
" Apa wanita itu tidak mengetahui siapa mereka".
"Berani sekali wanita itu"
"Sepertinya nyawa wanita itu tidak akan lama lagi".
"Wanita itu salah menggoda orang"
"Dia pasti akan mengalami hal yang sama seperti wanita lainnya".
"Tuan Zein memang sangat tampan tapi juga sangat mengerikan".
"Maka dari itu aku tidak berani membuat masalah dengan tuan, lebih baik kita mendekati pria bau tanah saja".
"Benar".
Tidak asing lagi jika para wanita tidak tahu diri sengaja mendekati dan menggoda sosok tampan itu, seorang CEO yang banyak diminati para kaum hawa karena sesuatu, entah itu dari tampangnya ataupun hartanya. Tapi tidak ada dari mereka yang berhasil, malahan mereka semua berakhir sama - sama mengenaskan.
Mereka yang sibuk berbisik-bisik langsung merapat kan bibirnya saat mendengar suara bentakan wanita itu. Bisa dilihat di sana wanita itu membentak sosok menyeramkan bagi mereka.
***
Zein masih fokus menatap wanita didepannya ini, hidup mancung, bibir tipis, bulu mata lentik, alis tebal dan sorot mata yang akan membuat semua orang terpana ketika menatap intens bola mata wanitanya.
fokusnya langsung membuyar saat mendengar suara wanita ini memerintahkan para anak buahnya. Ia terdiam melihat anak buahnya langsung mematuhi, dan kembali melihat kearah wajah wanita asing ini. Wanita asing yang bisa membuat patuh para anak buahnya yang selalu setia kepada dirinya, bahkan dadi nya pun tidak bisa melakukan itu tanpa perintah langsung dari Zein.
Para orang - orang mafianya itu sudah terkenal dengan kesetiaan dan pengabdiannya. Bahkan mereka sampai bisa menyerahkan nyawanya sendiri untuk melindungi sang pemimpin. Karena di kejadian masa lalu mereka, keluarga Xander sangat berjasa di kehidupan mereka. Jadi hanya perintah dari Zein dan kakek Brata saja yang bisa mereka patuhi. Jadi tidak ada dari mereka yang berani menjadi penghianat, kecuali jika para musuh memasuki orang luar menjadi penghianat.
Tapi untuk hari ini bisa ia saksikan langsung seorang wanita asing bisa membuat para orang-orang mematuhi perintah tanpa bertanya dulu padanya, padahal tuan mereka ada di tempat itu juga.
__ADS_1
Pada saat Zein ingi berdiri dari duduknya, wanita asing itu dengan berani mendorong pria itu sampai terduduk kembali" Apa yang kau lakukan" geram Zein melihat wanita itu dengan beraninya menyentuh dirinya.
"Duduklah dengan tenang, lihat ke arah belakang tubuh ku" sahut wanita itu dengan datar tapi Zein bisa melihat kekesalan di wajahnya.
"Siapa kau berani sekali memerintah ku" bentak Zein menahan kekesalannya.
"Lihat bodoh". geram wanita itu kesal, matanya menyorot tajam melihat pria didepan nya ini.
Zein menatap balik wanita itu, dengan sorot mata yang sama tajam. Saat matanya menelisik ke depan dengan sedikit memiringkan kepalanya karena tertutup tubuh wanita ini. "Sial" umpat Zein. Ia bisa melihat di sana seseorang yang berlagak aneh seperti menahan kesal. Orang itu membenarkan letak tudung yang menutupi kepalanya lalu melangkah pergi menjauhi kerumunan. Membuat siapa saja akan curiga.
Orang tersebut tidak mengetahui bahwa targetnya memergoki dirinya, karena jika terlihat dari posisi pelaku Zein seperti sedang menyenderkan kepalanya di perut wanita itu.
