
Hari yang indah akan di mulai dalam kehidupan Pangeran Mitoko dan Putri Yasmin tetapi hari yang menyedihkan akan terjadi di dalam hidup Pangeran Yuki dan Putri Yuri
"Selamat menempuh hidup baru yaaa pengantin..." Ucap Putri Yuri
"Terimakasih adik ku tersayang ! Mulai sekarang kaka akan jarang sekali menemui kamu dan Yuki, tunggu mana Yuki ?" Sahut Mitoko yang sambil kebingungan mencari adik nya
"Seperti nya Kaka Yuki sedang bersama ibu Suri atau sedang di dalam kamar nya ? aku juga tidak tau" sahut Yuri
"Baiklah Kaka akan menemui ibu suri sekarang"
Di saat semua orang merayakan pernikahan Pangeran Mitoko, Pangeran Yuki malah mengurung diri nya sendiri dalam kamar dia tidak sanggup melihat pernikahan perempuan yang dia cintai dari kecil.
"Ehm...apa yang kau pikir kan duduk sendirian di kamar mu" Tegur Kaisar Li yang dari tadi memperhatikan anak nya
"Sedang apa kau di kamar ku ?" Nada bicara Yuki terasa asing bagi Kaisar Li
"Kenapa kau berbicara seolah olah aku ini orang asing bagi mu ?" Tanya Kaisar Li
"Aku tidak ingin bermusuhan dengan ayah ku sebenar nya tetapi dia sendiri yang ingin mengibar kan bendera perang dengan ku ! Selama bertahun tahun aku di asing kan dari perempuan dan bahkan perempuan yang ku cintai dari kecil di nikah kan dengan kaka ku Heh apakah dunia memang sekejam ini?" Pangeran Yuki menahan air mata yang menggenang di mata nya
"Yuki ayah melakukan itu semua untuk kabaikan mu sendiri" Ucap Kaisar Li
"Huh, kebaikan ? orang macam apa yang hidup nya percaya pada ramalan ?"
__ADS_1
"Yuki JAGA UCAPAN MU" tegas Kaisar Li
"HEH...SEBENAR NYA SIAPA YANG ANAK KANDUNG MU...KAU MEMBERIKAN SEGALA NYA UNTUK PANGERAN MITOKO BAHKAN ORANG YANG PALING KU CINTAI DALAM HIDUP KU, APA KAU PERNAH MEMIKIR KAN KEBAHAGIAAN KU ? SIAPA ANAK KANDUNG MU SEBENAR NYA ?" Teriak Pangeran Yuki
"KAUUU !"
Di saat Kaisar Li mengangkat tangan nya untuk menampar pangeran Yuki tiba tiba Permaisuri Shi Lan datang dan menahan tangan Kaisar Li
"Jangan pukul anak mu !" Dengan tatapan dingin nya dan mata yang sudah merah menahan tangis karna mendengar perkalihan suami dan anak nya
"Ibu...jangan lindungi aku lagi bu ! aku sudah besar" Ucap Yuki
"Yuki...ibu mohon dengar kan lah apa kata ibu nak jangan marah sayang"
"Baik Pangeran Mahkota"
"Apa yang ingin kau laku kan Yuki ?" tanya Kaisar Li
"Aku bilang aku akan menuruti perintah Kaisar Negri ini agar kau puas...AGAR KAU TIDAK MENGAMBIL LAGI KESENANGAN KU" Pangeran Yuki langsung pergi dari hadapan Kaisar Li dan Permaisuri Shi Lan
Semua orang berkumpul di aula istana dan bahkan Kaisar Li dan juga Permaisuri Shi Lan
"Sebelum aku menyampai kan tujuan ku di hadapan kalian semua, aku ingin mengucap kan Selamat menempuh hidup baru bagi pangeran Mitoko ! Baiklah langsung saja aku tidak ingin berbasa basi lebih jauh lagi ! INI ADALAH GELAR YANG DI BERI KAN OLEH KAISAR LI KEPADA KU SEBAGAI PANGERAN MAHKOTA" Pangeran Yuki memperlihat kan sebuah gulungan kepada semua orang yang berada di aula
__ADS_1
"Yuki apa yang akan kau lakukan dengan gulungan itu ?" Tanya Pangeran Mitoko
"MULAI SEKARANG AKU MELEPASKAN GELAR KU SEBAGAI PANGERAN MAHKOTA ! AKU AKAN HIDUP SEBAGAI MANA MESTI NYA SEPERTI ORANG BIASA BERKELANA DAN AKU TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI KE ISTANA" Ucap tegas Pangeran Yuki
"YUKI...." Teriak Kaisar Li
"AKU MELAKU KAN INI DEMI PERMINTAAN KAISAR LI, TERIMAKASIH" Pangeran Yuki langsung pergi meninggal kan aula istana
"Kaka...kaka...jangan tinggal kan Yuri KAKA...AAAAAAAAAA AAAAAAA" Putri Yuri menangis mengejar dan terpuruk di lantai aula istana menatap pungung Kaka yang di sayangi nya selama ini
"Kaisar Li hamba harap anda merenung kan masalah ini, putra kesayangan ku kini meninggal kan mu dan diri ku ! Kita tidak memiliki Pangeran Mahkota lagi saat ini" Ucap Permaisuri Shi Lan yang menetes kan air mata nya tanpa sadar
Tidak ingin di tinggal pergi oleh kaka nya Putri Yuri mencoba mengejar Pangeran Yuki lagi bahkan dia lupa menggunakan alas kaki nya berjalan di jalan yang panas oleh terik nya matahari
"KAKA......" Mendengar teriakan adik nya yang menyakit kan Pangeran Yuki berbalik dan menjumpai adik nya
"Yuri..."
"Kakak tidak akan meninggal kan Yuri kan...Hikss hikss hikss"
"Yuri kaka minta maaf, Yuri jangan menangis lagi kau perempuan kuat sayang ! Ini simpan lah batu giok ini sebagai kenang kenangan dari kakak untuk mu"
"Tidakkk tidak kak...jangan tinggal kan Yu.." Pangeran Yuki langsung membuat adik nya itu pingsan dan membaring kan nya di tempat teduh lalu meninggal kan istana
__ADS_1
Perselisihan di antara Pangeran Yuki dan Kaisar Li menjadi perbincangan di seluruh negri.