
Setelah pembahasan tentang perjodohan selesai lalu dilanjutkan dengan sarapan, selesai dengan sarapan mereka semua membubarkan diri. Dan Melanjutkan aktivitas masing-masing seperti hari- hari biasanya.
"Zein". Panggil kakek saat melihat Zein akan melangkah. Selesai memberitahukan perihal perjodohan, kakek Brata membubarkan mereka semua. Sekarang diruang tersebut, itu tinggal tersisa kakek Brata dan Zein.
Mendengar panggilan sang kakek Zein diam memandang kakeknya. Ia tau pasti kakeknya ini akan membicarakan sesuatu.
"Perjodohan ini tidak bisa dibatalkan karena kakek dan dia sudah membuat sebuah perjanjian. Keluarga kita mempunyai hutang Budi kepada keluarga mereka, jika bukan karena sahabat kakek jasad nenekmu tidak bisa ditemukan". ucap kakek memandang wajah datar cucunya ini. Tanpa memberitahu dengan lengkap Kakek Brata tau bahwasannya cucunya sangat paham maksud dirinya.
"Zein paham kek". sahut pria itu. Kakek yang mendengar itu tersenyum tipis.
"Kau cucu pertama Xander yang paling bisa ku andalkan, maka dari itu kakek mempercayai mu menjadi penerus mafia black lion". Bangga sembari tangan keriputnya menepuk pundak cucunya. Walau begitu tetap saja tenaga jangan diragukan lagi. "Nenek mu akan bangga melihat mu dari sana". celetuk tersenyum.
Ia bisa melihat raut sedih wajah kakeknya dan senyum terpaksa."Hm, Zein pergi dulu". Pamitnya.
"Hm"
Zein langsung melenggang pergi, ia tidak ingin mendengar lagi tentang neneknya itu. Tidak mau melihat senyum paksa kakeknya. Pria itu tidak ingin lagi mengingat wanita tersayang nya yang akan membuat dirinya merasa bersalah. Karena tidak bisa menjaga nenek tersayang nya. Sebenarnya itu bukan salah dirinya tapi tetap saja Zein merasa tidak becus.
*****
Dimalam Harinya.
"Alex sudah datang, kami sedang menunggu di klub...".
"Hm"Sahutnya. Langsung mematikan sambungan telpon secara sepihak. Ia memutar jalan arah mobilnya ke tempat yang disebutkan si penelpon tadi. Pria itu baru saja pulang dari kantor, tadinya ia akan kembali ke masion.
Mobil yang dikendarai Zein terus berjalan membelah jalan pusat kota, banyak cahaya lampu - lampu jalan memerangi dalam perjalanannya di malam hari ini. Pria itu mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang Melintasi gedung-gedung tinggi, menyalip setiap mobil -mobil yang ada di depannya.
Baru saja memasuki salah satu klub...., Telinganya sudah disuguhi dengan suara dentuman musik DJ, pandangan matanya bisa melihat lampu kelap kelip yang memutar dan para wanita menari-nari mengikuti irama musik dengan pakaian kurang bahan melekat ditubuh mereka.
Pria itu terus berjalan membelah kerumunan para manusia, menghiraukan tatapan-tatapan menggoda dari para wanita. Walaupun begitu tidak ada dari mereka yang berani mendekati dirinya.
__ADS_1
"Kudengar meeting perusahaan ada percekcokan?". Celetuk pria yang sedang mengisap rokok.
"Hm, sedikit masalah CEO perusahaan itu tidak datang hanya menyuruh sekertaris dan asistennya saja". ucapannya dengan santai.
"Sangat berani, ketika semua CEO perusahaan lain mengemis ngemis supaya bisa bekerja sama dengan perusahaan...dia malah tidak datang."takjub dengan nada semangat, pria itu menggelengkan kepalanya tidak abis pikir.
Geo melihat tingkah orang didepannya ini terkekeh geli."Dia seorang wanita".
"Wow, apa wanita itu tidak mengetahui siapa yang akan ditemuinya".pekik Alex dengan menegakkan tubuhnya.
"Hanya orang bodoh yang tidak mengetahui pemilik perusahaan... tutur Geo.
"Kau benar juga"seru Alek setujui.
Alka yang berada disitu juga hanya diam dengan wajah planga plongonya, ia bingung tidak mengerti pembahasan apa yang geo dan Alek bicarakan.
