
Maka dari itu ia berharap ada seseorang yang bisa meluluhkan hati cucunya itu.
"Kakek ingin beristirahat dulu, katakan pada Zein dan Geo besok saja kita membahasnya".
mereka semua meng-iyakan ucapannya. "Sera antarlah Dadi". ucap Sean lembut kepada istrinya.
Setelah kepergiaan kakek dan mommy Sera, mereka semua berbincang sebentar. Sementara para pelayan dan pengawal yang berdiri disitu ntah sejak kapan sudah membubarkan diri.
"Dad".
Suara panggilan seseorang mengalihkan mereka, bisa dilihat di sana dua orang pria yang ditunggu sedari tadi akhirnya muncul."Dimana kakek".
"Kakek sedang beristirahat dikamar, mommy mu sedang mengantar kakek".ucap dadi Sean melihat putranya ingin bertanya dimana mommy nya.
"Kalian sudah datang sayang"seru Sera melihat keduanya, berjalan menuruni tangga dan langsung memeluk keduanya.
"Ya ampun putra mom, mommy sangat merindukan mu sayang".
"Mom" rengek Zein supaya Mommy nya tidak menciuminya.
Mommy sera malah tertawa melihat putra satu satunya ini. Wanita ini merasa gemas melihat anaknya yang sudah dewasa, rasanya baru kemarin ia menggendong putranya. Tapi lihatlah putra yang dulunya selalu memintanya untuk menciumi pipinya, berbeda lagi dengan sekarang pria ini akan merengek untuk tidak dicium oleh mommy nya.
"bagaimana kabarmu geo?" melihat kearah geo yang sedari tadi tersenyum melihat keduanya.
"Aku selalu baik mom".balas geo tersenyum.
Anak-anak mereka memang sangat dekat dengan Sera, jadi sudah biasa jika geo, Alka, ataupun ana akan manja juga kepadanya.Tidak ada iri atau merasa pilih kasih di hati para orang tua mereka karena Sera, orang yang paling berjasa di hidup Violan dan Diandra.
"Ayo kita makan bersama, pasti kalian tadi hanya makan siang kan?". celetuk bunda geo sementara mami Diandra sudah berada diruang makan menyajikan makanan yang sudah disiapkan.
"Ayo kak",ajak bunda violan ke Mommy Sera, mereka berdua berjalan kearah ruang makan diikuti yang lainnya.
"Kerja bagus boy"bisik dady Sean, pria itu menepuk pundak putranya dengan memperlihatkan raut wajah bangga.
"hm" Sahutnya.
__ADS_1
Sudah Zein duga pasti Dadi nya ini sudah mengetahui tentang pergerakan musuh yang memasukkan penghianat menjadi anak buahnya.
"Ck kau ini"gerutunya. padahal ia sudah tau putranya ini akan selalu membalas dengan begitu, tapi tetap saja dirinya merasa kesal. Percuma saja memberikan pujian.Mereka semua berjalan meninggalkan tiga orang di ruangan itu.
"Diam ana" ucap alka geram.
"aku ingin melihat saja, kakak ini pelit sekali sih"
"Tangan mu tidak usah ikut-ikut memencet ana".
"iih aku juga ingin seperti kakak"
"pakai punyamu saja sana"usir pria itu.
"Tidak mau"kekeh tidak mau pergi, ia malah semakin mendekati kakaknya.
"Awas kepala mu, jangan terlalu dekat seperti itu kakak tidak bisa melihatnya". Mendorong kepala sang adik.
"Lihat ini, kakak jadi kalah ini semua gara - gara kau menganggu". marahnya kepada sang adik.
Farrel memerhatikan kedua anaknya itu menggelengkan kepalanya, memijat pangkal hidung kepalanya terasa pusing melihat kelakuan anaknya. Ketika semua orang meninggalkan ruangan, ia malah sengaja tidak mengikuti mereka karena melihat kedua anaknya sibuk berdebat dengan nada yang mereka sebut berbisik-bisik.
Ia menghela nafas panjang melihat keduanya masih meneruskan perdebatan. "Alka, Ana berhentilah bermain-main"Panggil Farrel dengan suara tegas.
