Pernikahan Couple Dingin

Pernikahan Couple Dingin
bab 6


__ADS_3

Didalam kamar Zein duduk di samping tempat tidur setelah menghabiskan dua puntung rokok.Ia sedang mengingat pembicaraan di lantai bawah tadi.


Flashback on


Alka duduk bersandar di sofa dengan kaki kanan menumpu di atas kaki kirinya.Jari telunjuk mengetuk-ngetuk dagunya.


Tiba-tiba ia menegakkan tubuhnya memusatkan mata mereka ke arah nya."Sepertinya kakek menjodohkan mu Zein,kau kan cucu pertama kakek sekaligus penerus mafia nya  dan kau juga tidak pernah dekat dengan seorang wanita"melihat kearah papi nya yang terus mengedipkan matanya.


Ia tidak tau bahwa itu sebuah kode dari papi nya agar alka jangan meneruskan ucapannya.


Alka terus meneruskan ocehannya tanpa melihat kearah Zein yang menatapnya tajam.


"Karena kakek tidak mau melihat kau jadi seorang ga--- aduh"ringisnya.


"Kenapa kau memukul ku ge?"tanya melihat wajah geo seperti sedang kesal sehabis memukul kepalanya dengan buku yang tadi berada di dekat sofa.


"Lihatlah ke arah Zein"bisik geo dengan geram.


Saat matanya mengarah ke Zein ia meneguk air liur kasar tatapan mata tajam nya seperti ingin menelan hidup-hidup dirinya.


"Zein it- bukan maksud ku"ucap nya terbata-bata suaranya semakin tercekat saat melihat tatapan Zein.


"Papi"melasnya melihat kearah papinya untuk menolong nya.


Dasar bodoh umpat dalam hati Farrel melihat putra sulungnya itu sangat cerewet.


Melihat alka ketakutan ia pun memberikan diri berbicara kepada Zein."Zein,maksud alka tidak seperti itu dia hany--".


"Aku bukan gay dan aku menyukai seorang wanita".tekannya melihat wajah mereka terbengong setelah mendengar ucapannya.


Sebenarnya ia pun terkejut mendengar ucapannya sendiri.Zein secara refleks mengatakan nya.


Zein berjalan ke kamar meninggalkan mereka semua dengan wajah terkejut mereka.


Flashback off.


Entah lah ia tiba-tiba teringat pada wanita yang ia temui di bandara itu.Sehingga spontan mengatakan ucapan tersebut.Wanita itu seperti memiliki daya pikat tersendiri.


  ***


Di tempat lain terdapat beberapa orang pria berpakaian hitam sedang mendengar kemarahan dari seorang yang mereka panggil nona keduanya.


"Kenapa kalian meninggalkan kakak ku sendirian, bagaimana jika terjadi sesuatu pada kakakku itu".geramnya kepada para pengawal di depannya ini.


Tapi tetap saja tidak mendapatkan respon sama sekali.


Ia tadi merasa bingung melihat kedatangan para pengawal kakaknya tanpa kakak perempuannya.


"JAWAB"bentaknya


"Maaf nona kedua, kami tidak di perbolehkan mengikuti nona pertama".balas salah satu pengawal.


Mendengar balasan pengawal tersebut membuat pria di samping perempuan itu menahan tawanya.Bahkan teman-teman pengawal tadi pun ikut menahan senyum.


Sebenarnya pengawal tersebut bingung  memanggil wanita yang berada di depan mereka ini.Karena wanita ini adik dari nona nya maka ia berinisiatif memanggil nona kedua.


Mereka langsung terdiam melihat tatapan nona keduanya itu.

__ADS_1


Ia hanya mendelik matanya mendengar panggilan nona kedua itu untuknya.


"Kalian kan bisa mengikuti kakakku secara diam-diam"geramnya.


"Maaf nona kedua kami tidak punya keberanian itu, jika tidak di perintahkan langsung oleh nona". sahut pengawal lain.


"Sudahlah kak,kak liona bisa menjaga dirinya sendiri" sambung Dion.


"Kak celin"


"Hm"


"Apa kakak lupa siapa sebenarnya kak liona itu".


"Kau benar juga, bahkan hantu pun takut padanya".


"Jadi berhentilah mengoceh kak,apa kakak tidak kasihan melihat telinga para pengawal yang memerah akibat mendengar suara kakak itu".ledeknya supaya kakaknya berhenti mengoceh.Sebenarnya telinganya juga ikut sakit mendengar suara kakaknya ini.


"DION"teriak celin.


