
Di acara pesta ke 2 Pangeran Yuki dan Putri Ki ada seorang Guru sari sebuah kuil yang datang dan membaca garis takdir di antara mereka berdua.
"Salam Guru" Hormat Pangeran Yuki
"Nak... kamu akan beruntung mempunyai 2 orang putra yang akan mensejahterakan rakyat mu di masa yang akan datang" Ucap Guru tersebut
"Terimakasih Guru"
"Kaisar Li anda sudah tua hamba ingin memberi tahu berilah tahta mu ini pada cucu mu nanti" Ucap Guru tersebut
"Cucu ? Bukan kah seharusnya yang akan menerima tahta setelah saya adalah Pangeran Yuki" Kaisar Li kebingungan dengan kata kata guru tersebut
"Maaf kan hamba Yang Mulia Kaisar, Putra mu Pangeran Yuki tidak akan bisa mencapai tahta mu kematian nya sudah di tentukan oleh langit" Ucap Guru
"Ke...kematian ? Apa maksudnya Guru?" Pangeran Yuki mulai mengeluarkan keringat dingin nya secara perlahan
"Pangeran Yuki Ibunda mu Permaisuri Shi Lan pernah mengutuk seorang Kaisar dari dinasti Bei, Kau menikahi Putri nya dan saya melihat kau telah bergaul dengan nya secara perlahan kutukan tersebut akan hilang dengan sendirinya karna ada kedamaian di hati mu Pangeran ! Anak mu adalah pemutus tali kutukan tersebut Pangeran Yuki" Jelas Guru tersebut dan meninggal mereka secara perlahan
"Pangeran tolong jangan pikir kan perkataan guru tadi...takdir bisa saja berubah suatu hari banti Pangeran" Jelas Putri Ki yang mencoba menenangkan Pangeran Yuki
__ADS_1
"Tidak apa apa Putri Ki, jika memang aku tidak dapat menaiki tahta ku itu tidak masalah. Tidak menaiki tahta bukan lah suatu penderita, aku terlahir sebagai seorang pangeran untuk mensejahterakan rakyat ku walau nyawa taruhan nya aku tidak masalah Ki" Jelas Pangeran Yuki
"Semoga kau memiliki umur yang panjang Pangeran hamba selalu mendoakan mu" Sahut Putri Ki
Waktu terus berjalan semakin hari Pangeran Yuki mulai jatuh cinta dengan kedua istrinya, tidak ada perselisihan di antara mereka berdua hidup dengan damai dan rukun.
Kaisar Li pun semakin hari semakin menua dia sudah tidak dapat lagi memimpin kerajaan, dia ingin sekali menyerahkan tahta nya kepada Pangeran Yuki tapi takdir berkata lain. Pangeran Yuki pergi ke perbatasan bersama istrinya Putri Ki untuk menyelesaikan peperangan.
Tidak hanya suasana perang yang mencengkam istana pun di landa kecemasan di mana seorang anak akan lahir, Putri Ayuki yang mengandung anak Pangeran Yuki bertaruh nyawa demi melahirkan anaknya.
"Pelayan...." Panggil Putri Ayumi
"Putri anda kenapa ?" pelayan tersebut kebingungan saat melihat Putri Ayumi
"Seperti Putri akan melahirkan cepat Panggil tabin istana" Para pelayan itu bekerja cepat dan membantu persalinan Putri Ayumi
"Putri sedikit lagi tarik nafas yang dalam"
"Aaaaaaaa....huhhhh...Aaaaaa"
__ADS_1
"Selamat Putri seorang Pangeran sudab lahir" Ucap tabib tersebut
Di sisi lain
"Kaisar Li selamat anda mendapatkan seorang Cucu laki laki"
"Benarkah ? ini adalah anugrah dari langit" Ucap Kaisar Li
"Kaisar apa kau ingat satu hal ?" Tanya Permaisuri Shi Lan
"Apa itu Permaisuri ku ?" Tanya balik Kaisar Li
"Waktu seorang guru datang ke acara pesta Pangeran Yuki dia pernah memberitahu kita semua, kau akan memberikan tahta mu kepada cucu mu nanti dan Pangeran Yuki akan meninggal di usia muda nya !!!" Jelas Permaisuri Shi Lan
"Aku masih ingat dengan perkataan guru itu, apakah ada yang ingin kamu sampaikan Permaisuri ?" Tanya Kaisar Li
"Ehm, kau juga pernah mempertanyakan identitas ku mungkin ini sudah waktunya memberitahu mu Kaisar. Saya bukan Shi Lan yang pernah anda temui, Shi Lan yang pernah anda temui sudah meninggal dan bertukar jiwa dengan saya 20 tahun yang lalu suatu hari nanti jika kedamaian sudah tercipta di negri anda maka saat itulah saya akan pergi dari hadapan mu Yang Mulia Kaisar" Jelas Permaisuri Shi Lan
"Permaisuri bisa kah kau memberikan ku waktu sendiri ?"
__ADS_1
"Baiklah Yang Mulia Kaisar" Permaisuri Shi Lan meninggalkan Kaisar Li yang sedang menenangkan pikiran nya.
"Huhhh Shi Lan... ini lah yang ku takutkan aku takut kau akan memberitahu ku segalanya tentang diri mu, dan ya... itu benar benar terjadi. Sungguh aku tidak akan sanggup menghadapi perpisahan dengan mu suatu hari nanti Shi Lan" Ucap Kaisar Li dalam hati