
Sinar matahari di pagi hari menyinari Negri Hui yang makmur untuk saat ini banyak nya ketentraman di Negri ini membuat Negri lain iri dan dengki.
"Ehm, apa kau berjaga semalaman ?" Tanya Pangeran Yuki
"Pangeran Mahkota anda sudah bangun selamat pagi" Ucap Jendral Ki
"Pagi, apa kau berjaga semalaman ?" Tanya Pangeran Yuki lagi
"Yaaa saya harus menjaga anda karna anda adalah Pangeran Mahkota Negri ini" Ucap nya dengan wajah serius
"Terimakasih sudah menjaga ku, aku kembali ke istana ku dulu" Ucap Pangeran Yuki
"Baiklah Pangeran Mahkota" Jendral Ki menundukan kepala nya memberikan penghormatan untuk Pangeran Yuki
Tiba tiba langkah Pangeran Yuki terhenti dia pun membalikan badan nya ke arah Jendral Ki
"Jendral Ki, kau membuat ku menurunkan niat untuk memilih Selir" Ucap Pangeran Yuki
"Hem ? Apa yang anda maksud Pangeran Mahkota ?" Jendral Ki kebingungan dengan kata kata Pangeran Yuki
__ADS_1
"Kau seorang perempuan aku tau kau pasti memiliki mimpi menikah dengan seseorang yang memberikan mu gaun pengantin begitu mewah dan seseorang yang dapat melindungi diri mu" Jelas Pangeran Yuki
"Saya tentu memiliki mimpi seperti itu Pangeran Mahkota, tetapi saya ingin menikahi seseorang yang benar benar saya cintai" Jelas Jendral Ki
"Terkadang kau harus melepaskan mimpi menikah dengan orang yang kamu cintai demi sesuatu yang lebih penting, begini saja jika kau ingin menikah datang lah kepada ku, aku akan menikahi mu" Jelas Pangeran Yuki
"A...a..apa ? Pangeran ingin menikahi saya hahaha itu tidak mungkin saya hanya seorang Jendral perempuan yang tau berperang saja" Ucap Jendral Ki yang menganggap tawaran Pangeran Yuki hanya sebuah candaan
"Jendral Ki saya tidak pernah bercanda dengan kata kata saya" Pangeran Yuki langsung berubah menjadi orang yang begitu serius
"Kalau begitu hamba ingin menanyakan sesuatu kepada Yang Mulia Pangeran Mahkota" Ucap Jendral Ki
"Silahkan" tawar Pangeran Yuki
"Sudah berapa lama kau menjadi Jendral di Negri Hui ? sampai kau meragukan cinta,kesetiaan,dan juga kepercayaan ku. Pikirkan lah kehidupan mu di masa depan Jendral Ki" Jawab Pangeran Yuki
"Maaf kan hamba Pangeran Mahkota hamba bertanya seperti itu karna hamba tidak ingin menjadi seorang istri yang hanya di nikmati di awal saja seperti yang anda katakan hamba juga seorang perempuan tentu hamba mempunyai mimpi untuk memiliki keluarga yang harmonis bukan hanya sekedar gaun pengantin yang mewah, kalau begitu hamba akan memikirkan lamaran anda Pangeran Mahkota" Sahut Jendral Ki sambil membungkukan badan nya
"Bagus jika kau ingin meikirkan nya,baiklah kalau begitu saya pergi dulu"
__ADS_1
"Ehm, Salam Pangeran Mahkota"
Pangeran Yuki kembali ke istana nya dan melihat Putri Ayumi yang menunggu nya duduk dengan kepala bertudung kain merah
Perlahan Pangeran Yuki mendekati Putri Ayumi dan membuka kain merah yang menutup wajah nya
Walau Pangeran Yuki begitu kesal dengan Putri Ayumi dia tetap memperlakukan nya dengan lembut
"Apa ini ? Kau menangis ?" di lihat nya mata Putri Ayumi yang memerah dan bengkak
"Pangeran...hamba menunggu mu semalaman dan kedinginan di sini, kemana kah engkau Yang Mulia Pangeran ?" tanya Putri Ayumi yang menetes kan air mata nya
"Heng, kau menunggu ku ? aku tidak percaya itu, kenapa kau tidak tidur saja ? satu lagi jangan pernah bertanya tentang kemana aku pergi, hari ini kau tidak usah keluar istana mata mu benar benar tidak enak di pandang" Sahut Pangeran Yuki
"Pangeran kau tidak mencintai hamba jadi tolong bunuh saja hamba Pangeran" Ucap Putri Ayumi sambil mengepal kan tangan nya
"Kenapa aku harus membunuh mu ?" Ucap Pangeran Yuki
"Aku tidak bisa benafas dengan tenang Pangeran, aku benar benar sesak jika hidup seperti ini terus" Ucap Putri Ayumi
__ADS_1
"Benarkah ? itu lebih baik dari pada kematian mu, bukan kah sudah ku bilang jangan pernah mengharapkan cinta dari ku Putri Ayumi ! Aku menikahi mu karna aku ingin balas dendam, aku pergi dulu Permisi" Pangeran Yuki langsung meninggal kan Putri Ayumi sendirian di kamar
"HUAAAAAAAA AAAAAAAA IBUUUUUU, HUAAAAA" Putri Ayumi merasa lebih baik mati di bandingkan hidup tanpa cinta