Pernikahan Couple Dingin

Pernikahan Couple Dingin
bab 27


__ADS_3

Sebuah mobil melaju dengan kecepatan sedang, seorang gadis cantik nan cerewet sedang asik mengendarai mobilnya sembari mendengarkan lagu yang diputarnya. Sesekali mulutnya mengikuti lirik lagu tersebut.


"Akhirnya aku bisa bebas sepuasnya. Ayo celin lakukan semaumu" Ucapnya kepada dirinya sendiri dengan bahagia.


Seorang gadis yang terlihat sangat senang, terus tersenyum mengendarai mobilnya dengan suasana hati yang bahagia. Setelah ikut mengantarkan kakeknya ke bandara. Celin memisahkan diri dari Dion dan para pengawal.


Karena semenjak dirinya dan Dion mendapatkan hukuman dari kakak pertamanya, tidak diperbolehkan keluar masion selama dua Minggu. Membuat dirinya sangat,sangat bosan. Belum lagi Dion yang selalu mengikuti dirinya kemanapun seperti anak ayam, jika ia akan pergi keluar dari masion.


Walaupun ada sedikit perdebatan, sebab celin ingin sendiri membawa mobil tanpa supir atau pun pengawal.Tapi Karena melihat celin kekeh dengan keinginannya dengan terpaksa Dion memperbolehkannya. Akhirnya ia bisa melakukan semuanya dengan bebas tanpa ada yang merecoki, menganggu juga mengikutinya.


Drett


Drett


Sedang asik mengikuti lirik lagu, suara dering ponsel mengalihkannya. Ia berdecak kesal Pada saat melihat nama Dion gila yang tertera di layar ponselnya.


"Menganggu saja" kesalnya. Walaupun begitu celin tetap menerima panggilan teleponnya.

__ADS_1


"Apa" ketus celin.


"Kakak lama sekali sih, cepatlah aku sudah lama menunggu disini".


Mendengar suara kesal dari adiknya, ia langsung melihat jam yang tertera dilayar ponselnya. Celin terkejut, tidak terasa dirinya mengendarai mobil, berkeliling dijalan sedari tadi sudah hampir satu jam.


"Kak, kakak dengar tidak"


Ia meringis, suara Dion yang sedikit meninggi " iya, sebentar lagi Kakak sampai".


Karena senang akhirnya bisa merasakan bebas lagi. Ia sampai lupa jika ada janji dengan adik gilanya ini. jika dirinya akan meneraktir adik gilanya ini, sebab memperbolehkan membawa mobil tanpa sopir atau pun pengawal.


Celin sibuk grasak grusuk mau mengambil ponselnya tanpa tau, mobil di depannya tiba-tiba berhenti dan...


BRAK


Celin langsung mendadak menginjak rem. Saat melihat mobilnya menabrak belakang mobil didepannya ini. Ia terkejut melihat itu.

__ADS_1


****


Dion sedang mercak-mercak tidak jelas. Ia sudah kelaparan menunggu kakaknya belum juga datang. Melihat kearah jam tangan yang ia pakai, sudah lebih dari tiga puluh menit sejak dirinya menelpon kak celin. Katanya sebentar lagi! sedari tadi matanya melihat kearah pintu restoran, belum juga batang hidup kakaknya ini terlihat.


Untung saja suasana restoran cukup sepi hanya ada beberapa meja saja yang berisi pengunjung. Perutnya sedari tadi sudah berbunyi, meronta-ronta minta di isi makanan.


Jangan ditanya mengapa tidak langsung memesan makan saja? Kalau dirinya mempunyai uang!tidak akan perutnya sampai berbunyi seperti ini.


Yah Dion tidak membawa uang, sebab celin yang akan mentraktir hari ini. Jadi dompetnya ia tinggalkan di dalam mobil. Mengapa tidak diambil saja? karena mobilnya sudah dibawa ke masion oleh pengawalnya. Ia berniat akan menebeng saat pulang nanti.


Saat ingin menelpon lagi kakaknya, pandangan matanya teralihkan ke arah pintu. Keningnya mengkerut bingung melihat orang yang masuk kedalam berjalan ke arah meja yang ia duduki. Kalau perempuannya itu memang kakaknya celin. Tapi, kenapa kakaknya ini bisa bersama dengan pria ini. Bahkan pria itu juga ikut menduduki tubuhnya di tempat mejanya.


"Kak"panggil Dion.


"Cepat pesan" ketus celin.


Dion semakin bingung, melihat celin yang tiba-tiba ketus. Ia memanggil pelayan restoran, lalu memesan makanan. Sebab melihat wajah dan mata kak celin yang seakan menyuruhnya "cepat pesan lalu pergi dari sini".

__ADS_1


Setelah pesanannya datang, cuma Dion saja yang makan. Sedangkan celin dan pria itu malah diam, memainkan ponselnya masing-masing. Tidak ada suara apapun di meja mereka. Bahkan Dion pun makan dengan pelan seakan takut, jika mengeluarkan suara sekecil apapun.


"Apa-apaan ini? kenapa hanya aku saja yang makan"seru Dion dalam hati.


__ADS_2