Pernikahan Couple Dingin

Pernikahan Couple Dingin
bab 14


__ADS_3

Zein masuk kedalam ruang VIP. Ia menghentikan langkahnya sengaja mendengarkan ketiga orang yang sedang membicarakan dirinya. Satu orang berbicara dengan wajah semangatnya dan dua orang lainnya mendengarkan dengan wajah sangat antusias.


Sudah jengah melihat ketiganya terus mengoceh. "Kalian terlihat sangat antusias membicarakan ku!". Suara datar memotong pembicaraan alka. Membuat ketiganya sontak terkejut memutar tubuh masing-masing kearah pintu. ketiganya mematung melihat orang yang sedari tadi jadi topik pembicaraan mereka. Pembicaraan, lebih cocok dikatakan penggosipan baru benar.


Apalagi Alka jantungnya seakan ingin copot melihat Zein berada di ambang pintu berjalan semakin mendekat kearah mereka. Suasana didalam ruangan tersebut terasa dingin bersamaan dengan hentakan langkah pria itu. Tubuh mereka seakan merinding, bulu kuduk mereka terasa berdiri tegak.


Alka ingin sekali memukul mulutnya yang cerewet ini, untung saja dirinya tidak melanjutkan ucapannya yang tadi ingin membahas tentang perjodohan Zein. " Zein, kau sudah datang yah?" tanya alka sehabis meneguk air liur kasar. Ia hanya berbasa-basi bertanya agar dirinya terlihat tidak seperti seorang pelaku.


Geo dan Alex yang mendengar pertanyaan Alka merutuki kebodohan pria itu. Tidak perlu bertanya jika sudah melihat orangnya disini pikir mereka berdua. Sedangkan pria itu hanya menatapnya dengan wajah polos.


Zein menduduki tubuhnya di hadapan mereka, tangannya mengeluarkan pemantik dan sebungkus rokok dari dalam sakunya. Menekan pemantik untuk membakar ujung rokoknya yang sudah ia keluarkan, sedangkan tangan satunya mengapit rokok diantara jari telunjuk dan tengah. Menyandarkan tubuhnya di sofa melihat kearah mereka dengan wajah datarnya sembari menghembuskan asap rokok yang mengepul.


"Beruntunglah kalian hari ini!, aku sedang tidak berselera untuk membunuh!" seru Zein dengan terus menghisap dan menghembuskan rokoknya. Seakan tidak mendengar pertanyaan dari Alka.


Mendengar ucapan Zein membuat mereka sedikit merasa lega, Kalau bukan karena Alex yang bertanya dan Geo yang tiba-tiba jadi cerewet semua ini tidak akan terjadi.


Ketika seorang yang cuek tiba-tiba banyak bicara malah membuat musibah , lain kali ia akan menyuruh Geo menjadi cuek saja pikir Alka.


"Apa informasi yang kau bawa?". tanya pria itu kepada sekertaris sekaligus tangan kanannya.


"Ehem, begini". jedanya untuk menghilangkan kegugupan nya. " Pria tua itu masih menyembunyikan dirinya di pulau kecil, Tim kita sedikit kesulitan menemukan pria tua itu. Karena dia berpindah - pindah tempat untuk bersembunyi dari kita". Jelas Alex dengan panjang lebar. Ia menarik nafas lagi untuk melanjutkan ucapannya.


"Pria itu sedang menambah anak buahnya dengan menggumpulkan orang -orang yang bermasalah dengan keluarga Xander. Mereka akan mulai rencananya dari orang-orang terdekat mu Zein". ucapan Zein dengan sedikit ragu karena melihat wajah tidak puas tuanya ini.

__ADS_1


"Tidak ada yang kau dapatkan selain itu!".tekan Zein menatap pria itu dengan tajam.


Pria itu menundukkan kepalanya "maaf". hanya ucapan itu yang bisa Alex keluarkan.


Kedua sepupunya hanya diam menyimak pembicaraan itu. Padahal mereka sudah sering berada dalam situasi seperti ini. Tapi tubuh mereka tetap saja masih merasakan ketakutan, jika sudah berhadapan dengan Zein.


