Pernikahan Couple Dingin

Pernikahan Couple Dingin
bab 8


__ADS_3

Terjadi kericuhan Didalam perusahaan disebabkan oleh CEO perusahaan yang akan segera datang, membuat para karyawan kesana-kemari sibuk  mempersiapkan diri untuk menyambut sang pemimpin.


Jangan sampai terjadi masalah sekecil apapun nantinya, jika tidak ingin ditendang langsung keluar dari perusahaan. Terutama Para karyawan wanita mereka pada bersemangat mempercantik diri agar terlihat menarik dimata atasannya itu.


Walaupun pemimpin nya ini sangat kejam nan dingin,tapi hal itu yang malah membuat pria itu semakin memancarkan ketampanannya.


"Apa make up ku sudah rapih". Tanya karyawan 1 kepada orang disebelahnya sembari memperbaiki rambutnya.


"Oh yah ampun, bersihkan lipstik mu yang menempel di gigi".sahut, memberikan kaca kecil yang selalu dia bawa kemana pun dalam tasnya.


"Bagaimana denganku?".balik bertanya ke orang yang sedang sibuk membersihkan warna lipstik di giginya.


"Sudah rapih".


"Apa yang kalian berdua lakukan disitu cepat bersiap jika tidak ingin di pecat".Pekik pengawal yang melihat kedua orang tersebut malah asik berdandan di depan meja kerjanya.


Kedua karyawan itupun langsung terkejut saat melihat pengawal yang menegur mereka.Tubuh mereka merinding saat melihat tatapan pengawal itu, buru-buru mereka memasukkan alat make up kedalam tas dan langsung berlari melewati pengawal sembari menundukkan kepalanya.


"Percuma saja berdandan direktur tidak akan melirik wajah badut kalian". Lanjut pengawal saat melihat wajah karyawan itu seperti...


Grasak grusuk dari langkah kaki mulai terdengar para karyawan mulai berbaris rapih menunggu seseorang yang paling dihormati di perusahaan, membuat mereka  merasa deg degan.


"Jaga sikap kalian! direktur sebentar lagi akan tiba dan jangan sampai kalian membuat kesalahan jika tidak ingin di tendang dari perusahaan ini!". Perintah asisten kepada para karyawan yang sudah berbaris rapih, sedangkan mereka hanya mengangguk diam tidak berani berbicara.


Cukup ikuti semua perintah jika tidak ingin terkena masalah. Jadi mereka selalu mengangguk jika tidak ingin dipecat.Itulah salah satu poin yang harus selalu diingat jika ingin bekerja di perusahaan ini.


Beberapa detik kemudian sebuah mobil berhenti didepan perusahaan,mobil hitam mengkilap hanya dimiliki seorang sultan. Diikuti beberapa mobil berwarna sama dibelakangnya, yang berisikan para pengawal yang sebenarnya mereka adalah anak buah mafianya.


Salah satu pengawal itu mendekati mobil tersebut, lalu membuka pintu mobil.


Keluarlah dua orang pemuda berwajah berbeda, tetapi memiliki ekspresi sama.


Wajah datar, tatapan mata tajam, serta ketampanan yang selalu memikat para wanita.

__ADS_1


Zein keluar dari mobil berjalan memasuki perusahaan dengan kedua tangan yang di masuki kedalam kantong celananya. Tatapan mata yang membuat mereka terasa terintimidasi selalu ia sertakan.


Tiba-tiba suasana menjadi terasa mencekam membuat para karyawan dan asisten itu merinding, tubuh mereka terasa dingin mendengar langkah kaki cucu pertama keluarga Xander ini dan sekaligus pemimpin mereka.Bahkan mereka merasa menahan nafasnya seakan-akan takut nafas yang dikeluarkan mereka akan membuat masalah.


Diikuti oleh geo di belakangnya hanya berbeda satu langkah, mereka berdua terus berjalan melewati para karyawan yang hanya menunduk.Tanpa mengalihkan tatapan melihat kearah depan berjalan  memasuki lift menuju ruangannya yang berada di lantai 20.


Para karyawan akhirnya bisa menghela nafas dengan bebas, setelah asisten direktur itu membubarkan mereka. Bahkan ada yang langsung ke toilet karena tidak sanggup menahan lagi.


"Tadi sangat menakutkan,aku merasa tubuh ku gemetar".


"Bahkan para pengawal nya saja bermuka seram semua".


