
Sepanjang waktu neysa memikirkan segalah ucapan keano. Ia tidak mengerti mengapa dua wanita itu sangat mirip.
Ada pertanyaan dibenak nya tapi dia tidak mau terlalu ikut campur dengan perasaan keano. Hingga neysa mengusap wajahnya. Ia mulai menutup matanya yg tidak terasa kantuk.
Setelah menyelesaikan konflik dengan julia keano menyuruh aldo mengurus artikel isu tentang perselingkuhan nya. Di ruangan kerjanya keano sedang berfikir ia bermain dengan bolpoin nya ia memikirkan tentang citra nya dan perusahaan nya. Karena saham keano sedang turun beberapa persen membuat kepalanya terasa pening.
Beberapa kali mark menghubungi nya tapi keano mengabaikan telepon itu. Dia tidak mau urusan nya terlalu panjang dengan orang tua nya. Tiba tiba keano mempunyai ide yg membuat citra perusahaan nya baik. Senyum smirk menghias di wajahnya lalu ia bergegas pergi menuju kamar tidur nya.
Pagi tlah tiba\~
Seperti biasa neysa bergegas membersihkan muka nya lalu mulai beraktifitas seperti biasa dia mulai membersihkan ruangan hingga mengepel serta mengelap setiap debu yg menempel di sela sela.
Neysa memotong wortel memasukan nya di dalam air mendidih. dia membuat soup kesukaan keano.
Setelah selesai memasak serta makan tepat pukul 07.00 neysa menyiapkan soup milik keano diatas meja makan. Dia mulai bergegas siap siap mengikuti kelas konseling.
Keano memasangkan jas nya ia turun dari tangga menuju dapur dilihatnya soup kesukaan nya diatas meja makan ia melahap soup buatan neysa. Saat beberapa suap ia mengunyah bunyi bel didalam apartemen itu terdengar oleh nya serta neysa.
Neysa yg buru buru hendak pergi membuka pintu. Dibalik pintu itu sosok jefeline menghadang nya ia meneriaki keano berulang kali. Hingga keano yg mendengarnya menghampiri jefeline.
" ada perlu apa, bukan nya kamu sudah aku pecat,," ucap ketus keano.
" apa salahku kean, kenapa kamu memecatku begitu saja,,"
Neysa yg mendengar ucapan mereka ia hanya diam mematung melihat keano juga jefeline.
" kamu bilang apa salahmu,," tanya keano.
" iya salahku apa kean, kamu memecatku tanpa alasan,," ujar jefeline.
" salah kamu.. kamu sudah memasukan obat perangsang kedalam minumanku,," pekik keano. Menunjuk jefeline.
Jefeline gelagap diam.. ia membisu memikirkan ucapanya kembali yg akan ia lontarkan. Sedangkan neysa tercengang kaget dengan ucapan keano. Ia menutup mulutnya mundur hingga beberapa langkah.
" sekarang kamu pergi, sudah tidak ada urusan nya lagi denganku.." cetus keano.
" kean kamu jahat, kamu mempermainkan perasaanku, aku benci denganmu kean,," ujar jefeline. Menangis meninggalkan apartemen keano.
Menatap neysa dalam keano benar benar mengucapkan maaf entah beberapa kali nya. Hingga neysa berlari keluar dari apartemen keano.
Keano yg melihatnya ia benar benar tidak tau harus berbuat apa lagi.
***
POV neysa.
Diruangan kelas konseling neysa menatap dalam lukisan nya " jadi perbuatan itu karena efek obat perangsang,," batin neysa. Ia mengusap air matanya yg hendak terjatuh.
Beberapa jarak dibalik meja ada chicka yg sedang melihat neysa yg termenung, ia menghampiri neysa menggeser kursi disamping neysa.
__ADS_1
" neys, apa kamu baik baik saja,," ucapnya. Bukan ibah yg dirasa chicka.
" tentu,," ucap neysa datar.
" lepaskan keano neysa jika kamu sudah lelah dengan hubunganmu,,"
" tidak akan,," ucapku sedikit menekan.
" berarti kamu siap bersaing dengan kakaku,," Tanya chicka.
" bersaing, hei chicka sadarlah keano suamiku kenapa aku harus bersaing dengan kakakmu,," ucapku menatapnya.
Batinku benar benar ingin menampar iblis satu ini, jika celine datang aku akan merebut keano, bukan keano yg dia rebut..
