Pernikahan Couple Dingin

Pernikahan Couple Dingin
bab 24


__ADS_3

"Kau sudah datang!" Zein berjalan menuruni tangga. Dengan menggunakan pakaian polos berlengan pendek serta celana panjang. Sepertinya pria itu baru saja selesai mandi terlihat masih ada tetesan air yang jatuh dari rambut pria itu.


Suara Zein mengalihkan tatapan mereka semua ke arah pria itu. Mereka memandang heran tumben sekali anak ini pikir mereka. Liona tetap diam menatap datar Zein , tidak membalas perkataan pria itu.


Liona mengangkat alisnya bingung kelakuan pria itu yang menarik tangannya " Duduk lah" titah Zein setelah menarik kursi menyuruhnya duduk.


Sebelum duduk ia memandang Zein dengan tatapan tajam, dengan seenaknya pria ini asal main tarik saja! tanpa tau dirinya sudah makan atau belum. Pria itu malah balik menatapnya tajam juga tapi, apa itu? Senyum? apa pria ini tiba-tiba jadi tidak waras? ia mengabaikan kelakuan pria ini. Tanpa mengucap apapun Liona duduk bersama keluarga Xander di meja makan. Dengan mereka semua memandang seperti "


Di ruang meja makan keadaan menjadi hening karena tingkah Zein yang membuat mereka merasa aneh. Kakek Brata, Dadi Sean serta Papi Farrel memandang datar tapi beda lagi dengan isi hatinya merasa senang.


Sedangkan mommy Sera terlihat jelas raut bahagia diwajahnya bahkan sedari kedatangan Liona wanita paruh baya itu memandangnya dengan mata berbinar.


Jangan lupakan satu orang lagi yang memandangnya dengan hati terasa retak berkeping-keping, Sungguh pria itu terlihat tidak menerima kenyataan yang ia lihat saat ini. Siapa lagi jika bukan Alka.

__ADS_1


Untuk orang tua geo, keduanya sedang keluar negeri mengurus sesuatu. Untuk Geo, pria itu sedang meeting perusahaan.


Sejak semalam Zein mengatakan pada kakeknya jika Liona akan berkunjung. Maka dari itu semua orang menunggu, apalagi mommy nya yang paling semangat ingin bertemu yang katanya calon mantunya! bahkan sengaja menyiapkan makanan agar bisa makan bersama dengan Liona.


"Liona ingin makan apa? mau mommy diambilkan?" tanya wanita paruh baya itu di keheningan meja makan. Suara halus nan lembut serta senyumnya yang terus diperlihatkan ke arahnya.


Liona melihat kearah wanita itu, masih terlihat awet muda dan sangat cantik. jika di perhatikan dengan intens seperti wanita ini ibu dari pria itu.


Liona bingung melihat wanita paruh baya ini masih tetap tersenyum tulus mendapatkan penolakan darinya. Padahal ia melakukan itu agar wanita ini tidak menyukai dirinya. Mommy Sera yang mendengar calon mantunya bukan memanggil mommy memakluminya.


" Makan" titah kakek Brata. Hanya satu kata mereka yang berada disini langsung menuruti perintah dari kakek itu. Liona memandang pria tua yang seumuran dengan kakeknya dengan raut yang sulit diartikan.


Lalu ikut mengambil makanan juga, sebab Liona tidak sengaja melihat raut wajah wanita didepannya ini seperti sedikit kecewa.

__ADS_1


Mommy Sera yang melihat itu tersenyum begitu juga dengan yang lainnya tersenyum tipis.


Mereka makan dengan keadaan hening dengan Alka yang meliriknya diam-diam, Zein melihat itu tapi mengabaikan saja. tiba-tiba suara alka memecahkan keheningan.


"Liona" panggil alka. Mulutnya sedari tadi gatal ingin sekali berbicara. jadi ia berinisiatif basa basi bertanya kepada liona. namun tidak mendapatkan respon dari pemilik nama tersebut.


"Kau berkunjung untuk apa?" pertanyaan apa ini? mereka semua memandang alka dengan raut tidak suka. Tidak sopan sekali!. Namun mereka diam dengan memasang telinga untuk mendengar jawaban dari Liona. Sebab Zein tidak mengatakan alasan apapun alasan kedatangan Liona.


"Membatalkan perjodohan" ucap santai Liona.


"Uhuk, uhuk" Alka dan papi Farrel tersedak mendengar ucapan Liona. Mereka yang berada disitu pun ikut terkejut.


"Liona!" Zein menatap Liona dengan tajam, ia tidak menyangka bahwa wanita ini akan berani mengatakannya. Apalagi melihat dadi menghela nafas sembari memegang tangan Mommy nya yang menatap dirinya sendu. Lalu kakek terlihat memandang datar.

__ADS_1


__ADS_2