Pernikahan Couple Dingin

Pernikahan Couple Dingin
bab 7


__ADS_3

Mendengar perkataan kak liona membuat mereka berdua tersedak,tenggorokan mereka  terasa perih.Buru-buru mengambil minum yang disodorkan kakaknya dan meminumnya hingga tandas.


Celin dan Dion saling menatap lalu


melihat kearah kakak pertamanya masih melanjutkan makan dengan cuek setelah mengatakan hal itu.


Mereka sampai melupakan hal penting tentang kedatangan kakaknya ini.Terpaksa melanjutkan makannya dengan malas,


tiba-tiba nasi goreng ini menjadi terasa hambar.


Selera makan mereka mendadak hilang.


"Dadah kebebasan"gumam Dion dalam hati.


Sedangkan celin entah apa yang sedang dipikirkannya.


******


Keesokan paginya terdapat wanita paruh baya yang tampak masih cantik sedang memberi arahan kepada pelayan.


"Simpan ini di meja makan"perintah kepada seorang pelayan.


"Dimana Zein?"tanya Mami Diandra kepada semua orang yang sedang duduk diruang makan tersebut.


Saat melihat hanya ada suaminya, kedua anaknya, dan geo saja yang sedang duduk menunggu sarapan.


Untuk kedua orang tua geo mereka tidak jadi menginap karena papi geo masih memiliki pekerjaan penting,dan hanya geo dan Zein saja yang menginap.


"Mungkin belum bangun"sahut Alka.


"Coba kau bangunkan Zein Al".Suruh mami Diandra pada putra sulungnya itu.


"Tidak, suruh ana saja yang membangunkan Zein mi".ucap dengan cepat, ini masih pagi ia tidak ingin mendapatkan masalah buruk jika mengusik tidurnya seorang zein.


"Tidak mau, ana tidak berani membangunkan kak Zein! Kenapa tidak suruh pelayan saja mi?".tolak ana.


"Biarkan saja,kita tunggu sebentar lagi". Celetuk papi Farrel melihat kedua anaknya malah berdebat.Sedangkan geo hanya diam sambil memainkan ponselnya.


Mengganggu tidur seorang Zein sama saja memasuki diri kedalam kandang singa.Zein tidak suka kepada orang yang berani mengusik tidurnya, walaupun itu keluarganya.Kecuali Mommy Violan.


Tak


Tak


Tak


Suara hentakan sepatu terdengar ditelinga seorang pemuda yang dari tadi ditunggu sedang menuruni anak tangga.


Mengalihkan tatapan ketiga orang tersebut kecuali geo dan papi Farrel yang masih fokus dengan kegiatannya.


"Kau bekerja hari ni Zein?"suara mami Diandra melihat penampilan Zein memakai setelan kantor, jas hitam ,dasi yang sudah rapi tergantung dikerah baju,dan rambut yang sedikit rapi.


Walaupun begitu tetap saja ketampanan tidak memudar.Tidak salah jika semua orang selalu memuji ketampanan cucu pertama keluarga Xander ini.

__ADS_1


Zein menyuruh pengawal untuk mengantarkan pakaian kerjanya semalam.


"Hm"


Menggeser kursi mendudukkan dirinya di samping Alka. Suasana menjadi canggung saat tiba-tiba geo dan papi Farrel melihat dirinya dengan tatapan sulit diartikan.


Tapi pria itu menghiraukannya. Ia tau pasti itu karena ucapan semalam.Sehingga membuat mereka  mencari kebenaran diwajahnya, tapi itu sulit karena Zein selalu memasang wajah patungnya.


Walaupun semalam Zein mengucapkannya tapi tetap saja masih terkejut,sulit di percaya pikir mereka.


"Kau ingin sarapan apa Zein?"tanya mami untuk mencairkan suasana Agar tidak canggung.


"Aku ingin kopi"


"Baiklah" Ia lupa bahwa keponakannya ini tidak suka sarapan.Zein hanya meminum kopi saja jika di pagi hari.


"Terima kasih mam". menghabiskan kopinya lalu berdiri.


Yah Zein memanggilnya mam berbeda dengan yang lain, memanggil dengan mi.


" Aku pergi dulu".Permisi Zein.


"Baiklah, geo kau juga?" Tanya mami Diandra melihat geo juga ikut berdiri dan merapikan jasnya.Memang pria itu juga sudah siap dengan setelan kantor sejak tadi pagi.