"YA NONA KEDUA"ikut berteriak.Dion refleks berteriak karena terkejut mendengar teriakkan kakaknya.


"JANGAN BERTERIAK SIALAN"umpat celin


"KAKAK JUGA BERTERIAK"balas juga berteriak.


Para pengawal yang melihat keduanya hanya terdiam kuping mereka terasa tuli untuk sesaat.Mereka rasanya ingin sekali melakban mulut kedua orang ini.


Tapi keberaniannya langsung menciut jika mengingat kedua orang ini adalah adik kandung dari tuannya.


Bisa-bisa kepala mereka terlebih dahulu yang akan hilang dari tubuhnya.


Brum


Brum


Mata mereka berdua melotot melihat siapa yang mengendarai motor sport berwarna hitam itu.


"KAK LIONA"Teriak Celin dan Dion bersama.


Para pengawal hanya terkekeh geli melihat keterkejutan adik-adik dari tuannya.Apalagi keduanya memasang wajah yang sangat lucu,mata melotot dengan mulut yang sedikit terbuka.


"Wow kak liona sangat keren"pekik Dion memuji sang kakak pertamanya.


Sedangkan celin menganggukkan kepalanya sembari melihat penampilan kakaknya dari atas sampai bawah.


"Sepertinya aku juga harus belajar mengendarai motor agar sekeren kak liona" gumam celin dalam hati.


"Apa yang kalian lakukan disini?"tanya liona pada mereka semua.Suara dingin dengan wajah datar dan tatapan tajam membuat mereka menelan ludah kasar.


Yah mereka semua ini sedang berada di depan halaman masion.


"Kami sedang menunggu mu kak"balas celin.Ia menyenggol sang adik yang hanya menatapnya.


"Iya kak"di setujui Dion.


"Masuk"perintah nya kepada kedua adiknya." Dan kalian bubar lah". melihat pada para pengawalnya.

__ADS_1


"Permisi nona"ucap mereka dengan sedikit menundukkan kepalanya.


"Hm"


Liona berjalan memasuki masion diikuti kedua adiknya.


"Kak aku merindukan mu"ucap celin setelah sampai didalam.


"Kemarilah"merentangkan kedua tangannya memeluk adik perempuannya ini.


Melihat adik laki-lakinya hanya diam memandang mereka.Ia tau adiknya itu juga merindukan nya hanya saja gengsi untuk mengungkapkan nya.


"Kau tidak ingin ikut memeluk kakak mu ini Dion".


Mendengar perkataan kakak pertamanya Dion langsung menubruk kedua tubuh kakaknya ini.


"Kak celin geser sekarang gantian aku yang memeluk kak liona".


"Ckk kau ini"decak celin menggeser tubuhnya sebelum itu ia memukul dulu sang adik.


"Aduh,kak liona lihat kak celin memukul ku". rengeknya mengadu kepada liona.


"Celin"


"Hehe maafkan kakak mu ini yah adik kecil". ucap dengan terpaksa.


Kedua adiknya ini akan manja jika sudah berhadapan dengannya.


"Kalian sudah makan?"tanya liona kepada adiknya dan hanya gelengan yang ia lihat.


"Kalian ingin makan apa?"tanya lagi.


"Terserah kakak saja,kami akan memakan apapun yang kakak masak"sahut Dion mereka sangat menyukai masakan kakaknya ini.


Sebenarnya mereka bertiga bisa memasak tapi jika soal rasa kakak pertamanya yang paling enak.


Berjalan menuju dapur"tunggulah sebentar"ucapnya.


Celin dan Dion mengangguk mendudukkan tubuhnya di kursi dekat meja makan.Menunggu sang kakak sembari melihat kakaknya yang sedang sibuk memasak.


Setelah beberapa menit masakan pun jadi.Liona bisa melihat kedua adiknya menunggu makanan dengan sendok dan garpu yang telah berada di tangannya.


"Makanlah,kakak hanya memasak nasi goreng"ucapannya memberikan nasi goreng untuk adiknya dan dirinya.


"Terima kasih kak"ucap celin dan Dion.


Liona tersenyum melihat keduanya.Mereka memakan makanan dengan hening.


"Apa kalian baik-baik saja selama berada disini?"


"Baik,bahkan tanpa menjawab kakak juga sudah tau aktivitas kami".sahut Dion.


"Hm"


"Terutama kejadian kalian di klub kemarin malam".


"Uhuk , Uhuk".

__ADS_1


Mereka langsung mematung mendengar ucapan kakaknya.


__ADS_2