Zein membatin bisa-bisanya dirinya lengah sehingga membuat celah musuhnya untuk membunuhnya. Tadinya pria itu menganggap wanita ini hanya membual, tapi saat mengetahui hal ini berarti benar bahwa didalam minuman tersebut terdapat obat perangsang, pastinya perangsang dosis tinggi bahkan bisa membuat seseorang meninggal karena tidak bisa menahannya.
"Aku tidak menyangka seorang Zein Leonard Xander akan bodoh juga" celetuk wanita itu dengan senyum mengejek.
Para kerumunan sudah dibubarkan tidak ada dari mereka yang mengungkit kejadian tadi, mereka semua melanjutkan aktivitas yang terhenti sejenak.
"Tuan pemarah, kata itu lebih cocok untuk mu tuan" seru wanita itu dengan kekehan, mengabaikan kemarahan pria itu. Mereka yang duduk di dekatnya terkesima mendengar kekehan dari wanita ini.
Lihatlah satu satunya orang yang berani mengatai dirinya bodoh tiga kali malah membuat dirinya sedikit terkesima.
Zein menormalkan wajahnya menatap intens wanita ini "apa yang kau inginkan sebagai balasan dari menolong ku" ucap Zein datar, menyadarkan ketiga pria yang sedari tadi terkesima. Mengabaikan ucapan wanita ini sebelumnya.
"Aku akan menagihnya suatu hari nanti".
"Sepertinya kau sangat berharap bertemu dengan ku kembali" remeh Zein.
"....." wanita itu hanya menatap Zein dengan senyum smirk nya tanpa membalas ucapan pria itu.
__ADS_1
Tiga orang pria yang sedari tadi terdiam melihat kejadian tadi membuat mereka mematung, ditambah lagi sekarang melihat dua orang berbeda gender namun sama-sama dingin dan menyeramkan.
"Bersyukurlah karena hari ini aku tidak ingin membunuh".
"oh sayang sekali padahal aku ingin melihat seorang Zein membunuh" sahut dengan santai.
"Pergilah" usir Zein
"Tidak" tolak mentah-mentah.
"Jangan coba memancing amarah ku nona". geramnya menahan amarahnya agar tidak meluap.
"Maka dari itu kau lebih cocok di panggil tuan pemarah". ejek wanita itu.
"Tidak bisa mengendalikan emosi" ucapannya dalam hati melihat bagaimana mata itu melihatnya dengan kobaran amarah.
"Jangan mencoba kabur jika kita bertemu lagi, pada saat itu pula akan ku bunuh kau langsung". Ancam pria itu tidak ada keraguan terlihat di wajahnya.
"Itu sangat seru"tantangnya.
"Kau akan menyesal nona saat itu juga kau akan kehilangan keangkuhan mu". tekan Zein.
"Terlihat jelas jika kau yang sangat tidak sabaran ingin bertemu denganku, wanita ini cukup terharu".ujar dengan suara seperti mengejek.
"Cih... tidak sabar untuk membunuh mu".
"Lakukan jika bisa".
Malas terus berdebat akhirnya Zein tidak membalas ucapan wanita itu. Tapi mereka berdua saling menatap tajam satu sama lain, namun terselip tatapan saling mengejek dan meremehkan tetapi tertutup dengan wajah datar keduanya.
__ADS_1
Ketiga pria itu terbengong mendengar ucapan panjang yang dikeluarkan tuan dan sepupunya ini, Zein tipe orang yang malas mengeluarkan kata-kata panjang kecuali menyangkut sebuah perintah yang berhubungan dengan mafianya. Mereka saja cukup terkejut karena Zein tidak membunuh wanita ini yang dengan lancang mengatai pria itu bodoh dan berani menantang dirinya.
"oh my God, wajah cantik, tubuh ideal, dan pemberani! ini... ini dia! Kakek aku sudah menemukan wanita tipeku". ucap alka dalam hati matanya berbinar melihat wanita didepannya ini. Tapi matanya langsung melotot melihat senyum mengerikan wanita itu. "Kakek sepertinya aku yang tidak berani" gumam alka dan hanya orang yang disebelahnya yang mendengar gumaman pria itu.