Pernikahan Couple Dingin

Pernikahan Couple Dingin
bab 19


__ADS_3

Zein terkejut mendengar dobrakan pintu tapi pria itu tetap memasang wajah datarnya. Tapi yang membuat aneh tiba-tiba seorang masuk dengan menatap dirinya marah.


"Maaf tuan orang ini memaksa ingin masuk" kata Alex. Mereka yang di luar sudah menanyakan identitas orang ini, bukannya menjawab orang ini malah menerobos masuk.


Zein mengisyaratkan dari lirikan matanya menyuruh membiarkan saja. Belum juga melangkah pergi orang ini sudah dulu mendorong tubuhnya sampai terlonjak untung saja tangannya memegang pintu.


"Kenapa kau malah menyetujui perjodohan ini bodoh" Bentak orang itu langsung duduk sembari melepaskan masker dan topinya meletakkan di atas meja di tengah-tengah Zein dan orang itu dengan sedikit membanting.


Deg


Zein terkejut melihat orang didepannya seorang wanita yang sudah beberapa hari menyangkut di pikiranya. Datang dengan membawa amarah dan juga mengatai bodoh. Sepertinya kesialan berpihak padanya. Ini juga kesalahannya yang tidak peduli dengan wanita yang di jodohkan kakeknya. Pria itu menganggap masa bodoh sehingga tidak mencari dulu siapa wanita itu.


Para anak buah dan Alex yang berada di luar juga melotot kaget mendengar suara wanita yang membentak tuannya. Mereka semua mendengar sebab, pintu belum juga tertutup rapat oleh Alex. Membuat mereka terdiam dengan ucapan yang ada dipikirannya masing-masing.


"Wah aku tidak menyangka ternyata kau wanita lambat yang dijodohkan oleh ku" sindir Zein dengan senyum miring. Setelah kesadarannya kembali. Wanita yang membuat menunggu selama satu jam, seharusnya dirinya yang marah.


Wanita itu memutar bola matanya malas, ia tau pria ini menyindirnya karena telat " Lupakan itu, Sekarang kau harus membatalkan perjodohan ini". Perintah dengan memaksa.


Zein yang mendengar perkataan dari wanita ini menaikkan sebelah alisnya menatap remeh wanita didepannya. Gampang sekali ucapan menyuruhnya melupakan hal itu, Dia yang telat dia pula yang emosi. Lalu sekarang menumbalkan dirinya agar membatalkan perjodohan.


"Siapa kau berani memerintah ku nona Liona Rose" marah Zein menatap nyalang.


"Tidak penting siapa aku, Batalkan saja perjodohan aneh ini". ucap Liona santai, tidak takut sama sekali dengan tatapan itu.


Liona tidak terkejut sama sekali pria ini memanggil namanya, malah dirinya menatap ejek pria ini yang tidak berhasil menggambil datanya. Yah Liona mengetahui bahwa seseorang sudah mencuri datanya, dan ternyata benar dugaan nya selain menjadi seorang ketua mafia, CEO perusahaan ternyata seorang Zein juga menjadi pencuri...Pencuri identitasnya.


"Tapi jika kau tidak mau, aku merasa terharu seorang Zein Leonard Xander.....Ah tidak jadi" senyumnya mengejek. Ia ingin membuat pria ini emosi dan membatalkan perjodohan.

__ADS_1


Zein sedikit terpesona melihat senyuman itu, lalu melihat kearah mata yang selalu menatap dirinya tajam. "Kau terlalu percaya diri nona Liona" sinis pria itu, sembari menyandarkan tubuhnya. "Kau saja yang membatalkan, tidak usah menumbalkan orang lain".


"Ck Jika aku bisa tidak mungkin aku menyuruhmu bodoh" decaknya kesal.


Benar juga pikir Zein, tapi kembali menatap Liona dengan amarah mendengar wanita itu mengatai dirinya lagi.


"Dasar tuan pemarah" celetuk Liona terkekeh.


Suasana menjadi hening keduanya terdiam memikirkan rencana apa yang akan membuat mereka membatalkan perjodohan ini.


Suara dari sang pria memecahkan kesenyapan dalam ruangan. "Aku tidak bisa membatalkan perjodohan ini, walaupun sangat ingin tapi, perintah dari kakek ku tidak bisa di bantah. Apalagi menolak keinginannya ". Ucapnya panjang lebar memberikan alasan tidak bisa membatalkan yang termasuk keinginan juga.