"Percuma saja kita berdandan direktur tidak melirik sama sekali".


"Aku melihat wajah tuan geo, wajahnya juga tak kalah tampan".


"Kau punya nyawa berapa berani sekali melihatnya".


"Aku hanya meliriknya sekilas"


"Hentikan coletahan kalian,lanjutkan saja pekerjaan jika tidak ingin terkena masalah".


Suara dari karyawan pria yang menghentikan  para penggosip itu. Lalu mereka membubarkan diri sembari menggerutu kesal kepada karyawan tadi.


****


Kini bergantian suasana mencekam berpindah keruang meeting, terdapat lima orang sedang berada dalam ruangan tersebut.


Kret


Bunyi pintu terbuka dari luar dapat dilihat terdapat dua orang sedang duduk menunggu, mendengar suara pintu mengalihkan tatapan mereka. Membuat kedua orang di dalam ruang tersebut langsung berdiri saat melihat orang yang ditunggunya telah tiba.


"Silahkan tuan"ucap asistennya kepada tuan dan sekertaris tuanya setelah menarik kursi mempersilahkan tuanya ini duduk.

__ADS_1


Lalu mempersilahkan mereka berdua duduk juga.


Kini Zein dan geo duduk dihadapan kedua orang tersebut sedangkan asistennya berdiri disampingnya.


"Maaf menunggu lama"ucap asisten Rio kepada dua orang berbeda jenis itu.


"Tidak apa-apa"balasnya dengan terbata-bata.


"Maaf sebelumnya tuan, nona kami tidak bisa datang karena ada hal penting yang harus diurus oleh nona". Ucapnya terbata-bata jantungnya berdegup kencang melihat tatapan seseorang yang dihadapannya.


Jangan kalian pikir deguban jantungnya itu karena sebuah cinta...bukan sama sekali bukan melainkan sebuah ketakutan bahkan membuat tangannya gemetar.


"Jadi saya selaku sekertarisnya menggantikan nona untuk sementara tuan". lanjutnya dengan suara sopan walaupun masih sedikit terbata-bata.Tangannya mencengkeram lutut asistennya yang sedari tadi hanya diam tidak membantu sama sekali. Mengapa nonanya ini menyuruh pria disampingnya sebagai asisten untuk menemaninya.


"Jadi nona mu itu tidak menganggap meeting ini penting! begitu nona melin?". Celetuk geo dengan wajah datar, ia berbicara pun dengan menekan namanya. Zein hanya diam saja menampilkan wajah datarnya.


Sedangkan orang yang ditanya semakin membuat dirinya gelagapan, melihat orang didepannya saja membuat dirinya gemetar apalagi ditambah mendengar celetukan sekertarisnya. Ia semakin kuat mencengkram lutut asistennya, mungkin jika pria ini memakai celana pendek akan terlihat kemerahan di kulitnya.


Nona kau ingin membuatku mati secara perlahan pekiknya dalam hati.


"Maaf tuan untuk menyela, nona kami tidak datang bukan berarti menganggap meeting ini tidak penting, nona memiliki urusan yang hanya nona sendiri saja bisa menyelesaikannya. Ini menyangkut keluarganya! tuan bisa mempercayai kami". Sahut asistennya panjang lebar menjelaskan dengan wajah datarnya.


Melin yang mendengar itu berdoa semoga saja orang orang ini mempercayainya.


"Geo lanjutkan".ucap Zein


Geo dan rio yang mendengar itu tidak menyangka jika seorang Zein akan dengan mudah mempercayai itu.


"Baiklah".


Melin langsung merasa lega mendengar itu, ia melirik sekilas ke arah asistennya.Ternyata pria kaku ini ada gunanya juga.


Zein tau bahwa geo dan asistennya merasa aneh kepadanya. Tapi ia punya alasan di balik itu semua. Tidak mungkin ada orang yang berani melakukan itu padanya siapa orang itu. Dimana saat semua orang berbondong-bondong bahkan ada beberapa yang berbuat curang hanya ingin melakukan kerja sama dengan perusahaannya.

__ADS_1


Mereka mulai melanjutkan meeting tersebut. Walaupun pada awalnya ada masalah tapi akhirnya meeting tersebut berjalan lancar.Dan kedua pihak perusahaan itupun telah mendapatkan kesepakatannya dan akan melakukan meeting selanjutnya nanti.


__ADS_2