
keano diam dia merenungi ucapan aldo.
suara getaran ponsel milik keano menyadarkan lamunan nya.
" halo,, iya cell,," keano merasa heran dia mengeryitkan dahi nya saat celine ingin bertemu dengan nya.
aldo yg mengerti dia menatap tajam wajah keano, lalu merampas ponsel milik keano,, " jika kamu ingin bertemu dengan nya kamu harus temui di lobby apartemen keano ". ucap aldo. lalu mematikan panggilan dari celine.
aldo melipatkan tangan nya di depan dada nya.
" apa kamu masih ingin memperumit masalahmu kean,," umpat kesal aldo.
keano hanya mengeryitkan dahi nya dia memijat dahi nya yg terasa berat.
sedangkan di dalam mobil neysa mengeluarkan nafas nya dengan kasar. " pa,, aku mohon aku tidak mau ikut pa, aku ingin bersama keano aku mohon pa,," mohon neysa kepada roberto.
roberto ta mengubris nya dia hanya menatap lurus di dalam perjalanan panjang nya itu,,
" cukup.. berhenti pa, kita tinggal di luar kota saja sementara urus semua surat surat perusahan lalu kalau sudah siap kita pindah,," ucap nina. dengan tegas.
roberto terdiam dia memikirkan sesuatu.
" baiklah kalau gitu kita sementara tinggal di luar kota dulu,,"
nina akhirnya bisa bernafas lega setelah mendengar jawaban dari roberto. neysa melihat wajah isyarat dari nina.
__ADS_1
sepanjang perjalanan neysa ingin mengeluarkan cairan yg ada di dalam perutnya. tapi neysa tahan di dalam rongga mulutnya yg neysa tau badan nya terasa lemas serta lemah karena kelelahan. neysa menutup kelopak matanya kini dirinya tertidur tanpa disadari nina mobil terhenti di rumah perkampungan desa rumah itu terlihat kuno rumah milik keluarga roberto.
lelaki parubaya itu membuka pintu mobil lalu menyuruh nina untuk membangunkan neysa yg terlelap tidur.
saat nina membangunkan neysa yg tertidur wanita itu terbangun lalu mengeluarkan semua cairan di dalam mulutnya yg terasa pahit.
hoeekkks....
neysa memuntahkan nya di bawah tanah lalu badanya terasa lemas dia terjatuh duduk di atas tanah.
tangan nya memegang perut serta tangan sebelah kanan nya menahan agar tidak memuntahkan semua makanan yg ada di dalam perutnya.
nina yg syok sontak mendekati neysa lalu memijit punggung milik neysa.
" sayang apa kamu baik baik saja,," kekhawatiran nina saat melihat neysa yg lemas.
roberto lalu membawa neysa dia membopong tubuh putri semata wayang nya itu.
" apa sudah siap semua bi, apa sudah di bereskan rumah ini,," ucap nina kepada seorang nenek tua yg menjaga rumah kuno milik keluarga roberto.
" sudah bu, sudah saya rapikan setelah bapak menelfon tadi,," jawabnya.
lalu mendengar itu roberto membopong membawa neysa ke dalam kamar dia meletakan tubuh neysa di atas kasur yg empuk.
manik mata neysa melihat sekeliling rumah itu lalu dia melihat ruangan kamar nya yg di hiasi oleh selambu renda putih membuat kepala neysa semakin pusing.
__ADS_1
akhirnya neysa ta sadarkan diri. nina panik seketika melihat neysa yg pingsan mendadak membuat roberto ikut merasa cemas.
" tenang bu sudah saya panggilkan menteri dokter disini,," nenek tua itu langsung memberikan minyak kayu putih serta menaru minuman hangat di atas meja samping ranjang.
nina yg mengoleskan minyak kayu putih di sudut hidung neysa berharap putri nya cepat sadar.
teryata waktu berlalu beberapa menit, neysa yg ta kunjung sadar membuat nina menangis merasa cemas di dalam dirinya. robert mengusap wajah nya berulang kali saat melihat kecemasan di wajah nina membuat hati nya kian terenyuh.
menteri dokter di kampung itu datang dia hendak memeriksa neysa.
setelah di periksa dokter keluar dari dalam ruangan kamar itu. buru buru nina menyamperin dokter.
" bagaimana dokter putri saya,," ucap nina dia merasa cemas.
" tenang bu, putri ibu baik baik saja ternyata putri ibu sudah sadar tapi saat ini putri ibu sedang tidur, dan putri ibu harus banyak istirahat jangan kebanyakan setres kasian calon bayi nya nanti, ini saya beri beberapa vitamin yg akan memulihkan putri ibu nantinya,," jawab terang pak dokter itu. dia membawa beberapa vitamin yg akan di berikan kepada neysa.
robert yg samar samar mendengar itu dia bertanya untuk memastikan itu tidak benar.
" apa dokter, yg ada barusan katakan,," tanya roberto dia menyipitkan mata nya.
nina yg mengerti dia membuang nafas nya pelan dia merasa sangat khawatir dengan keadaan putri serta calon cucu nya itu.
" iya bapak, putri anda kelelahan kasian calon bayi nya kalau putri bapak kelelahan saya sarankan putri bapak harus banyak istirahat jangan sampai dia banyak pikiran atau setres ya,," lalu dokter itu pamit.
nenek tua itu mengantarkan menteri dokter hingga di depan rumah.
__ADS_1
roberto menggelengkan kepala nya. dia benar benar tidak tau harus berbuat apa nanti nya. putri semata wayang nya tlah mengandung anak dari keano membuat roberto semakin merasa kesal.