
"Pasti itu karena kalian berdua membuat kesalahan" seru kakek lembut, dengan memeluk celin dan sebelah tangannya mengacak rambut Dion.
"Maka dari itu kak Liona menghukum kalian" lanjutnya. Kedua cucunya ini sangat berbeda dengan cucu pertamanya. Jika celin dan Dion bersifat ceria dan terbuka berbanding terbalik dengan Liona.
Kakek Brama merasa bersyukur dengan kedatangan celin, jadi ia bisa mengalihkan pertanyaan dari cucu cerewetnya. Dion ini sangat cerewet jika bersama mereka, tapi akan menjadi pendiam jika sudah bersama orang lain. Entah lah mungkin pria ini agar terlihat seperti pria cool.
Seperti dirinya juga, kakek Brama akan bersikap lembut dan cerewet jika sudah di hadapan cucunya. Walaupun kelakuan mereka membuat dirinya migran tapi lelaki tua ini sangat menyayangi ketiga cucunya. Berbeda lagi jika di luar sifatnya akan berubah menjadi pria dingin, kaku, dan sangat tegas. Maka dari itu Liona, Celin dan Dion sangat menyayangi kakeknya .
Tapi cara mereka berbeda untuk mengungkapkan perasaan sayangnya. Celin dan Dion akan bertindak manja serta mengungkapkan langsung. Untuk Liona dirinya lebih suka mengajak kakeknya berdebat. Menurutnya hal itu, agar kakeknya ini tidak kesepian.
****
Tiga hari kemudian tepatnya hari minggu, di mana hari sangat disukai banyak orang. Hari yang tepat digunakan untuk bermalas-malasan di tempat tidur, berlibur, berkumpul bersama keluarga, teman atau yang lainnya. Banyak para orang sibuk mempergunakan hari libur dengan sebaik-baiknya.
Setelah seminggu terlewatkan dimana semenjak sang kakek memberi tahukan perjodohan dirinya dengan seorang wanita yang ia ketahui bernama Liona. Hari ini ia akan mengunjungi masion pribadinya untuk mengambil data pribadi seseorang. Sebenarnya Zein memiliki masion pribadi tapi karena letaknya agak jauh dari kantor dan juga masion utama keluarga jadi ia memilih tinggal di apartemennya.
Pria itu tidak perlu menghawatirkan kediamannya, sebab ia mempekerjakan para pelayan untuk selalu selalu membersihkan masion pribadinya. Dan ada beberapa dari mereka yang juga tinggal di situ. Walaupun begitu dirinya akan selalu menyempatkan mengunjungi masion nya.
Mobil berhenti didepan sebuah masion, gerbang terbuka dengan lebar Zein mengendarai mobilnya masuk kedalam halaman masion yang cukup luas. Ia berjalan memasuki kediaman, saat pintu terbuka terpampang lah para pelayan yang bersejarah rapi menunduk hormat kepadanya.
Zein mengangkat tangannya mengisyaratkan mereka untuk pergi. " Tuan membutuhkan sesuatu?" tanya wanita paruh baya yang merupakan kepala pelayan di masion itu. Setelah kepergian pelayan lain.
__ADS_1
"Siapkan makanan" perintah Zein datar lalu melangkah menuju ruang kerjanya. meninggalkan wanita paruh baya yang menunduk hormat.
"Baik tuan" sahut kepala pelayan. Melihat tuan rumah sudah melangkah pergi, membalik tubuhnya langsung saja mengintruksikan para pelayan untuk membuat makanan sesuai perintah.
Di dalam ruang kerja Zein sedang membaca data seseorang yang telah di kirimkan anak buahnya. Sebenarnya kertas yang berisi data seseorang ini sudah beberapa hari lalu sampai di masion. Tapi karena pria ini sibuk mengurus pekerjaan dan harus pergi keluar negeri membuat dirinya baru hari ini sempat memeriksanya.