Pria itu yang biasanya sangat cerewet di situasi manapun, memilih diam menyimak pembicaraan keduanya terdengar sangat seru. Apalagi geo yang biasanya tidak pernah memperdulikan apapun. Malah terlihat semangat membicarakannya. Sepertinya kecerewetan alka sudah berpindah ke mulut Geo.
"Baru kali ini aku mendengar seorang wanita yang sepertinya menganggap tidak penting berkaitan dengan seorang Zein" tutur dalam hati salah satu pria.
"Kalian berdua akan lebih terkejut jika mengetahui kejadian di restoran itu". Tambah geo lebih dengan semakin semangat membicarakan seorang Zein.
"Masih tentang Zein" celetuk alka menimpali.
"Hm"balas setelah meneguk tandas minuman di gelas.
"Apa, ada apa di restoran itu?". tanya alka dan Alex bersama mereka berdua terlihat sangat antusias ingin mengetahui juga. Bahkan keduanya memajukan badannya.
"Aku melihat Zein tapi versi wanita". ucap bangga menyenderkan tubuhnya di sofa. Seakan dirinya mendapatkan lotre, tidak salah pilihannya mengganti Alek menjadi sekertaris sementara. Karena itu Geo bisa melihat tontonan sangat menarik. Walaupun dirinya juga merasa gemetar di situasi itu.
Hening, tiba-tiba mereka bertiga terdiam. Alex dan alka saling menatap melihat kearah Geo dengan wajah yang sulit diartikan. Geo yang melihat wajah tidak percaya mereka pun memutar bola mata malas.
__ADS_1
"Tatapan matanya sama persis dengan Zein, bahkan wanita itu berani menantang Zein dengan tatapan mata tajam". turut geo meyakinkan keduanya.
Melihat wajah geo yang berubah serius apalagi dengan meyakinkan membuat alka dan Alex percaya, mereka berdua menganggukkan kepalanya tanda keduanya telah percaya. Dipikirkan mereka berdua pun ingin sekali bertemu wanita itu.
"Apa wanita itu seperti tipeku?"tanya alka, tiba-tiba otaknya mengingatkan, dirinya ingin mengetahui wanita pemberani itu. Siapa Taukan wanita itu tipenya jadi tidak perlu lama-lama mengenalkan pada kakeknya pikirnya.
"Otak mu itu selalu saja berisi wanita cantik tidak baik hanya melihat dari fisik saja, belum tentu hatinya sama seperti wajahnya". ucap Alex menasihati alka. Dirinya sangat tau bagaimana kelakuan cucu ketiga keluarga Xander ini.
"Tentu saja, sebelum aku mendapatkan wanita yang pas. Akan selalu ku cari di setiap wanita-wanita berparas cantik" elak alka sengaja tidak mendengar nasihat pria itu.
Tidak salah jika mereka menganggap alka seorang playboy cap badak. Setiap melihat wanita cantik pria itu akan mengklaim mereka semua tipenya. Tapi tidak ada satupun dari mereka semua yang benar-benar akan dikenalkan pada keluarganya.
"Apa wanita itu seksi"celetuk Alex melihat kearah Geo.
"Sialan kau sama saja bodoh". marah Alka menggeplak kepala Alex, lihatlah pria ini yang tadi sok menasihati tentang wanita, malah bertanya seperti itu.
"Namanya juga manusia biasa". ringisnya mengusap kepalanya.
Lalu keduanya melihat kearah Geo menunggu jawaban pria itu."Sangat cantik dia memiliki daya pikat tersendiri" sahutnya.
Alka yang mendengar itu tersenyum lebar."Semoga saja wanita itu masih single".
"Wanita itu bersama seorang pria"beritahu Geo. sebenarnya ia tidak tau siapa pria itu, tapi melihat kedekatan keduanya seperti mereka berdua mempunyai hubungan.
" Haha, Mundur sebelum berjuang!"timpal Alex tertawa melihat raut wajah alka langsung berubah melas.
Mereka bertiga asik membicarakan Zein, jika ada orang yang melihat mereka saat ini. Orang itu akan menganggap mereka bertiga terlihat seperti emak-emak penggosip tidak ada lagi gaya cool, wajah datar, aura menyeramkan yang biasanya terlihat di depan orang-orang.
"Tentang perjodohan semal—" belum juga selesai ucap alka terpotong karena kedatangan seseorang.
"Kalian terlihat sangat antusias membicarakan ku!".
__ADS_1