"Hari ini perusahaan Zein ada meeting penting, aku menggantikan sekertaris Alex untuk sementara, karena alex memiliki urusan lain"balasnya.


"Baiklah, hati-hati "ujar mami


"Hm"


"Baik Pi".


Pergi meninggalkan meja makan.


"Bagaimana denganmu alka"tanya Farrel melihat putranya.


"Apa"bingung dengan pertanyaan papinya.


Menghela nafas"kau tidak ke kantor,  bukanya kau juga ada meeting hari ini!"tekannya


"Tidak, ada grania yang bisa menanganinya".ungkap,lagian meeting ini juga tak terlalu penting.Sehingga sekertaris saja sudah cukup menanganinya pikir Dion.


"Aku akan mengajak ana berjalan-jalan"lanjutnya.


"Adikmu kemarin baru saja tiba, biarkan dia beristirahat Al"ucap mami lembut.


"Tapi ana ingin ke mall mi"pekik ana,sudah lama ia tak berbelanja.


"Apa ana tidak merasa lelah"tanya papi sembari mengelus putrinya ini, gelengan kepala yang ana berikan.


"Pergilah,jaga baik-baik adikmu al. Pengawal papi mengawasi kalian".


"Tentu"senang padahal itu hanya alasan agar ia tidak ke kantor.

__ADS_1


Di sisi lain Geo berjalan menyusul Zein yang terlebih dahulu menunggu di dalam mobil.Ia memasuki mobil duduk di kursi depan samping supir.


"Jalan" perintah Zein kepada supir.


Mobil melaju keluar gerbang masion membelah jalan. Banyak pengendara melintas, suasana jalan agak macet di karena kan para pekerja melakukan aktivitasnya padahal jam menunjukkan pukul 7 pagi.


"Apa kau menemukan pelaku pengendara motor itu"tanya Zein.


Suara Zein menghancurkan keheningan dalam mobil.


"Dia orang biasa,hanya pengendara ugal-ugalan saja, mungkin pengendara motor tidak tau bahwa kita yang berada didalamnya". ucap geo meyakinkan.


Memang malam itu ia menyelidiki pengendara motor sport itu atas suruhan Zein.Pria itu tidak sama sekali menemukan kejanggalan atau pun kecurigaan yang mengarah ke musuhnya itu dalam penyelidikan nya.


"Jangan sampai kau membuat kesalahan ge"tekannya.


"Baik"


Sopir hanya diam mendengarkan saja, fokus mengendarai mobil tidak berani, walaupun hanya sekedar menoleh kebelakang.


Mobil berhenti pada saat lampu rambu lalu lintas menyala merah. Mata Zein mengedarkan tatapan kearah samping, ia melihat seorang pengendara motor sport ikut berhenti disamping mobilnya.


"Perempuan"gumamnya dalam hati.


Melihat postur tubuh dan juga rambut panjang pengendara itu sedikit keluar dari helm.


Kaca mobilnya terbuka sedikit jadi jika dilihat dari luar hanya sebatas hidungnya yang terlihat.


Ia merasa tersentak saat mata pengendara itu menatap dirinya.Buru-buru Zein menormalkan kembali wajahnya.


Zein tertegun melihat mata itu menatapnya tajam,tidak ada rasa ketakutan di matanya. Padahal ia menatapnya seperti menatap seorang musuh.


Mereka berdua tidak ada yang  memutuskan tatapan, saling memandang dengan tatapan tajam.


"Siapa wanita itu"gumamnya dalam hati


Tatapan itu teralihkan karena mobilnya melaju,ketika lampu rambu lalu lintas sudah menyala hijau.


Motor sport itu juga ikut melaju menyalip mobilnya.


"Apa yang kalian lihat"celetuk Zein melihat geo dan supir meliriknya lewat kaca mobil.Membuat keduanya tersentak kaget.


"Tidak ada"


"Maaf tuan"


Ucapnya secara bersama,tubuh supir itu gemetar saat melihat tatapan tajam mata tuanya tadi.


Sebenarnya bukan hanya supir saja yang memerhatikan keanehan Zein


Geo juga melihat apalagi pada saat dijalan lampu merah tadi.


Ia bisa melihat itu dari kaca mobil.

__ADS_1


"Sudah sampai tuan"ucap supir.


Mobil berhenti didepan sebuah perusahaan.Bisa dilihat terpampang jelas nama perusahaan yang menduduki peringkat pertama.


__ADS_2