Chicka hanya menatap tersenyum penuh arti " baiklah kamu lihat saja neysa,," ucapnya lalu meninggalkanku.
"Aku tidak takut sama sekali dengan ancamanmu,, " ucapku lirih.
Dikelas aku benar benar badmood, sebelum kelas usai aku meninggalkan ruangan ini, entahlah kemana aku akan pergi, yg penting aku ingin menghindari chicka.
Saat aku menunggu taxi aku termenung di pinggir jalan.
Hingga terdengar bunyi klakson mobil.
Tiiiiiiiinnnn....
" aku menunggi taxi,,"
Dia menganggukan kepalanya menawari tumpangan kepadaku, tentu nya aku tolak, tapi dia tetap menawarkanku hingga mau tidak mau aku terpaksa masuk kedalam mobilnya..
Hingga didalam mobil terhening. Tibatiba suara devan memecahkan keheningan sesaat yg kurasa.
" kenapa wajahmu bersedih,," ucapnya.
" hei,, malah melamun,," ucapnya kembali. Tanganya mengibaskan di wajahku hingga aku kaget saat tersadar.
" maaf kamu bilang apa,,"
" kenapa kamu bersedih sampai melamun seperti itu,,"
" oh, tidak apa apa cuman aku lagi badmood,," jawabku nyengir
disebelahnya.
Hingga devan tersenyum melihatkan gigi putinya.
" baiklah aku akan mengajakmu bersenang senang hari ini,," ucapnya.
" apa benar,,"
__ADS_1
" tentu,," jawabnya. Melajukan mobilnya di sebuah tempat.
Devan mengajak ku ketempat wonderland tentunya aku semangat dan bahagia..
Ada beberapa dari mereka menatap devan. aku ta mengerti mengapa beberapa mata dari mereka menatap kami. Sampai aku mengatur jarak dari devan.
Devan yg sadar aku yg mulai menjaga jarak dari ya ia mengambil lenganku untuk berdiri sejajar denganya. Tentu aku takut jika ada beberapa orang yg mengenalku pastinya nanti aku akan mendapatkan masalah.
Selesai aku bermain aku lelah aku sangat bahagia. Dibalik kebahagiaanku ada wajah devan yg sangat gugup ia mencoba menutupi wajahku dengan jaket miliknya sampai aku bingung dengan perilaku devan saat ini.
" kenapaa,," tanyaku berulang kali.
Devan hanya diam melangkah dari beberapa desakan orang. Aku benar benar tidak mengerti dengan ini semua. Sampai langkah devan berhenti di samping mobilnya.
" maaf tadi ada wartawan yg mengambil momen kita,," ucapnya.
Aku terkejut dengan ucapanya. Tapi aku pura pura tidak peduli.
" terimakasih hari ini, tanpa kita sadari sudah larut malam, turunkan aku disini saja dev,," ucapku.
" tapi aku mau mengajak mu makan dulu,,"
" tidak usah, aku takut keano menungguku, kamu turunkan aku disini saja yaa,,"
" baiklah,," jawabnya menghentikan mobilnya.
" terimakasih,," ucapku tersenyum kepadanya..
Diapartemen keano menunggu neysa hingga beberapa jam ia mondar mandir menunggu nya.
Terdengar suara pintu terbuka keano langsung duduk menyilangkan kakinya menatap layar laptop nya yg ia pangku.
Neysa yg melihat ia terdiam melangkah menuju keatas kamarnya. Langkahnya berhenti mendengar keano berbicara.
" dari mana saja kamu, sampai larut malam,,"
" aku,,aaku dari kelas konseling,," jawabku. tanpa berbalik memandangnya.
" apa kamu lupa jam makan ku sampai kamu telat pulang,,"
Oh dia menunggu makanan yg aku buat,, batinku. Aku berbalik turun meletakan tas diatas meja lalu membuatkan nasi goreng untuk keano dan aku. Karena perutku sudah membrontak ingin makan.
" apa ada kelas konseling sampai larut malam?,, tanya nya kembali.
" tentu,," jawabku menyodorkan piring kepada keano. Ia sudah duduk di meja makan menungguku yg sedang menyiapkan makanan.
" terus apa ini,," menyodorkan tab di depanku. Aku yg diam menelan salivaku.
" bagaimana aku menjelaskan nya,," batinku.
__ADS_1