
Apa pun yang terjadi dalam hidup bagaimana pun takdir menuntun kita maka terima saja dengan lapang dada dan terus bersabar mencoba merubah takdir yang buruk menjadi baik
***
Setelah beberapa saat Kaisar Li kembali ke istana dengan Permaisuri Shi Lan secara perlahan Kaisar Li sudah mulai sembuh dia juga menjatuh kan hukuman kepada para perdana mentri yang sudah melakukan perbudakan dan juga korupsi uang rakyat.
"Ayah...." Teriak Yuri yang berlari memeluk Kaisar Li yang sedang duduk membaca buku di taman
"Yuri putri ayah sini sayang" Kaisar Li menaikan Putri Yuri di pangkuan nya dan membaca kan beberapa buku untuk Putri Yuri
Baru sebentar Pangeran Yuki datang menemui ayah nya dengan wajah kecut nya
"Ayah" Panggil Pangeran Yuki
"Ada apa Yuki ? kenapa wajah mu masam sayang ?" Tanya Kaisar Li
"Ini gara gara ibu dia memerintahkan ku untuk memanggil mu ! Padahal aku lagi senang melihat Putri Yasmin di pinggir danau" Ucap cetus Pangeran Yuki
"Hahaha sudah lah sayang ! apa yang di perintah kan ibu mu ?" Tanya Kaisar Li
"Dia menyuruh ku untuk memanggil ayah ! Ibu suri bilang ada seorang Pendeta yang datang ingin menemui mu" Sahut Pangeran Yuki
"Baiklah, ayo kita pergi kesana kalian ikut saja dengan ayah"
Seorang Pendeta tua itu adalah teman ayah Kaisar Li yaitu teman Kaisar terdahulu
__ADS_1
"Kau...Aku mengenal mu, selamat datang pendeta ! ayo duduk" Sambut Kaisar Li
"Terimakasih Kaisar ! Kau benar benar sama persis seperti ayah mu begitu ramah dan lembut tetapi memiliki jiwa keberanian yang membara di dalam diri mu"
"Hahaha pendeta bisa saja ! Ada hal apakah yang membawa Pendeta kesini ?"
"Kaisar Li ayah mu meminta ku memberikan sebuah catatan yang harus di sampai kan"
"Benarkah apa itu ? tapi sebelum nya apakah ayah ku baik baik saja Pendeta ?" Tanya Kaisar Li
Pendeta itu terdiam seketika dan menundukan kepala nya tidak berani menatap wajah Kaisar Li
"Pendeta ada apa ? katakan lah !" Ucap Kaisar Li
"Ehmm, lalu?"
"Prajurit mereka membakar habis kuil di gunung dan membunuh habis semua para pendeta ! hanya aku satu satu nya pendeta yang selamat ayah mu menyelamat kan ku dia merela kan nyawa nya demi menolong ku. Sebelum aku melarikan diri dia memberikan ku sebuah catatan yang harus di berikan kepada mu"
Ada rasa shok berat di dalam diri Kaisar saat mendengar bahwa ayah nya meninggal demi menolong sahabat nya sendiri dan shok Kaisar bertambah lagi saat membaca sebuah catatan dari ayah nya
"Li...Semoga putra kesayangan ayah ini selalu berjaya dalam hidup dan mati nya. Li, saat ayah melihat dua cucu kembar pengantin ayah...ayah benar benar bahagia tetapi ada satu yang membuat ayah risau Li...anak lelaki mu memiliki takdir kematian yang mengerikan di usia muda Li jangan pernah biar kan dia jatuh cinta dengan seorang anak perempuan dari kalangan bangsawan Li ! Untuk cucu ayah yang perempuan dia benar benar hebat masa depan nya begitu cerah tetapi dia akan merasakan sakit yang luar biasa untuk menjadi kan diri nya kuat Li dan menantu ayah Shi Lan...Ayah tidak bisa berkata apa apa lagi takdir kematian mu akan meninggal kan luka yang mendalam untuk putra ku Li di masa yang akan mendatang"
Kaisar Li terdiam menatap anak kembar nya itu dan langsung melihat ke arah Permaisuri Shi Lan yang memperhatikan Kaisar Li dari tadi
"Kaisar apa isi surat itu ?" Tanya Permaisuri
__ADS_1
"Bukan apa apa Shi Lan ! ayah hanya mengucap kan salam perpisahan yang begitu mengharukan saja" Jawab Kaisar Li
"Apakah aku boleh membaca nya ?" Tanya Permaisuri Shi Lan
"TIDAK" tanpa sadar Kaisar Li menaikan suara nya dia pun terduduk kembali saat membangkit kan diri nya
"Kaisar ada apa ?" Tanya Permaisuri
"Shi Lan ini bukan apa apa, jangan terlalu penasaran akan sesuatu ada yang boleh kau ketahui dan ada yang tidak boleh kau ketahui ! Pendeta tinggal lah di istana ku mulai dari sekarang"
"Terimakasih Kaisar Li"
"Kalau begitu aku kembali ke ruangan ku dulu ! Shi Lan jaga anak anak ouh iya jangan biarkan Yuki bertemu dengan anak perempuan bangsawan itu"
"Baiklah Kaisar"
"Tapi ayah...bagaimana dengan Yasmin aku ingin melihat nya"
Ucap Pangeran Yuki yang menarik lengan baju Kaisar Li
"Yasmin mun tidak boleh ! Yuki jika kau tidak menuruti perintah ayah, ayah akan menghukum mu menulis seratus kali buku tatakrama kepada orang tua"
"Baik ayah ! Yuki minta maaf"
Kaisar Li tersulut emosi untuk beberapa saat dia tidak bisa mengendali kan perasaan nya saat ini ! Kaisar Li merasa campur aduk dia tidak tau apa yang harus di lakukan nya untuk melindungi orang orang tersayang nya
__ADS_1