
Kedua pemuda itu kaget merasa senang ketika tuan roberto menghubungi nya.
mereka mengatakan keberadaan nya saat ini hingga pemuda itu memberi tau tentang kondisi neysa.
keano yg mendengar nya langsung mengambil kunci mobil yg berserakan di atas meja.
aldo hanya terdiam tercengang melihat keano yg terburu buru.
lalu aldo memutuskan untuk mengeluarkan kedua pemuda itu dari kediaman nya.
aldo mengikuti langkah kaki keano lalu dia juga membuka pintu mobil milik keano.
gas mobil melaju begitu cepat wajah keano terlihat cemas serta tegang, aldo yg ada disamping nya pun ikut serta was was karena mobil yg di tumpanginya melaju begitu cepat.
" pelankan kean,," seru Aldo. dia merasa tegang saat ini.
keano tidak merespon ucapan aldo, bola mata nya begitu tajam menatap sepanjang jalan.
beberapa waktu kini keano sudah berada di rumah sakit tempat neysa di rawat, keano segera ke ruang Resepsionis.
dia berlari dan bertanya kepada bagian ruangan itu.
" sus, apa disini ada pasien bernama Neysa." tanya keano. tanganya menyandar di atas meja Resepsionis itu, tanpa sadar jarinya mengetuk ngetuk agar suster mencari nama istri nya dengan cepat.
aldo yg berada di samping nya menghembuskan nafasnya dengan lemah, dia merasa kualahan mengikuti langka kaki keano.
suster yg berada disana langsung melihat Nama yg dicari " oh nona Neysa yg hamil itu ya, dia berada di ruangan anggrek No 7,," jawab suster.
mendengar itu keano melangkah kan kaki nya dengan cepat dia berlari menuju kamar ruangan neysa.
setiap ruangan aldo mencari setiap pintu kamar, dia akhirnya menemukan ruangan anggrek No7, keano yg berada di sampingnya membuka pintu itu.
di balik pintu itu ada nina yg menjaga neysa yg masih belum sadar, wajah nina terlihat lemas menatap putri semata wayang nya. terlihat jelas oleh mata keano saat membuka pintu.
melihat pintu terbuka, robert menoleh dia melihat keano beserta temanya yg berlari di dekat neysa.
melihat neysa terbaring di atas ranjang membuat hati keano merasa tersiksa, mata nya mengeluarkan cairan bening tanpa disadari nya.
" Neysa maafkan aku,, aku terlambat aku sangat menyesal neysa, mohon bangunlah aku disini sangat merindukanmu,," ucap lelaki itu keano. yg duduk lemas menatap istrinya yg lemah.
memegang jemari neysa dengan lembut keano sesekali mengecup telapak tangan neysa.
Pria paru baya yg ada di sisi ruangan itu kini melangkah kan kaki nya untuk keluar dari ruangan. membiarkan keano dan neysa bersama. di iringi oleh nina serta aldo mereka keluar dari kamar pasien.
Kini keano leluasa menatap jelas wajah neysa yg terlihat pucat, berkali kali lelaki itu meminta maaf. Melihat perut neysa yg tidak menonjol keano tersadar lalu dia berdiri mencari Robert untuk menanyakan sesuatu yg mengganjil di hatinya.
" Pa, apa neysa baik baik saja.." keano terlihat cemas dia merasa ada yg aneh saat ini.
mendengar itu robert terdiam sejenak, tangan nya mengusap wajah nya berkali kali sebelum menjawab pertanyaan keano yg sudah menunggu jawaban nya.
__ADS_1
" Maaf kean, aku sadar ini salahku seharus nya aku tidak memisahkan kalian berdua, aku salah paham dengan semua gosip yg ada,, kini putri ku neysa sedang tidak baik baik saja, dia kehilangan bayi yg ada di dalam perutnya, aku sangat menyesal kean, aku harap kamu memaafkan semua kesalahanku.. " ungkap roberto dengan tulus wajahnya memerah menahan kesedihan yg tidak bisa di ungkapkan nya, cairan bening yg ada di mata nya hanya bergelimang tanpa terjatuh.
mendengar penjelasan roberto kean lemas dia tidak bisa berkata apa apa, tangan nya membungkam dagu nya.. lalu dia masuk menemui neysa, meninggalkan robert yg berdiri di depan nya. nina mendekatkan tubuhnya ke arah roberto dia memeluk hangat pria paru baya itu, nina juga merasa terpukul atas musibah yg menimpa keluarga nya, terlihat jelas di mata nina roberto terlihat menyesal atas perbuatan nya.
masih tercengang aldo, dia merasakan sakit seperti yg dirasakan sahabatnya.. lalu aldo menghubungi keluarga keano. untuk segera datang kerumah sakit.
Keano menunggu neysa yg masih belum tersadar, meremas jemari neysa dengan lembut keano tertunduk di pangkuan tangan neysa. terlihat gerak gerak kecil yg dirasakan oleh keano pertanda neysa sudah terbangun.
suara lemas itu terdengar dari telingah keano suara suara serak yg masih terasa karena obat bius anestesi. dia memanggil keano dengan serak lembut..
mendengar itu keano membisikan sesuatu di telinga neysa dia merasa bahagia mendengar neysa menyebut nama nya..
" cepat bangun sayang aku merindukanmu..",, ucap lembut keano. membisik di telinga neysa.
mata neysa sayup sayup dia merasa tubuhnya menggigil neysa terbangun dia melihat keano yg berada di sisi nya merasa cemas. keano yg melihat neysa membuka mata nya dia berdiri melangkah kan kaki mencari tombol agar tehubung oleh dokter.
setapak demi setapak kaki keano melangkah suara hentian neysa terdengar dengan serak.
