Pernikahan Couple Dingin

Pernikahan Couple Dingin
bab 26


__ADS_3

Kedua orang tersebut telah berada di dalam kamar Zein. Liona menarik tangannya dari pegangan pria itu dengan paksa, lalu mendorong dada lelaki itu cukup kuat hingga membuat kaki Zein melangkah sedikit mundur.


"Lancang sekali kau menyentuh tanganku" desis Liona setelah terlepas, menatap Zein tajam sebab tangan putih mulusnya sedikit memerah.


Ia berdecak melihat lelaki di depannya ini tetap diam. Berjalan kearah tempat tidur, mendudukkan dirinya disamping kasur. Menatap pemilik kamar tersebut yang menatap kekakuannya.


Zein mengepalkan kedua tangannya melihat kelakuan Liona yang sangat tidak di sukai oleh dirinya. Sedari tadi ia diam, bukan berarti ia takut atau pun merasa bersalah melihat pergelangan tangan Liona memerah karena ulahnya.


Ia diam karena ingin melihat apa saja yang akan dilakukan wanita yang selalu menantangnya. Dari wanita ini melepaskan tangannya, lalu mendorongnya dan sekarang dengan beraninya wanita ini duduk dengan santai . "Aku tidak menyuruh mu duduk di tempat tidurku" tekan zein melangkah kakinya mendekati tempat tidurnya.


Baru saja akan menarik tangan wanita ini supaya bangun dari tempat tidurnya, tangganya sudah lebih dulu di tepis dengan kasar.


"Sudah kubilang jangan menyentuh tanganku" ucap santai tapi terselip penekanan dari ucapannya.


Menghela nafas dan memejamkan matanya sebentar. Lalu menatap dengan tajam.


"Keluar" Bentak Zein. Ingin sekali dirinya memotong tangan yang berani menepis kasar tangannya.

__ADS_1


"Jangan lupa kau sendiri yang menarik ku masuk kedalam sini" seru liona dengan wajah remeh. Lihatlah lelaki ini mudah sekali emosi.


Zein tetap menatap datar dan tajam, tangannya masih mengepal. Ia merutuki dirinya sendiri. Entah ada apa dengan otaknya ini. Ia sendiri yang menarik masuk lalu sekarang menyuruhnya keluar tanpa alasan.


Zein berjalan melewati Liona, membuka pintu yang mengarah ke balkon. Liona yang melihat itu mengangkat sebelah alisnya. Apa pria ini tidak bisa menahan emosinya lagi hingga akan mengeluarkan dirinya dengan cara melemparkannya dari balkon kamar?.


Liona berjalan, menyusul pria itu ke balkon. Ia berdiri di samping pria ini yang sedang menyulut rokoknya.


"Kau ingin mengeluarkan ku dari balkon ini?" tanya liona. Sedikit menggeser tubuhnya sebab asap dari rokok itu mengenai wajahnya.


Zein tetap diam hanya melirik Liona sebentar, lalu menjatuhkan batang rokoknya yang tersisa setengah kelantai dan menginjaknya.


Mungkin orang lain akan seperti itu. Tapi beda untuk Zein, wajah itu yang selalu menampilkan wajah datar! mata itu yang selalu menatap tajam menantangnya! dan mulut itu yang selalu berani padanya!. Membuat dirinya semakin bersemangat menjinakkan singa betina ini.


"Awalnya begitu, tapi aku tidak ingin orang-orang mengatakan bahwa seorang cucu pertama dari keluarga Xander gagal menikah! karena sang wanita meninggal karena terjatuh dari atas balkon!, itu sangat tidak estetik sekali". Jelas Zein dengan senyum miringnya.


"Waw, cukup menarik, tidak menyangka seorang Zein akan mendengarkan perkataan orang lain!" ucap santai Liona.

__ADS_1


Zein berdecih. Bukanya Liona yang terdiam malah dirinya yang tidak bisa berucap. Zein apa kau sadar? hanya dengan Liona lah kau bisa berbicara panjang dengan ekspresi berbeda-beda.


"Bagaimana jika pernikahan tetap terjadi" celetuk Zein setelah keterdiaman keduanya.


" Jika itu akan terjadi, maka pasangan ku bukan dirimu!" ucapnya tanpa mengalihkan tatapannya.


"Perjodohan ini akan dilanjutkan"


"Aku tetap menolak"


"Jangan meremehkan aku nona!"


"Kau memang pengecut"


Mereka berdua saling menatap dengan pandangan yang sulit diartikan. Zein berjalan mendekati Liona, menarik pinggang wanita ini hingga keduanya berdiri sangat dekat, bahkan hidung mancungnya bersentuhan dengan hidung wanita ini. Membuat Liona terkejut karena perbuatan pria ini.


Zein mencengkeram kuat pinggangnya, hingga keduanya saling menempel. Menyenderkan tubuh Liona di pembatas balkon. Tangan satunya mencengkeram tangan Liona agar tidak memberontak.

__ADS_1


"Akan ku buat kau tunduk kepadaku" bisik Zein. Suara serak menusuk telinganya. Hembusan nafas pria ini mengenai kulit lehernya, membuatnya tubuhnya seakan merinding.


__ADS_2