
Setelah beberapa hari hati neysa membaik, tapi tidak untuk hari ini kabar mengejutkan pun tlah ia dengar, neysa yg awalnya membaik perlahan lahan kini mulai gelisah, karena pernikahan nya akan terjadi lagi,,,,,
" tapi entalah,,akankah ini terulang lagi, tapi apa kali ini aku beneran menikah dengan nya,," gumam neysa. didalam hati
Neysa yg terus menerus melihat papa dan mama nya didepan mata nya membuat nya terpaku lemas karena kali ini yg ia dengar benar benar akan terjadi..
" neysa, kamu akan bertemu dengan keano besok yah, karena papa sudah bilang iya,," ucap roberto. berbicara dengan neysa didepan nya
neysa yg perlahan lahan menghindar akhirnya ta bisa melangkah kan kaki nya karena sorotan mata papanya begitu terlihat serius di matanya...
dengan membalikan badanya neysa meninggalkan kedua orang tuanya yg sedang serius membahas pernikahan itu dan melangkah kan kaki nya diatas tangga,, karena neysa tidak mau mendengar lagi tentang pernikahannya, neysa yg menjawab ucapan roberto begitu singkat
" gampang ",, hanya itu ucapan neysa. Dan seraya meninggalkan roberto begitu saja...
Roberto yg geram melihat anaknya meninggalkan dirinya belum sempat ia bilang sepenuhnya tapi neysa malah pergi meninggalkan nya...
" sudahlah pah jangan buat neysa tambah sedih lagi, pasti perlahan lahan neysa mengerti pah,," ucapan nina. dengan menggengam jemari tangan roberto yg geram melihat neysa yg begitu saja meninggalkan nya...
"Kau bela terus saja neysa,,,"
" bukan membela mama pah, tapi saat ini suasana hati neysa lagi gak bagus,, papa neysa juga butuh waktu,," ucap nina.
" tapi aku sudah terlanjur bilang iya, bukanya keano dan neysa harus saling mengenal dulu sebelum mereka menikah, ini malah bagus buat dia." jawab roberto. Dengan mengerutkan dahi di wajahnya
" baiklah, kalau itu yg terbaik, akan aku sampaikan kepada neysa biar dia mengerti,," ucapan nina. Dan melepaskan genggaman jemari roberto dan melangkah kan kaki nya di atas tangga menuju kamar neysa,,
Suara ketukan pintu beberapa kali dan nina seraya memanggil putrinya,,
" neysa, mama mau bilang sesuatu, bukain pintunya sayang,," ucap nina. yg begitu halus membuat neysa bergegas membuka kan pintu kamar nya...
__ADS_1
" ada apa mah? " *
" mama mau bilang tentang, perni i i" ucap nina. belum jelas tapi sudah di potong neysa yg langsung menjawabnya
" iya mah, neysa tau iya neysa mau,, udah ah neysa bete dirumah terus neysa mau keluar ya maah?" Jawab neysa dengan tangan nya memohon kepada nina
" tapi neys, kamu ijin dulu sama papamu, mama takut nanti papa marah sayang,,"
"Udahlah maah mama aja ya yg bilang, pleasee neysa bete ma neysa butuh udara segar ",,
" baik mama ijinkan, tapi ingat waktu ya neys, nanti papamu nyariin kamu,,,"
"Ok mama, makasih ya mama,," ucap neysa dengan memeluk nina, nina yg mengelus pundak neysa dengan begitu hangat,
" udalah ma neysa udah paham mungkin ini semua takdir,," jawab neysa dengan tersenyum manis dipelukan nina,, " apa takdir, aku bilang ke mama takdir,,,!!!" Ucap neysa. didalam hati
" udah dulu mah pelukanya neysa mau berangkat temen neysa udah sampai ni, neysa langsung keluar ya ma, mumpung papa diruangan kerja" ucap neysa. dan langsung meninggalkan nina,,,,
Neysa yg pergi dengan pelan pelan agar roberto ta mengetahuinya, lambaian tangan nya mengakhiri dirinya kepada nina dibalik pintu...
Neysa yg bergegas meninggalkan rumah dan menutup gerbang berlari kecil ketika mobil sahabatnya datang,,
" kenapa lu neys, buru buru amat "
" udah cepet gas " sahut neysa.
__ADS_1
Akhirnya mobil yg neysa tumpangi pun melaju dengan speedometer yg cepat
" tumben amat sih bajumu amburadul begini " tanya elen. sembari memegang baju neysa,
cita yg sedang menyetir pun ikut tercengang melihat sahabatnya itu,,
" lu kaya buru buru amat si neys kaya bukan neysa" timpal cita. terkehkeh sambil menutup mulutnya
" udah, nanti gua jelasin lu fokus nyetir aja.." sahut neysa
Mereka pun akhirnya terheran heran melihat sikap neysa yg mengeluarkan keringat padahal ruangan mobil cita pun terasa sejuk, tapi beda dengan neysa yg sedari tadi mengelap keringatnya beberapa kali...
" kita ketempat biasa aja yah,," ucap neysa. sambil mengelap wajahnya dengan tisu
Akhirnya mobil yg ia tumpangi pun sampai ketempat cafe tongkrongan biasa neysa cita dan elen berada, mereka pun melangkah kan kaki memasuki pintu utama cafe dan duduk memesan beberapa minuman dan makanan ringan,,
" neysa,, lu dari mana aja kenapa kita hub gak bisa, dan tiba tiba lu ngajak kita keluar,, maksa lagi,," ucap cita.
Elen pun menimpali ucapan cita. " iya kita tu kangen tau bisa bisanya beberapa hari lu gak ada kabar mana ponselnya gak aktif lagi,,"
" maaf guys, aku akhir akhir ini banyak masalah,," tanpa disadari air mata neysa menetes.
" apa masalah?,," sahut cita.
elen yg sedang menyeruput minumanya pun kaget hingga tersedak,,
" lu minum dulu deh pelan pelan" ucap neysa. kepada elen
" masalah apa neyss?,, " sahut cita dan elen.
__ADS_1
#Masalahnya kalo kalian baca tolong like atau komen yah biar yg nulis semangat -.-
Terimakasih.....