" berhenti kean..." neysa memanggilnya dia berharap bayi yg ada di perutnya baik baik saja.
keano terdiam badan nya berdiri tegak, dia tidak tega menjawab pertanyaan neysa.
masih dalam rasa penasaran yg dirasakan neysa dia melihat perutnya terasa nyeri.. " apakah bayi kita baik baik saja kean,," neysa duduk meraih tangan keano yg masih bisa di genggam nya.
saat neysa bertanya keano mengusap wajah nya dia menoleh lalu tersenyum untuk menghibur neysa agar tidak syok serta larut dalam kesedihan.
neysa mendengar itu dia merasa aneh.. " apa bayiku baik baok saja kean,," pertanyaan itu berulang ulang hingga keano duduk menjelaskan kepada neysa jika bayi nya kini sudah berada di surga.
mendengar penjelasan keano neysa menangis dia ta percaya jika bayi nya sudah tiada. neysa menjerit dia hampir frustasi. berkali kali dia berteriak tidak percaya dengan penjelasan keano.
membuka pintu robert masuk dia berada di sisi neysa memeluk putri semata wayang nya.
" maafkan papa nak, bayimu tidak bisa di selamatkan, andai papa tidak sekeras itu mungkin...." penyesalan roberto dengan memeluk hangat neysa.
" ini sudah takdirnya,," cela nina. dia memberi ketegaran untuk keluarga nya.
tanpa lama kedua orang tua keano datang menjenguk neysa. aldo yg berada di samping pintu hanya diam melihat kesedihan mereka.
mark melihat neysa dia meminta maaf atas semua kesalahan keano, mark menjelaskan kepada mereka bawa mark sudah salah mendidik keano. mendengar itu roberto mencela mark, karena sama sekali tidak ada kesalahan keano. kali ini roberto minta maaf kepads mereka dan dia mengaku salah.
menatap keano roberto benar benar menyesal dia memeluk keano meminta agar keano memaafkan nya.
keano menunduk dia menjelaskan bahwa dia tidak pendendam dia sudah memaafkan semua kesalahpahaman ini.
masih terbaring lemah di atas ranjang, neysa mendengar itu dia tersenyum lega melihat kedua keluarga nya kini saling memaafkan.
****
Beberapa waktu tlah berlalu neysa sudah pulih dari pasca oprasi.
__ADS_1
neysa sudah bisa menerima takdir jika bayi nya meninggal dengan kebaikan membuat kedua keluarga terhubung dengan satu sama lain membuat kesalah pahaman kedua keluarga kini menjadi keluarga yg erat saling menyayangi.
menatap balkon di kaca kamar neysa menunggu keano. dia melamun merindukan bayi mungil yg ada diperutnya. keano datang dia merasa menyesal melihat neysa mengelus perutnya yg rata.
memeluk neysa dari belakang keano selalu meminta maaf.. bangun tidur hingga mau tidur dia merasa bersalah belum memberikan perhatian penuh kepada bayi nya yg sudah meninggal.
" keano.. ucap neysa " aku ingin ke pemakaman bayi kita, aku sudah merindukan nya kean, sudah sebulan tidak memberikan bunga untuk nya,,"
" baiklah, aku akan menemanimu besok,, maafkan aku neysa,," keano memeluk hangat neysa mengecup lembut pundak neysa dengan hangat.
neysa tersenyum geli saat merasakan hangat nya kecupan keano. " aku ada kejutan besok kean, aku akan memberi tau saat kita berada di pemakaman.."
memutar badan neysa keano memegang pundak neysa,," apa itu sayang,," tanya keano dia memeluk neysa.
" rahasia,, kan aku sudah bilang kejutan kean,,"
keano tersenyum melepaskan pelukan itu lalu menyuruh neysa untuk tidur.
pagi sudah neysa menyiapkan segalah sesuatu di atas meja dia menyambut keano yg masih memasang jas di pundak nya.
" ayo kean kita sarapan dulu.."
keano duduk di depan neysa yg merasa berseri dia merasa kejutan kali ini benar benar hal yg serius.
senyum riang sepanjang perjalanan kota canda canda lembut mengiringi perjalanan.
di pangkuan neysa ada beberapa bunga inda yg siap di taburkan di pemakaman.
berada disana neysa menangis di pelukan keano dia meminta maaf kepada keano.. " maaf kean, aku minta maaf atas semua yg kulakukan aku tidak bisa menjaga bayi kita waktu itu, tapi kali ini aku akan menjaga bayi kita yg berada dalam perut dengan benar benar..." mendengar ucapan neysa keano tersenyum dia mengelus perut neysa.
" apa ini kejutan nya,," tanya keano dia mengelus perut neysa.
neysa merasa geli dia memberikan sekotak kecil untuk keano.
saat keano membuka kotak. neysa mencurahkan isi hati nya kepada bayi nya yg sudah meninggal dia menaburkan bunga bunga yg harum di atas tanah itu..
" doakan kakakmu ya nak dia baik baik saja, aku akan menjaga nya dengan baik, terimakasih ya nak sudah mengisi hari mama yg larut waktu itu,, " ungkapan neysa dia mngeluarkan cairan bening yg ada di mata nya.
masih sibuk membuka kotak keano membuka nya dengan pelan dia melihat alat test pack yg ada di kotak itu..
" apa benar ini sayang kamu hamil lagi,," senyum riang mengumbar kebahagiaan di raut wajah keano.
" iya kean, aku hamil lagi..." jawab neysa dengan penuh kegembiraan.
keano memeluk neysa dengan hangat dia merasa bahagia. dia berjanji akan merawat neysa dan calon bayi nya dengan baik.
kecupan hangat yg keano berikan untuk neysa membuat sepanjang perjalanan pulang mereka penuh dengan perasaan haru serta bahagia.
TAMAT ---------
__ADS_1