
Saat keano berada di titik terendah dia mengingat neysa orang pertama yg membuat kerja sama dengan tuan david berhasil. Kini keano merindukan neysa di sudut ruangan nya beberapa kali hembusan nafasnya keluar begitu saja.
Dibalik jendela tembus pandang kamarnya. Dia menatap perpusatan kota. Direlungnya merindukan wanita yg entah kapan masuk di relung hati nya. Keano berdiri dengan tangan nya yg dia masukan di saku. Tangan kanan nya memegang seluler menunggu kabar dari aldo.
Begitu cemas di wajahnya. Guratan di keningnya begitu jelas.
Dia harus rela menyerahkan masalah nya dengan neysa kepada aldo. Karena dia harus bertugas besok pagi mengunjungi kota dimana produk itu di tahan oleh pihak gudang. Membuatnya cemas antara memilih mencari neysa atau pergi bertugas menyelesaikan produknya.
Kini dia mengusap wajahnya dengan kasar.
Pagi tlah tiba.
Saat keano membuka pintu apartemen nya. Sosok wanita berdiri didepan pintu dia begitu elegan membelakangi pintu. Kean yg mengerti wanita itu. Dia bergumam lirih membuat telinga wanita itu mendengarnya lalu menoleh dengan senyuman khas nya.
" hmm.." gumam lirih keano. Melihat punggung wanita yg ada didepan nya.
Mendengar itu celine membalikan badanya dia tersenyum menghias di wajahnya.
" kean,, mari kita selesaikan bersama, aku akan ikut bersamamu, bagaimanapun ini tanggung jawabku, karena aku sudah memilih kota itu,," ucap celine. Menundukan kepalanya dia merasa sangat bersalah.
Keano berfikir sejenak. Lalu tangan nya di tarik oleh celine untuk bergegas melangkah mengikuti nya.
" maafkan aku kean, aku benar benar merasa bersalah mari kita selesaikan bersama masalah ini,," ujar celine. Melangkah dengan menatap keano.
Pandangan keano lurus dia menganggukan kepalanya tanda jika keano tidak menolak ajakan celine. Membuat wanita itu tersenyum lalu menyenderkan kepalahnya di lengan keano.
" Bagaimana dengan neysa apa dia sudah sembuh,," tanya celine. Membuka pintu mobil.
Keano tidak menggubris ucapan celine,,
" kean keanapa kamu diam saja, apa ucapanku menyinggungmu,," tanya celine.
Keano menjelaskan apa yg terjadi membuat wanita itu ibah dengan apa yg ia dengar.
" apa semua ini karena aku,," tiba tiba celine mengucapkan nya dengan rasa yg bersalah.
" tidak, mungkin karena aku mengabaikan nya.." jawab keano. Dia melajukan mobil nya.
" sepertinya kamu jatuh cinta dengan nya,," ujar celine. Menatap wajah keano yg dingin.
Kean yg mendengar dia diam memikirkan ucapan celine,,
__ADS_1
" apa kamu sudah melupakanku kean, tidak bisakah kamu memberiku satu kesempatan lagi, kamu tau kan masalahku dengan chicka,,"
Celine bertanya tanya kepada keano. Tapi keano yg berfikir lebih baik dirinya diam. Masalah di hidupnya sudah rumit kini istrinya menghilang membuat pikiran nya kacau.
Sepanjang perjalanan membuat hati celine menjerit. Tidak biasanya sosok keano menjadi pendiam kini dia berfikir jika keano sudah berubah menjadi dingin kepadanya. Tapi dia masih teguh pada pendirian nya jika keano masih mencintainya.
***
Neysa membuka matanya ditatap nya ruangan yg ta asing itu. Ya dia tinggal sementara dirumah cita sahabatnya itu. Kini cita dan helen menyambut neysa yg sudah bangun. Mereka bertiga menuju dapur untuk sarapan.
" gimana badanmu neys, apa sudah baikan,," tanya helen.
Neysa menyendokan makanan kemulutnya entalah nafsu makanya kini meronta seakan dia merasa kelaparan.
Cita dan helen saling menatap dia tersenyum melihat neysa yg melahap makanan dengan nikmat.
" ya mendingan, badanku kini enakan.." jawab neysa. Melahap makanan nya.
" apa kamu dikediaman keano tidak makan seperti ini neys,," tanya cita. Neysa yg mendengarnya tersedak.
Uhuk..uhuk.
Helen bersiap mengambil minuman lalu memberikan nya kepada neysa.