"Cari lagi informasi yang bermutu, kau akan ku beri satu kesempatan jangan sampai aku sendiri yang akan terjun mencari pria tua itu". Perintah dengan sedikit suara serak, sorot mata tajam dan wajah datar. Tidak akan ada lagi kesempatan seterusnya jika pria menyeramkan ini berbicara lebih dari sepuluh kata.


"Baik" ucap tegas Alex menyetujui perintah tuannya ini.


Zein menyuruh menyelidiki musuh keluarganya itu, pria itu tau akan banyak kendala yang akan dialami anak buahnya. Karena pasti ada orang kuat yang membantu pria tua itu . Maka dari itu ia memberi kesempatan kepada Alex


Sedangkan didalam hati mereka ingin sekali cepat-cepat menyudahi pertemuan yang membuat tubuh mereka tidak nyaman.


****


Dengan Zein sibuk menyesap rokoknya, Geo dan Alex meminum wine yang telah di pesannya. Sementara Alka, pria itu sibuk melirik matanya kesana-kemari mencari wanita cantik menurutnya.


"Teruslah mata mu melotot melihat para wanita di sana". Seru Alex terkekeh geli melihat Alka yang tidak mengedipkan matanya melihat kearah para wanita yang sedang berjoget.


"Aku harus cepat - cepat mendapatkan wanitaku jika tidak, Kakek akan menjodohkan ku sama seperti Zein" ucapnya dengan tetap tidak mengalihkan tatapan matanya.


"Semoga saja kau juga akan dijodohkan kakek" celetuk geo.

__ADS_1


"Ck kau ini" decaknya mendengus kesal mendengar celetukan sepupunya ditambah lagi mendengar Alex malah tertawa.


"Per-misi tu-an". ucap pelayan klub dengan suara terbata-bata bahkan tangannya gemetar memegang baki minuman. Kedatangan pelayanan tersebut membuat mereka mengalihkan perhatiannya, kecuali Zein.


"Pergilah" usir Zein. Pelayan tersebut menunduk hormat lalu pergi.


Setelah kepergian pelayan, Zein menuangkan wine kedalam gelas saat ingin meminumnya tiba-tiba....


Pyaar


Suara pecahan gelas serta cipratan wine mengenai wajah dan bajunya. Seseorang dengan beraninya menepis sengaja gelas yang ada ditangannya. Sampai terpelanting ke lantai, pecahan gelas berserakan. Suasana klub tersebut langsung senyap, mengalihkan tatapan mereka kearah pojok ruangan.


"BERANI SEKALI KA—".


"DASAR BODOH!".


Belum selesai Zein membentak orang yang berani membuatnya marah. Orang tersebut malah balik membentak dirinya lebih dulu. Zein refleks menelan ucapannya. Malah terkejut dan mematung melihat mata itu, mata itu menatapnya kembali dengan sorot mata yang sama.


Mereka semua mematung melihat seorang wanita dengan beraninya melakukan itu terhadap seorang yang paling di takuti di kalangan mafia. Apalagi mereka bertiga yang berada dekat Zein sangat shock melihat kejadian itu. Rahang mereka seakan akan terjatuh. Bahkan ketiganya juga ikut mematung dengan mata melotot.


"Dari pada kalian menodongkan pistol padaku, cepat tangkap orang yang mengisi obat perangsang kedalam minuman tuan kalian". titah wanita itu kepada para pria berpakaian hitam serta topeng yang menutup setengah wajah mereka. Mereka semua adalah para anak buah dari pria ini. Seakan ucapan wanita itu adalah sebuah perintah dan harus di patuhi.


Seperti terkena sihir mereka semua malah menurunkan pistolnya, mengangguk kepalanya dan langsung membubarkan diri mencari pelaku. Padahal mereka tidak mengenal sama sekali wanita itu. Dan yang lebih anehnya lagi Zein yang merupakan tuan mereka hanya terdiam melihat anak buahnya pergi begitu saja tanpa perintah darinya.

__ADS_1


Disisi lain seorang bertudung hitam melihat kejadian itu berdecak marah padahal sedikit lagi rencananya akan berhasil. Tapi karena kedatangan wanita itu rencana harus gagal.


"Sialan aku tidak bisa melihat wajahnya" umpat marah orang itu. Karena wanita yang menggagalkan rencana membelakangi dirinya.


__ADS_2