Pernikahan Yang Tidak Kuinginkan

Pernikahan Yang Tidak Kuinginkan
Liburan


__ADS_3

Pagi tlah menyapa neysa dia membangunkan badanya mengusap wajahnya bergegas kedalam kamar mandi untuk membasuh mukanya.


Seperti biasa neysa mulai membersihkan semua ruangan serta menyiapkan makanan untuk keano. Neysa yg sadar ia kehabisan bahan untuk memasak semua perlengkapan dapurnya belum ia beli karena terlalu sibuk dengan kelas konseling dia sampai lupa. Lalu neysa hanya menyiapkan mie ala kadarnya diatas meja.


Dirinya yg lupa jika hari ini hari minggu. Sudah di lihatnya jam semakin siang tapi keano belum beranjak bangun. Ia mulai khawatir dan bergegas membangunkan nya serta meminta ijin untuk membeli bahan ke supermarket. Neysa membuka pintu lalu masuk kedalam kamar milik keano. Dia mulai bimbang untuk mendekat tapi tidak ada cara lain lagi lalu neysa menggoyangkan tubuh keano dengan tangan jemarinya. " hei bangun,," ucapnya.


" kean,, bangunlah ini sudah siang.."


Kean yg merasakan sentuhan neysa dia menggeliat tubuhnya lalu menyipitkan kedua matanya. Neysa yg melihat keano sudah membuka matanya ia memundurkan badanya beberapa langkah.


" ini hari minggu, ada perlu apa,," ujar keano. Mengusap matanya.


Neysa sontak terdiam ia lupa jika hari ini hari minggu, tentunya keano libur bekerja.


" maaf aku lupa, aku mau beli bahan makanan karena di dapur stoknya sudah habis,," ucap neysa.


Keano yg mendengar nya langsung berdiri.


" baiklah aku antar, tunggu disitu aku mau mandi dulu,,"


" tidak, tidak usah kean aku berangkat sendiri saja,,"


Kean menatap neysa dengan tajam tentunya ia tidak mau ucapanya di hiraukan oleh neysa.


" tunggulah, aku akan mengantarmu, apa kamu dengar,," ucap keano. Dengan nada penuh penekanan.


Neysa hanya mengangguk takut untuk menatapnya ia menundukan kepalahnya.


Setelah keano selesai mandi ia memakai baju santai tentunya ketampanan keano bertamba saat ia melontarkan senyuman kepada neysa.


Deggg...

__ADS_1


Jantung neysa berdebar tatapan itu seakan menembus jantungnya.


Keano sudah didepan nya. Tapi wanita itu masih menatapnya dengan intens hingga tangan keano menyentuh lengan neysa membawa nya keluar apartemen.


Tentu isu tentang rumah tangga keano belum lah usai. Beberapa berita mengekspos perusahaan keano hingga saham perusahaan nya turun beberapa persen. Beberapa dari mereka menatap neysa dan keano. Karena gosip diluaran sana yg masih beredar membuat kedua pasangan ini ta leluasa untu memilih beberapa bahan pokok di supermarket.


Dari beberapa orang menatapnya dengan sinis serta berbisik bisik hingga membuat keano geram. Karena gosip itu membuat neysa menunduk malu karena tatapan para pengunjung.


"Ambilah beberapa sabun serta pasta gigi,," ucap keano. Ia mengambil potongan handuk didalam supermarket.


" buat apa kean,," tanya neysa.


" kita akan pergi keluar kota sehari,,"


" kenapa, mendadak sekali,,"


" sudah diamlah, ayo kita kekasir, habis itu beli beberapa pakaian.." ucap keano mendorong troly menuju kasir.


Keano yg membawa beberapa kantong belanjaan nya ia masukan kedalam mobil.


Mobil melaju begitu cepat. Neysa hanya diam ia tidak tau kemana keano akan membawa nya..


Mata neysa terus melihat bukit bukit yg indah, dilihatnya pohon pohon yg tinggi menghiasi perjalanan mereka. beberapa jam kemudian mereka sampai ketempat rumah yg jauh dari permungkiman warga. Disana terlihat rumah yg sudah tua tapi indah,,


" oh tentunya bukan rumah, melainkan ini vila,," batin neysa. Keluar dari dalam mobil dia melangkah mengikuti keano.


Keano yg melihat teryata disana masih ada beberapa pelayan serta penjaga.


" apa tempat ini kosong,," tanyaku. Sedikit merinding melihat rumah tua tapi indah itu.


" tentu,, ini vila keluargaku, hanya orang tertentu yg bisa menginap disini.." ucap keano.

__ADS_1


" apa kamu yakin kita kemari.." tanya neysa. Menghentikan langkah keano. Neysa menyentuh lengan nya menggenggam dengan erat tentunya keano bisa melihat jika neysa sedang merasa ketakutan.


" tentu,, kenapa,," tanya keano. Ia sedikit menggoda neysa dengan tatapanya. " jangan bilang kamu,,"


" hussssttt,," tangan neysa menyentuh bibir keano menghentikan ucapan nya.


" cepat melangkah kenapa berhenti disini.." ujar neysa. Karena bulu kuduknya merinding. keano hanya menggelengkan kepalanya ia ingin tertawa melihat wajah neysa yg menggemaskan.


Neysa mengekori badan keano ia menyandarkan tubuhnya didekat keano serta tanganya memegang lengan keano.


" ini kamar.." ucap keano belum selesai.


" apa kita tidur terpisah,," sahut neysa.


" kenapa,," tanya keano. Matanya melirik neysa.


Neysa hanya diam ia benar benar takut tidur berpisah tapi dilihatnya kembali ia juga takut jika terlalu dekat dengan keano. Malam yg lalu mengingatkan betapa sakitnya tubuh neysa saat disentuh keano membuat neysa menggelengkan kepalanya.


Saat itu juga keano melihat neysa yg lagi melamun..


" yasudah kita tidur sekamar,," ucap keano.


" tapi kamu.. janji ya tidak akan menyentuh ku meskipun sedikit saja,,"


" hei,, bagaimana jika aku tidak janji,," goda keano.


" kalau kamu menyentuhku akan aku laporkan kamu, karena jelas aku yg dirugikan perjanjian itu tidak tertulis.." pekik neysa.


" baiklah baiklah,, apa kamu tidak ingin keluar dari balkon lihat itu pemandangan nya indah disana,,"


Neysa yg melihat ia masuk kedalam kamar menuju balkon melihat pemandangan yg indah tentu hawa nya juga segar. Keano yg mendekat mengusap rambut neysa. Dan menyentuh dagu wanita itu.

__ADS_1


Tentunya ia ingin menyentuh, keano yg mendekat wajahnya di tepis oleh neysa. Keano benar benar merasa malu akan hal itu.


__ADS_2