Merasa terpanggil mereka berdua pun langsung menghentikan perdebatan bisik-bisik nya, lalu mendongakkan kepalanya melihat orang yang memanggil. Tapi tidak lama kemudian mereka berdua terkejut ternyata hanya tinggal mereka berdua ditambah papinya saja yang berada di ruangan ini.
"Dimana semua orang Pi "ucap alka dan ana bersamaan.
"Di ruangan dapur" sahut papi Farrel meninggalkan mereka berdua yang terbengong.
"Papi kenapa?"tanya ana kepada kakaknya, saat melihat wajah papinya seperti kesal. Dan alka mengangkat kedua bahunya tidak tau.
Mereka berdua memang sedari datang Zein dan Geo sengaja diam. tidak ikut menimbrung drama kasih sayang itu. Karena maminya memberi pesan ke mereka berdua.
"Ingat, kalian berdua jangan ikut - ikutan memeluk mommy Sera jika Zein dan Geo datang"
__ADS_1
"kenapa begitu mi" sahut ana
"Kalian berdua kan sudah puas dengan mommy Sera tadi, jadi jangan mengganggu waktunya Zein dan Geo. Cukup duduk diam melihat saja".
Alka dan ana menganggukkan kepalanya mengerti. Begitu patuh, seolah -olah seperti seorang ibu yang sedang memberi nasihat kepada kedua anaknya yang berumur 5 tahun.
Ingatan mereka berputar mengingat kejadian tadi siang. Karena bosan diam saja, maka dari itu Alka bermain game di ponselnya ana yang melihat itu juga ikut melihat. Karena kakaknya semakin lihai memainkan game itu, sehingga menarik perhatiannya. Dan berlanjutlah kesesi perdebatan tadi.
****
Suasana semakin gelap, tidak ada cahaya bulan atau pun bintang yang biasanya selalu menemani nya. Semakin lama rintik-rintik air yang turun dari langit berubah menjadi hujan deras yang diikuti dengan suara petir.
Cuaca semakin dingin dimalam hari sangat cocok untuk tidur, tapi tidak bagi Zein leonard Xander. Selesai makan keluarga tadi, para penghuni membubarkan diri memasuki ruangan masing-masing untuk beristirahat.
Pria itu berdiri menghadap kearah jendela melihat pohon-pohon yang bergoyang tertiup angin kencang.
Ia tersenyum smirk mengingat kejadian di restoran, Baru kali ini dalam hidupnya ada seseorang yang berani membalas tatapan matanya. Dan yang membuat terkesan seseorang itu adalah seorang wanita.
"Menarik"gumamnya, menghembuskan asap rokok yang mengepul.
Berdiri dengan satu tangan dalam saku celana, terus memandang keluar satu tangannya lagi tetap memegang rokok. mulut yang terus mengembuskan asap.
Tiba-tiba senyum tipis tercetak di bibirnya, bahkan saking tipisnya orang lain tidak akan bisa melihatnya jika bukan dari jarak yang sangat dekat.
"Wanita motor sport". gumamnya masih dengan senyum tipisnya.
Sepertinya pria itu sekarang punya tujuan hidup kembali, setelah sekian lama Zein terpuruk karena kehilangan wanita tersayangnya. Karena kejadian itu membuat Zein, hampir pernah mencoba menghakhiri hidupnya.Dalam pikirannya saat itu ia selalu berpikir bahwa tidak memiliki tujuan hidup lagi.
Sekarang Zein Leonard Xander memiliki semangat baru lagi, ia merasa tertantang untuk membuat tunduk wanita itu.
Setelah mengisap abis rokoknya, Pria itu membuka baju dan membuangnya ke sembarangan arah, terpampang lah dada bidang dan roti sobek yang tercetak di perutnya. Berjalan kearah tempat tidur membantingkan tubuhnya diatas kasur. Yah pria itu terbiasa tidur dengan bertelanjang dada.
Disisi lain seorang wanita juga sedang memandang kearah luar melihat air hujan yang semakin deras.
"Zein Leonard Xander, kita akan berjumpa ntah itu sebagai kawan atau lawan". Gumamnya dengan sorot mata tajam.
__ADS_1