Pernikahan Couple Dingin

Pernikahan Couple Dingin
bab 9


__ADS_3

Setengah menyelesaikan meeting Zein dan Geo diikuti asistennya Rio berjalan memasuki ruangannya.


"Apa jadwal ku selanjutnya?".tanya Zein. Ia membuka jasnya dan melemparkannya di sofa lalu berjalan menduduki tubuhnya di kursi kerjanya.


"Tidak ada, hari ini Kakek akan datang jadi aku menyuruh Rio mengosongkan jadwalmu".sahut geo, ia pun ikut membuka jasnya menduduki tubuhnya di sofa yang memang sudah berada di ruangan itu, lalu terjadilah keheningan didalam ruangan itu.


Mereka berdua sibuk dengan aktivitasnya. Geo yang sibuk dengan gamenya lalu tuannya yang sibuk dengan handphone juga tapi ntah apa yang pria itu lakukan.


Rio yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya. ia tak habis pikir melihat kedua cucu keluarga Xander ini sama-sama memiliki sifat cuek dan dinginnya.


Bahkan mereka juga menghiraukan dirinya yang juga berada dalam ruangan tersebut. Apa tidak ada yang berinisiatif menyuruhnya duduk gitu pikirannya. Ia hanya bisa menghela nafas saja.


sabarlah Rio ingat hanya disini mendapatkan gaji yang lebih besar.


"Tuan apa anda ingin makan siang?".Tanya asisten Rio memecahkan keheningan.


Pria itu tadi melihat jam yang menunjukkan bahwa sudah waktunya istirahat. Maka dari itu ia berinisiatif menanyakan agar tuannya ini tau bahwa dirinya ada disini.


"Ternyata kau ada disini juga?, Pesankan aku makanan aku sudah lapar!"pekik geo menyuruh, melupakan pertanyaan tadi.


"Tidak usah kita akan makan diluar".ucap Zein saat melihat asistennya akan memesan makanan.


Ia langsung berdiri mengambil jasnya dan memakainya berjalan keluar diikuti geo dan rio.


"Zein kau yah yang membayar makanannya".


"Hm".


Mereka bertiga berjalan keluar menghiraukan para karyawan yang menundukkan sedikit kepalanya saat mereka melewatinya.


****

__ADS_1


Sampai tempat yang dituju yaitu sebuah restoran, hanya butuh beberapa menit untuk sampai ke tempat ini. Karena restoran ini berada didepan perusahaan dan juga masih milik perusahaan.


Baru saja memasuki restoran, pandangan para pengunjung  langsung memusatkan tatapan kepada mereka bertiga. Bisik -bisik mulai terdengar bahkan mereka semuanya seakan tidak percaya bahwa akan melihat secara langsung CEO perusahaan yang terkenal dengan bisnis perhotelan, rumah sakit, restoran dan masih banyak lagi.


"Lihat itu, benarkah dia tuan Zein Leonard Xander".


"Yah, tapi siapa kedua pria yang disampingnya itu mereka juga tidak kalah tampan ".


" Pria yang disamping kanan sepupunya tuan zein namanya Geo Alten Xander, dan yang disebelah kirinya sepertinya asistennya".


"aku ingin sekali memotretnya , kapan lagi aku bisa melihat mereka secara langsung".


"Lakukanlah jika kau tidak sayang lagi dengan nyawamu".


"Pelankan suaramu, jangan sampai pria-pria itu mendengar".


"Tapi mereka sangat menakutkan".


Cukup saling berbisik, menyenggol satu sama lain dan melirik secara diam-diam. Hanya itu yang bisa para wanita lakukan.


Terdapat seorang pria dan wanita yang menduduki kursi dekat jendela didalam kafe tersebut. Salah satu dari mereka berdua asik memakan makanannya menghiraukan bisik-bisik pengunjung lain. Walau begitu telinganya tetap menangkap suara coletehan mereka, karena wanita itu memiliki pendengaran yang tajam.


"Kakak tau tidak, pria itu adalah cucu pertama keluarga Xander namanya Zein Leonard Xander, jika ada Kak celin mungkin dia akan pingsan melihat ini".bisik Deon kepada liona, ia ingin menceritakan rahasia kakak keduanya itu.