" entalah, rasanya aku sudah kenyang,," ucap neysa mengelus perutnya yg terasa kenyang.
Cita yg melihat kelakuan neysa hanya menggelengkan kepala nya.
Saat pelayan datang menghampiri cita.
" Nona, ada yg mencari anda. Dia sedang duduk di ruang utama",, ucap pelayan.
Cita bergegas melihat tamu yg datang dirumah nya sepagi ini.
Dia yg melihat tercengang. Kedatangan beberapa pria membuat cita diam ta berkutik.
Aldo dan anak buahnya siap didepan cita. Seakan ingin menginterogasi wanita muda itu. Helen yg berlari menyamperin cita.
" siapa cit yg datang,," ucap helen. Dia terdiam sesaat melihat aldo yg berdiri di depan cita yg tercengang.
Lalu suasana itu terhening sesaat.
__ADS_1
" baiklah, keberadaanku kemari hanya ingin mencari neysa. Jangan mengelak karena aku sudah tau dia berada disini.." ujar aldo.
Cita yg hendak menyahut pun terdiam.
" kemana si keano, kenapa malah kamu yg datang,," tanya helen. Menyadarkan cita dari sosok suami neysa.
Aldo menjelaskan nya kepada kedua sahabatnya itu.
" kean lagi ada urusan mendadak di perusahaan nya, dia sekarang berada di luar kota, sehingga aku yg ditugaskan mencari neysa.." jawab tegas keano.
Sorot mata helen menatap aldo penuh dengan kekaguman. Rupanya helen diam diam mencuri pandang kepada aldo sewaktu pesta pernikahan neysa.
Helen yg berbicara seakan tegas. Rupanya dia luluh dengan jawaban lelaki yg ada di hadapanya itu.
" sekarang ijinkan saya membawa neysa untuk pulang, keano mencemaskan nya,," ucap aldo.
Cita yg mendengar menyahut ucapan aldo.
" jika dia cemas. Dia pasti akan mencari dan datang sendiri bukanya kamu,," sahut cita.
" bukanya aku sudah menjelaskan nya, saat ini keano sedang di dalam masalah berat makanya aku yg mencari neysa. Jik keano tidak ada masalah di perusahaan nya, mungkin dia yg akan datang mencari neysa sendiri.." ucap aldo. Penuh penekanan.
Neysa yg menyenderkan badanya di dinding mendengar jawaban dari aldo. Lalu neysa hendak bersembunyi dia melangkah kan kakinya. Tapi langkah itu sudah di hadang oleh pasukan aldo yg mengetahui nya.
Neysa tidak menolak saat aldo hendak membawanya. Tapi raut wajah neysa seakan kesal dengan apa yg aldo saat ini lakukan.
" kenapa kamu kabur dari apartemen, apakah kamu tau jika keano sedang menghawatirkanmu.. apa lagi dia sedang dirundung masalah, bukanya kamu disisinya malah kamu pergi meninggalkan nya begitu saja,," ucap aldo. Dia seakan tidak tau apa yg terjadi. Dia hanya ingin memeberi tau sebenarnya terjadi saat ini. Masalah yg di hadapi keano.
Ucapan aldo membuat neysa merasa bersalah tlah lari dari sisinya.
" bukan nya dia menghawatirkan perusahaan nya ketimbang aku, ah kamu ucapanmu itu menghiburku saja,," jawab neysa.
Cita serta helen hanya diam melihat. Mereka tidak bisa berbuat apa apa, apa lagi neysa sudah menjadi suami orang. Maka dari itu sahabatnya itu tidak mempunyai hak untuk membiarkan neysa tetap di sisi nya.
" aku serius neysa, jika keano benar benar menghawatirkanmu, aku yg menyuruh dia pergi. Karena perusahan nya sedang ada masalah,,"
" aldo cukup,, baiklah aku akan pulang bersamamu." Jawab neysa.
Helen dan cita menghampiri neysa mereka bertiga berpelukan.
" neysa kamu pasti bisa, buatlah si keano bertekuk lutut mengejarmu,," ucap helen. menyemangati neysa.
__ADS_1
Neysa tersenyum kepada kedua sahabatnya itu dan ta lupa mengucapkan terimakasih kepada cita yg membantunya. Mereka saling berpelukan. Hingga aldo menyipitkan matanya saat melihat nya. Raut wajah nya aldo tersenyum menghias di wajahnya. Neysa melepaskan pelukan sahabatnya lalu mengikuti aldo yg sedang melangkah menuju mobil.