
Pov neysa :
Aku menatap nya. Dia begitu jelas melihat wanita itu. Aku lihat sorot mata nya yg ta berhenti menatap wanita itu. Tanpa kuduga mereka saling melempar senyuman dan memandang satu sama lain.
Saat aku mendengar salah satu wartawan memanggil namanya dalam dadaku terasa sakit hingga menjalar ditubuhku. Kini aku rasa semua badanku terasa lemah seakan hilang energiku.
" celine kemarilah,," ucap wartawan menggiring wanita itu. Diriku seakan diabaikan wanita itu kini berada disampingku.
Aku akui dia wanita yg anggun dan cantik pastinya dia wanita berkarir. Dilihat dari aurahnya dia begitu bersinar. Semua mata memandang nya yg ta lain ialah keano yg ta berhenti menatap wanita yg kini ada di sampingku. Aku hanya pura pura tersenyum saat wartawan itu ta berhenti bertanya tentang dirinya.
Kini aku hanya seperti patung bagi mereka. Aku memang ta pantas bersanding dengan keano. Ucapan chicka waktu lalu memang benar. Keano dan celine mereka memang cocok. " yatuhan apa yg aku ucapkan.." batinku ta terima dengan ini semua.
Semua kebahagiaan yg kuanggap baik baik saja akan hancur lebur karena wanita yg dicintai keano datang. Dan pastinya posisiku akan melenyap. Aku menunduk kupastikan air di pelupuk mataku ini ku tahan. Rasanya dadaku begitu berat seperti menompang beban.
Aldo yg melihatku yg ta baik baik saja menghampiri kami berdua hingga aku jauh dari jangkauan wartawan. kulihat keano dia begitu diam ta banyak bicara. Pastinya dia banyak berfikir tentang wanita itu.
Dan akhirnya keano membuka suaranya membuat jantungku berdegup kencang.
" kamu pulanglah dengan aldo. Aku akan menyusulmu kalau urusanku selesai, ada hal yg akan aku urus, apa tidak masalah neysa,,"
Aku yg mendengarnya.. ingin kutanyakan urusan apa hingga kamu menyuruhku untuk pulang dengan aldo. Bukankah ini pesta yg kamu nantikan,, yatuhan aku lupa jika mungkin dia menantikan pesta ini hanya untuk bertemu celine, terus mengapa aku ikut,,.
Banyak sekali pertanyaan yg ingin aku tanyakan tapi mulutku ini seakan keluh untuk berucap.
__ADS_1
" neysa,," panggil keano. Menyadarkan aku dari lamunanku.
" apa kamu baik baik saja,," tanya nya.
" tentu.."
" baiklah pulanglah dengan aldo, dia akan mengantarkanmu,," ucapnya kembali. Tapi matanya menatap layar ponsel seakan dia menunggu seseorang. Pastinya dia itu celine.
Aku semakin sebal dengan ucapan nya hingga bola mataku memutar dengan jenuh.
Keano yg melihatnya dia mengusap wajahku dengan lembut. Lalu aku tepis jemarinya untuk menyentuhku kembali. karena aku benar benar muak dengan nya.
Aldo pun datang. Dia menghampiri kami. Entahlah apa yg dia bisikan kepada keano. Membuat aku ta nyaman.
Dua mata mereka meliriku. Aku diam saja dan sesaat aldo menghampiriku mengantarkan aku pulang. Tentu nya aku mau karena aku benar benar bosan. Hingga aku langkah kan kaki ku dengan lemah. Kulihat celine dia menatapku dengan wajah yg sumringah. Tapi aku pura pura ta melihatnya. Mungkin saat ini dia sedang meliriku. Tapi aku abaikan begitu saja.
Yg kulihat keano tersenyum kepadaku. Tapi senyuman itu kutatap begitu saja. Ya mungkin keano yg melihatku tanpa ekpresi karena wajahku datar melihat mereka.
" ada yg ketinggalan neys,," dia menghampiriku.
Batinku,, tidak aku tidak akan membiarkan kamu berdua dengan celine.
" tidak kean, aku hanya kehilangan punggung aldo makanya aku kembali.." ucapku.
__ADS_1
Celine yg mendengar nya lalu terdiam.
" apa ini istrimu kean,," tanya nya.
Kean terdiam meliriku.
" iya ini neysa istriku.."
Aldo akhirnya datang untuk membawaku lagi. Tapi aku hanya cemberut melihatnya.
" aku cari teryata kamu kesini, maaf aku sedikit terburu buru makanya kamu menghilang,," ucapnya.
Lalu aku putuskan pergi karena semakin aku dekat mereka semakin sakit hatiku.
" ayo kita pulang,," ucapku kepada aldo. Lalu aku mengekori tubuh aldo. Dia melangkah dengan pelan agar aku tidak kehilangan nya lagi.
Sampai di lobby aku diam. Ini keputusanku baiklah aku akan baik baik saja meskipun tanpa keano. Lalu mobil aldo menghampiriku. Aku masuk kedalam mobil bersamanya.
Suara terhening. Ingin aku tanya kan hubungan mereka. Tapi apalah dayaku aku ta mau membuat keano semakin berbesar hati. Aku hanya diam didalam mobil bersama aldo yg fokus menyetir. Hingga sampai di apartemen. Lalu aku pamit dan mengucapkan terimakasih ku kepada aldo yg bersedia mengantarkanku.
Aku melangkah dengan santai. Ingin aku teriak, karena dadaku sudah sesak dengan apa yg saat ini terjadi.
Aku buka cardlock di apartemen lalu aku hempaskan tubuhku ini di sofa aku duduk diam sambil menunggu keano.
__ADS_1
Mungkin aku bodoh menunggunya. Tapi inilah aku. Aku benar benar mencintainya. Meskipun aku terluka berulang kali aku tetap masih menunggunya. Kututup mataku dengan tanganku yg basah karena air air mataku yg tumpah di wajahku.
Aku menangis terisak hingga beban di dalam hatiku sedikit lega. Aku baringkan tubuhku ini. Sampai aku mengantuk menutup mataku pelan pelan tanpa kusadari aku tertidur pulas.