"Liona rose" gumam Zein membaca data tersebut pantas saja penelpon itu memanggilnya dengan nama Liona, tapi saat membaca semakin bawah ia mengkerut keningnya. Terpampang jelas di sana jika wanita bernama Liona ini hanya tinggal dengan kakek dan juga kedua adiknya. Dari informasi tersebut juga hanya menyatakan bahwa kedua orangtuanya serta neneknya meninggal pada saat mereka masih anak - anak.
Ada yang membuat janggal dalam pikirannya, tidak disebutkan penyebab meninggalnya mereka. Dan pula disini hanya tercantum nama Liona Rose, serta Celin Star dan Dion Kala itu nama kedua adik dari Liona tidak ada marga dalam nama mereka. Juga tidak ada nama kakek dari mereka. Apa anak buahnya sekarang jadi tidak becus bekerja?.
"Liona Rose" gumamnya dalam hati. Apa mungkin wanita itu yang dijodohkan oleh kakek dengan dirinya?, Tapi sepertinya tidak mungkin! wanita itu biasa saja saat bertemu dengannya di klub. Tidak melirik ke arahnya sama sekali atau pun curi - curi pandang.
Zein merasa bingung dengan dirinya sendiri, entah kenapa otaknya ini selalu memikirkan wanita asing itu. Setiap kali mengingat itu, pria itu selalu menyangkal bahwa dirinya tidak sabar ingin membuat tunduk wanita itu.
Ketukan pintu membuyarkan pria itu "masuk" ucapnya.
"Permisi tuan, makanan sudah siap" beritahu kepala pelayan.
"Hm" sahutnya.
Hanya kepala pelayan yang berani masuk memanggil tuannya ini, sebab wanita paruh baya ini sudah sangat lama bekerja dengan Zein. Wanita yang di panggil bi Mina merupakan orang yang selalu memerhatikan nya seperti seorang ibu, sekaligus orang yang diberi tanggung jawab mengurus segala keperluan dapur.
__ADS_1
"Permisi tuan" pamit bi Mina undur diri tidak lupa menunduk hormat dan menutup pintu. Walaupun tuanya ini selalu bersikap dingin dirinya tidak merasa sakit hati karena sudah tau sifat majikannya.
Suasana ruang makan hening hanya ada Zein saja di meja makan. Pria itu tidak sukai jika ada orang lain di dekat dirinya jika sedang makan di masion pribadinya. Para pelayan juga sudah mengetahui hal itu jadi mereka akan membubarkan diri jika melihat sang tuan menuruni tangga menuju meja makan.
Hanya di dalam masion inilah pria itu mendapatkan ketenangan. Belum ada orang lain atau pun keluarganya yang masuk kedalam masion pribadinya. Hanya beberapa pelayan. juga pengawal pilihannya yang merupakan anak buah dari mafianya.
****
Waktu menunjukkan semakin sore tapi matahari tetap mengeluarkan cahaya terangnya. Disinilah Zein berada duduk di ruang VIP dalam sebuah restoran yang terkenal di Indonesia. Sudah hampir 1 jam dirinya duduk menunggu seseorang.
"Sialan" umpat pria itu jika bukan karena kakeknya yang menyuruhnya menunggu sudah pasti dirinya sudah pergi sedari tadi.
Berani sekali wanita itu membuat seorang Zein menunggu selama 1 jam, lihat belum juga bertemu wanita itu sudah menyusahkan Dirinya! . Rasanya ingin sekali pria itu menembak seseorang untuk meredakan emosi yang sedari tadi ia tahan.... Tidak mungkinkan harus menembak anak buahnya yang sedari tadi berdiri menunggu di depan pintu bersama dengan Alex.
Sekertaris sekaligus sahabatnya ini membujuk ingin ikut juga, sebab Alex ingin tahu bahwa calon dari ketua mafia black lion. Dari mana ia tahu bahwa Zein ingin bertemu calon? tentu saja dari seorang alka yang cerewet itu.
Saat kesabaran Zein sudah habis, terserahlah apa yang akan dilakukan kakeknya. Baru saja ingin berdiri tiba-tiba....
BRAK
Suara pintu terbuka dengan paksa, munculah seseorang bermasker hitam serta topi, menutupi wajah dan Kepalanya. Hanya saja terlihat mata tajam yang menatapnya nyalang.
__ADS_1