Pernikahan Couple Dingin

Pernikahan Couple Dingin
bab 16


__ADS_3

Geo yang mendengar itu mengerutkan keningnya bingung. Lalu tersenyum kecil melihat senyuman smirk itu.


"Senyuman yang sama" batin Geo, wanita yang sama dengan wanita di restoran itu.


Sedangkan disisi Alex, dirinya Meneguk ludah kasar melihat keduanya.


"Hai nona?" tanya Alka


"Apa kau ingin pesan alkohol?". lanjutnya bertanya sebab tidak mendapat balasan.


"Tidak" tolaknya dingin.


Mendengar penolakan dari wanita itu membuat Alka tetap memberanikan diri untuk bertanya lagi tapi setelah mendengar balasan membuat dirinya mengurungkan niatnya, sembari mengkode Alex yang juga tenga menatap dirinya untuk membantunya berbicara.


"Baiklah" ucap pria itu dengan menggaruk kepalanya tidak gatal.


Alex yang melihat kecanggungan diantara mereka berinisiatif bertanya. " Sejak tadi kita belum berkenalan, lebih baik untuk tau nama satu sama lain nona agar lebih .... em itu.." jedanya menggaruk tengkuknya tidak gatal ia bingung ingin bicara apa lagi. "Alex nama ku Alex sekertaris tuan Zein ". Ucap pria cepat senyuman tulus di bibirnya seketika menjadi paksaan saat tidak mendapatkan balasan uluran tangan.


Pria itu langsung menarik tangannya kembali tapi tetap dengan senyum paksaan. "Alkana Xander dan ini Geoano Alten Xander kami sepupu Zein" sambar alka saat melihat geo akan membuka mulut memperkenalkan dirinya. Mendengar alka memotong ucapan membuat geo mendelikkan matanya.


Lalu tatapan mereka bertiga mengarah ke wanita itu menunggu wanita didepannya ini menyebutkan namanya, kecuali Zein sedari tadi diam entah apa yang dipikirkan pria itu.


Walaupun begitu telinganya tetap mendengar ucapan mereka, Dirinya tidak abis pikir mendengar kebodohan ketiganya, tidak perlu mengenalku diri pun pasti wanita ini sudah mengetahuinya.


"Rose" ucap wanita itu.


"Nama yang cantik sama seperti wajahnya" celetuk Alka. tetap saja yang dipuji masih menampilkan wajah datarnya.


"Nona rose kita berjumpa lagi" ujar geo, mereka yang ada disitu mengalihkan ke arahnya.


Wanita yang di panggil Rose itu mendengar ujaran pria itu mengangkat sebelah alisnya bingung" kita pernah bertemu di Restoran..." lanjutnya.


"Lalu..." sahut wanita itu.

__ADS_1


""Tidak apa-apa sih" ucapnya kikuk ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Jika tidak ada wanita cantik disini, sudah di pastikan alka akan tertawa terbahak-bahak melihat bukan hanya dirinya saja yang merasa kikuk, tapi dirinya akan menahan itu semua ia harus menjaga image di depan wanita cantik.


Tapi nanti dulu! apa kata geo, bahwa mereka bertemu di Restoran? jangan - jangan wanita yang mereka ketahui bernama Rose ini adalah wanita yang sama yang di ceritakan oleh geo.


Tanpa mereka semua sadari sejak kedatangan rose mereka semua tidak meminum alkohol atau pun merokok.


Drett


Drett


Suara telpon mengalihkan atensi mereka kearah rose bahkan Zein memandang wanita ini dengan pandangan sulit diartikan. Jangan kalian pikir Zein tidak memerhatikan sesuatu, diam nya Zein itu bukan hanya sekedar diam. tapi dalam otak liciknya terdapat macam-macam hal yang membuatnya merencanakan sesuatu.


"Halo kak".


"Hm".


Tut


Deg


Suara telepon dimatikan secara sepihak oleh wanita itu, bersama dengan terkejutnya mereka semua mendengar nama seseorang yang disebut oleh orang yang di balik telpon. Walaupun terdengar samar-samar tapi tetap saja terdengar bagi mereka yang memiliki pendengaran tajam apalagi bagi seorang mafia.Kecuali Alex, pria itu mengerutkan keningnya melihat ketiga sepupu itu, sebab pria itu belum mengetahui tentang perjodohan tuannya.


