
"Keluarlah..." Ucap seorang perempuan yang berdiri di antara pepohonan bambu
"Hamba putri"
"Kau sudah dengar semua negri membicara kan perselisihan antara Pangeran Yuki dan Kaisar Li, terimakasih atas penyamaran mu 7 tahun lalu yang berpura pura menjadi teman Kaisar terdahulu dan memberikan ramalan palsu kepada kaisar bodoh itu"
"Hamba yang berterimakasih kembali kepada tuan putri yang sudah memberikan hamba kehidupan lebih layak di banding kan kaisar Hui terdahulu" sahut tabib tua
"Kau benar benar jahat menjual pertemanan mu dengan Kaisar Hui terdahulu demi kebahagiaan dirimu !!!" Jawab Putri itu dengan senyum jahat nya
"Lagi pula Kaisar Hui terdahulu sudah mati karna hamba mendorong nya ke jurang hahaha...dan putri apa kah mau tau selama 7 tahun aku tinggal di istana Kaisar Li ini Pangeran Yuki itu selalu di jauh kan dari perempuan"
"Benarkah ? berarti ini kabar baik ! Permaisuri Shi Lan tidak akan mendapat kan keturunan dan keturunan nya tidak akan bisa mengahancurkan keturanan Kaisar Bei ! Apa pun yang terjadi aku akan membalas kan dendam ayah ku...Dia yang sudah mengambil jantung ayah ku dengan mengenas kan maka menghancur kan 7 keturunan nya adalah pembalasan yang setimpal"
"Tetapi Kaisar Li masih memiliki seorang anak perempuan lagi Putri !"
"Gampang saja...suruh para pelayan itu untuk mencampurkan obat mandul ini kedalam makanan nya" sambil memberikan sebungkus obat mandul
"Baiklah Tuan Putri hamba mengerti"
"Tunggu ! Seperti apa rupa Pangeran Yuki dan Putri Yuri itu ?"
"Apakah Tuan Putri tidak pernah melihat mereka berdua ?"
"Ehmm aku belum pernah melihat nya sama sekali ! Hahhhaahh Sudah lah lupakan saja, kau ingat apa yang ku perintah kan tadi"
__ADS_1
"Hamba Mengerti Putri ! Permisi"
"Heng ! Ibu...kau pasti akan bangga setelah ini karna sedikit lagi aku akan berhasil menghancur kan keturunan Permaisuri Shi Lan" dengan pikiran licik nya putri itu tersenyum dan merasa bangga
Di sisi lain akhir nya Putri Yuri tersadar dari pingsan nya
"Ehmm... HAH KAKAKKK"
"Yuri kau sudah bangun sayang"
"Ibu suri di mana Kaka Yuki...Ibu suri aku tidak ingin tinggal sendiri ibu di mana kaka ?" Putri Yuri memegang dengan erat tangan permaisuri
"Yuri putri ibu tersayang tenang lah...Kaka mu pasti akan kembali" dengan lembut nya sebagai seorang ibu Permaisuri Shi Lan menenangkan Putri Yuri
"Tidak bisa ! biarkan saja dia pergi, Pangeran tidak tau di untung itu" tiba tiba Kaisar Li datang dari belakang dan langsung memberikan penolakan kepada Putri Yuri
"Ayahhh...Kenapa ayah akhir akhir ini berubah ? Ayah sudah melarang kaka mendekati perempuan dan ini lah akibat nya ! AYAH KAU BENAR BENAR KE..."
"Husstttt Yuri...jaga ucapan mu sayang !"
"Yuri ayah minta maaf jika ayah tidak bermain drama dengan kaka mu seperti ini ! Maka musuh yang benar benad licik itu tidak akan tertangkap selama beberapa tahun ini mereka benar benar bermain dengan rapi sampai sampai aku di buat pusing oleh mereka" Cetus Kaisar Li dalam hati
***
Kejadian Sebelum Pangeran Yuki Pergi dari Istana ! **Kamar Pangeran Yuki
__ADS_1
"Yuki"
"Ayah..."
"Berhenti menangis nak ! Ayah tidak bermaksud menyakiti mu sayang, Kau lelaki yang tangguh. Ini bukan maksud ayah untuk merendah kan Putri Yasmin tapi masih banyak putri pejabat yang lebih baik dan sesuai untuk menemani mu sebagai Kaisar nanti" Jelas Kaisar Li
"Tapi bukan kah ayah melarang ku untuk menikahi anak dari seorang bangsawan !"
"Ayah tidak pernah melarang mu Yuki ! ayah melakukan itu karna ayah sedang menghadapi musuh yang begitu berat dan kali ini ternyaya ayah tidak bisa melakukan nya sendiri, Jadi ayah meminta bantuan mu kali ini"
"Bantuan apa ayah ?"
"Berpura pura lah bertengkar dengan ayah, agar musuh ayah itu keluar dan percaya bahwa ayah meyakini setiap perkataan nya ! Lalu setelah itu kau pergi lah keluar istana,temui kakek mu di hutan sebelah barat"
"Maksud ayah Kakek ku itu...?"
"Kaisar Hui terdahulu ! Kakek mu belum meninggal sayang, temui dia dan bawa dia kembali ke istana"
"Bagaimana dengan Ibu dan yang lain nya mereka pasti akan sakit hati"
"Tenang saja, tidak apa apa kita harus mengecoh lawan kita kali ini sayang ! Yuki percaya lah dengan ayah"
"Baiklah Ayah aku percaya pada mu"
"Bagus mari kita mulai permainan nya**"
__ADS_1