"Kak celin sangat mengagumi pria itu, aku akan memberitahu jika kita berdua bertemu dengannya pasti dia akan menyesal tidak ikut dengan kita hehe". lanjutnya sembari mengetik ponselnya.Tadinya mereka berdua mengajak celin juga, tapi kakaknya itu menolak dengan alasan sedang malas keluar.


Ia mengerutkan keningnya mendengar ucapan adiknya ini."Celin mengaguminya?".seru liona.


"Hm, kak celin sangat mengagumi mereka katanya sih karena wajahnya sangat tampan. Tapi pria itu sangat kejam kak kami pernah melihatnya membunuh orang". Dengan suara sangat kecil di akhirnya seperti gumaman.Hanya liona saja yang bisa mendengar perkataan itu.


"Pria itu sangat kejam dan juga licik maka dari itu tidak ada yang ingin berurusan dengannya, bahkan dia tidak akan segan membunuhnya walaupun korbannya seorang wanita".ucap Dion dengan semangat.

__ADS_1


Kakaknya itu mengangkat sebelah alisnya "semenyeramkan itu"gumamnya pelan.Dion pun tidak mendengar suaranya.


Liona pengedarkan pandangan keseluruhan penjuru restoran bisa ia lihat para pengunjung wanita hanya melirik diam-diam, tetapi dengan tatapan menggoda.Ia juga bisa melihat air liur mereka seakan akan menetes keluar, "iuh menjijikkan sekali"serunya dalam hati.


Lalu pandangan matanya melihat objek yang menjadi pusat perhatian sedari tadi. Tiga orang pria berjalan menuju kursi di dekat jendela, salah satu diantaranya paling mencolok karena memiliki wajah bak orang Yunani.


Posisi meja mereka berhadapan langsung dengan meja yang ia duduki hanya saja dibatasi dengan meja kosong ditengah.


Alis hitam tebal, hidung mancung, bibir sedikit tebal, sorot mata tajam dan tubuh yang berotot. Bisa ia perkirakan mungkin umur pria itu sekitar 28 tahun.


"Zein Leonard Xander". gumamnya dalam hati.Ia menyorot pria itu dengan tatapan tajamnya jangan lupakan dengan senyum smirk.


Disisi lain Zein telah sampai ke meja yang ia duduki, lalu mereka memesan makanan.Setelah perginya waiters meja yang mereka duduki menjadi senyap.


Zein mendongakkan kepalanya melihat kearah depan tiba-tiba matanya langsung bertemu dengan tatapan mata seorang wanita.Tatapan itu.. tatapan yang sama yang ia lihat di jalan lampu merah itu. Masih dengan sorot mata tajam wanita itu menatap dirinya.


Deg


Pria itu mematung melihat senyuman smirk yang wanita itu berikan pada nya.


"Perempuan bermotor sport"tekannya dalam hati.Tiba -tiba yang tadi suasana sudah sunyi malah menjadi lebih hening nan mencekam.Para pengunjung sibuk berbisik pun ikut diam saat tubuhnya terasa merinding.


Geo dan Rio yang duduk disampingnya pun mengusap tengkuknya terasa dingin. Mereka berdua bisa melihat dua tatapan dari dua orang berbeda jenis itu.Tatapan mata saling menyorot tajam. Bahkan yang membuat mereka semua terkejut dan mematung adalah tatapan wanita itu sangat mengerikan apalagi bisa geo lihat wanita itu menatap mereka dengan senyum smirk.


"Siapa wanita cantik itu, berani sekali nyalinya"gumam Geo dan Rio bersama.


"Permisi tuan". Ucap waiters terbata-bata jantungnya seakan ingin copot berada di situasi seperti ini. waiters itu bahkan menyimpan piring dengan tangan gemetar.


"Silahkan tuan"lanjutnya setelah menelan ludah kasar dengan susah payah.


"Terima kasih".seru Rio. Ia refleks berterima kasih dengan suara sedikit tercekat.

__ADS_1


Tatapan mereka berdua terputus karena kedatangan waiters. Zein melihat kearah waiters itu, bisa ia lihat wajah pucat.Lalu mengarahkan tatapan nya lagi ke depan, tapi wanita tadi sudah pergi bersama pria yang duduk dengannya.


__ADS_2