"Liona nama yang sama disebutkan oleh kakek, nama wanita yang dijodohkan oleh Zein". pekik geo dan alka dalam hati. Tidak mungkinkan? mungkin hanya kebetulan nama nya saja sama.


"Aku pergi" seru rose melangkah pergi setelah menutup ponselnya, meninggalkan mereka semua yang memandangnya dengan sulit diartikan.


"Siapa sebenarnya wanita itu" gumam salah satu dari mereka.


Bahkan Zein tidak sama sekali mengalihkan sedikit pun tatapan mata tajamnya dari wanita ini sampai tubuh wanita itu mengecil tidak terlihat lagi."Liona" gumam Zein.


****

__ADS_1


" Kau akan pergi kemana". tanya geo.


"Apartemen"


Sekarang tiga pemuda itu sedang berada didalam mobil milik Zein untuk Alex, ia sudah pergi mengendarai mobil miliknya, setelah kepergian wanita itu mereka melanjutkan meminum alkohol sampai alka tergeletak mabuk. Yah dialah yang paling banyak minum, jika ditanya mengapa? Alka akan menjawab " aku tidak bisa memiliki wanita itu, pada hal wanita itu sudah pas dengan tipe ideal ku"


Keduanya menebeng kedalam mobil Zein, karena geo dan alka akan ikut menginap di apartemen pria itu. Sebab tidak mungkin mereka pulang ke masion dengan keadaan seperti ini, Jika mommy Sera melihat mereka pulang dalam keadaan mabuk siap-siaplah mendengar ceramah seorang ibu sampai telinga mereka memerah. Belum lagi jika pagi harinya akan mengungkit kembali.


Keadaan dalam mobil hening, Zein dan Geo diam dengan pikiran masing-masing, keduanya masih sadar tidak terpengaruh alkohol. Hanya suara alka yang meracau tak jelas di belakang.


Sudah sampai di apartemen, ketiganya pergi beristirahat dengan geo yang memapah tubuh alka masuk kedalam.


Zein lebih dulu memasuki kamarnya lalu, membuka baju sehingga terpampang roti sobek yang tercetak di perutnya. Berjalan memasuki kamar mandi guna membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket. Setelah selesai pria itu keluar hanya memakai celana pendek tanpa atasan lalu membaringkan tubuhnya diatas kasur.


Drett, suara telepon berdering disampingnya, pria itu mengangkat tanpa melihat siapa yang menelepon pun pria itu sudah mengetahuinya.


"...."


"kirimkan semua datanya"


"...."


"Hm".


Zein memutuskan telpon lalu menegakkan tubuhnya berjalan kearah meja mengambil rokok nya. Duduk disamping kasur menghadap ke arah jendela dengan tangan yang memegang rokok. Dirinya bertambah semangat setelan mendengar bahwa anak buahnya telah mendapatkan data seseorang atas perintahnya.


Jangan kalian pikir seseorang Zein akan membebaskan seseorang yang telah mengatainya " kita lihat keberuntungan apa yang akan menyelamatkan wanita itu nantinya". ucap pria itu sembari mengisap rokok.


Saat pertama kali bertemu wanita itu dengan beraninya menantangnya dengan menatap balik dirinya dengan tatapan tajam , lalu pertemuan kedua wanita itu mengatai dirinya bodoh sebanyak tiga kali. Entah kejadian apa lagi yang menunggunya di pertemuan selanjutnya? Kesialan bagi wanita itu? atau kesialan untuk dirinya.


"Sial" umpat Zein menggelengkan kepalanya guna menghilangkan wanita itu yang malah menyangkut di benaknya. Mengapa aku memikirkannya? mengapa dirinya seakan menunggu pertemuan dengan wanita itu?. Ah pasti aku tidak sabar karena akan menjalankan rencana membuat wanita itu tersiksa pikir Zein tidak ada sebab lain yang membuatnya harus mengingat wanita itu bukan.


Sangat terlihat jelas bahwa dirinya yang tidak sabar ingin bertemu kembali dengan wanita asing itu tapi pria itu menyangkalnya. Jika kedua sepupunya melihat tingkah aneh Zein pasti mereka merasa jika Zein sepertinya sedang kerasukan penunggu apartemen.

__ADS_1


__ADS_2