Permaisuri Yang Berubah

Permaisuri Yang Berubah
Hukum Mati Permaisuri Devika


__ADS_3

BRUK !!! Permaisuri Devika di dorong oleh prajurit ke dalam penjara bawah tanah satu ruangan dengan Putri Ayumi


"Ib...uu"


"Kau.....INI SEMUA GARA GARA DIRI MU ANDAI KAU TIDAK TERTANGKAP AKU PASTI TIDAK AKAN BERADA DI TEMPAT YANG MENJIJIKAN INI" Ucap Permaisuri Devika dengan lantang


"Heehh...Pangeran Yuki benar aku hanya di manfaat kan oleh siluman licik selama ini, kadang aku berfikir apakah aku ini benar benar anak kandung mu atau bukan ? aku dengar kau akan di hukum mati maka nikmati lah kematian mu"


"KAUUU"


"KALIAN DIAM" Tegur dengan lantang oleh penjaga penjara


Waktu berlalu hari hukuman mati untuk Permaisuri Devika pun di jatuh kan di lapangan istana penuh dengan rakyat yang menyaksikan


"HARI INI MUSUH YANG SUDAH MENGACAU KAN NEGRI KITA AKAN DI JATUH KAN HUKUMAN MATI PERMAISURI DEVIKA KAU AKAN DI JATUH KAN HUKUMAN MATI PENGGAL KEPALA ALGOJO DAN TERSANGKA SILAH KAN MEMASUKI TEMPAT" Ucap prajurit yang menyiar kan


"Tunggu, bawa Putri Ayumi ke hadapan dan buka mata nya lebar lebar untuk menyaksikan ibu nya yang terakhir kali" Perintah Pangeran Yuki

__ADS_1


"Siap pangeran"


Putri Ayumi di bawa ke hadapan ibu nya dia bahkan tidak ada rasa kasihan lagi terhadap ibu nya


"Pangeran...izin kan hamba untuk berbicara kepada ibu hamba untuk yang terakhir kali nya..."


"Aku akan memberikan mu sedikit waktu"


"Yang pertama...ibu...sebelum kematian menghampiri mu berdo'a lah untuk terlahir di kehidupan yang baik dan bahagia..hiks...yang kedua...Ibu...berdo'a lah untuk tidak memiliki anak seperti diri ku di kehidupan berikut nya...Pangeran aku akan menjalan kan perintah mu untuk melihat kematian ibu ku jadi tolong jauh kan prajurit mu dari ku, aku sudah terlalu sakit untuk di tekan" Jelas Putri Ayumi


"Kalian menjauh dari diri nya"


"Ada lagi yang ingin kau katakan ?"


"Tidak ada"


"Ayumi...Ibu...se..la..lu...menyayangi...."

__ADS_1


Kata kata yang di ucap kan oleh Permaisuri Devika terasa samar di dengar oleh Putri Ayumi.


Tapi Putri Ayumi yakin itu adalah kata kata yang paling tulus yang pernah iya dengar dari ibu nya


"Hahhhhh...IBUUUUUUUUUUUUUU. HUWAAAAAAAA.... AAAAAAAA" Air mata Putri Ayumi pecah membasahi pipi nya


"Sekuat apa pun kau membenci ibu mu atau sekuat apa pun ibu mu memerintah kan mu sekeras apa pun dia...dia tetap perempuan yang lemah dan seorang ibu yang begitu mencitai anak nya...Apakah ini begitu menyakit kan orang tercinta mu di bunuh di depan mata mu sendiri ini tidak seberapa...di banding kan rasa sakit ku Putri Ayumi. Rasa sakit yang lain sedang menunggu mu jadi bersabar lah langit punya hukum nya sendiri" Bisik Pangeran Yuki


"Pelayan bersihkan dia dan bawa dia ke aula istana nanti, waktu hukuman nya akan segera tiba"


"Baik Pangeran"


"Tunggu ! Satu hal lagi ! Ingat lah ini baik baik...bukan aku yang membunuh ibu mu atau pun yang menghukum mu tetapi kalian sendiri lah yang mencari masalah...Jangan terlalu kuat mengigit lidah mu karna itu akan membuat mu mati dengan cepat ! Ehmm kalian boleh pergi"


"Mau di letak kan dimana jasad Permaisuri Devika Pangeran"


"Kubur kan dia sesuai anutan nya dengan sopan dan terhormat"

__ADS_1


"Siap laksana kan Pangeran"


"Aku tau kau musuh ku tetapi aku masih seorang manusia yang memiliki sopan santun" Cetus Pangeran Yuki


__ADS_2