pangeran Mitoko Yuri yang melihat langsung turun dari kursi nya dan memeluk Kaisar Li


"Mitoko.....kau membuat Putri ayah menangis lagi ???" Tanya kaisar dengan tatapan dingin nya


"Ahahahaha itu ayah sebenarnya ehmm" Mitoko memberikan senyum memelas nya


"Iya ayah dia mengatai adik masih bocah ingusan huuuhuuuu" Sahut Yuki yang tiba tiba langsung berubah haluan


"Ha...ha...ha... adik kurang ajar ya kau Yuki awas pembalasan ku nanti"Cetus Mitoko dalam hati


"Haisss tulis surat Perjanjian mu sebanyak satu lembar full nanti ayah lihat kata kata nya adalah *Aku anak lelaki yang harus menghormati perempuan*" Perintah Kaisar Li, setiap perjanjian yang dia buat dengan Mitoko selalu menjadi kan Mitoko karakter remaja yang di sukai dan juga di incar anak perempuan seusia nya


"Baiklah Ayah Kaisar !!! Aku pergi dulu keperpustakaan"


"Kalau sudah selesai langsung temui ayah"

__ADS_1


"Baiklah" ucap lesu Pangeran Mitoko


__ADS_2