Mendengar itu membuat dirinya berdecak kesal, percuma saja dirinya menemui Zein jika tidak bisa membuat keduanya.


Liona menghela nafas mendongak kepala sedikit keatas dengan menyenderkan kepalanya di atas kursi. "Jika bukan karena aku terjebak kedalam rencana kakek. perjodohan ini tidak akan berlanjut walaupun salah satu pihak menyetujuinya " celetuk wanita dengan wajah datar itu melirik kearah Zein yang sedari tadi juga melirik ke arahnya.


"Apa kau lupa siapa kakek ku" ujar Zein dengan tampang bercanda melihat kearah wanita yang sedari tadi menolak dirinya.


Sedari awal kedatangan Liona, kira Zein wanita yang akan dijodohkan oleh akan merengek, kesenangan, bahkan memuja dirinya. Atau membujuknya mempercepat pernikahan mereka. Sebab dilihat dari wajah, bahkan duitnya siapa yang akan menolaknya. Ternyata jauh dari perkiraan nya yang datang malah wanita pertama yang berani menolaknya, tidak terlihat tertarik padanya sedari pertemuan pertama.


"Brata Mark Xander" ucap santai, berani sekali Liona menyebutkan nama lengkap kakeknya tanpa embel-embel tuan. Padahal cucu pertamanya yang sangat menghormati sang kakek ada dihadapannya.


"Kau tidak takut aku akan membunuhmu di sini" ancam Zein.


"Tidak" sahut liona sembari menegakkan tubuhnya "jika kau berniat membunuh ku sedari awal aku mengatai mu bodoh kau sudah dulu menembak ku dengan pistol yang ada di saku mu" melirik senjata yang sedikit mengembung didalam saku pria itu.


Zein cukup salut dengan keberanian wanita ini. Tidak dak ada rasa takut sedikit di matanya setelah Zein mengeluarkan pistolnya meletakkan di atas meja.

__ADS_1


"Bagaimana dengan penawaran ku tadi?" mengabaikan yang dilakukan pria itu, dan bertanya kembali tentang idenya.


"Kau terlihat sangat semangat tidak ingin menikah dengan ku"


"Tentu saja"


"Datanglah jika kau berani" tantang Zein, "percuma saja bertemu dengan kakeknya hasil tetap akan sama" ucap nya dalam hati. Memandang wajah datar Liona dengan senyum mengejek. Ia bersemangat melihat wanita yang berani mengatai dirinya akan tertunduk menghadapi kakeknya nanti. Pasti sebelum membicarakan soal pembatalan wanita ini lebih dulu menciut tidak berani berbicara pada kakek.


"Hm" sahut liona.


Biarkan saja hari ini wajah datar pria itu mengejek dirinya seakan tidak akan berani berhadapan dengan seorang Brata. Lihat saja besok dirinya akan membuat wajah datar itu terkejut melihat tindakan dari seorang Liona Rose Stever.


Perdebatan, saling mengejek, saling meremehkan mengisi ruangan VIP restoran tersebut. Tidak mereka sadari sedari awal keduanya tidak ada yang memesan makanan atau minuman, bahkan tidak ada pelayan yang masuk menawarkan makan ataupun membawa makanan.Apa tenggorokan mereka tidak kering? sepertinya tidak!.


Liona melirik intens Zein dia tidak abis pikir dengan pria ini, wajah bisa di katakan tampan, duit jangan ditanya lagi hartanya menumpuk pikirnya. Liona apa mata mu sedikit katarak? tidak bisa melihat ketampanan dari seorang Zein?, seorang yang terkenal dengan ketampanannya wajahnya!. Sangat di idam - idamkan para wanita di luaran sana!.


"Zein kau masih normal kan" celetuk Liona dengan tampang mengejek. Terlintas ide jahil di otaknya membuat pria ini marah.


"Jaga ucapan mu"


"Sepertinya kau sudah tidak menyukai seorang anak, kau gay ka—.."


"JAGA BATASAN UCAPAN MU WANITA SIALAN". Bentak Zein marah memotong ucapan Liona.


"Turunkan senjata mu tuan pemarah, aku tidak takut dengan pistol mura—".


Dor..!

__ADS_1


terdengar suaranya tembakan memenuhi ruang VIP tersebut.


__ADS_2