
Keano yg melihat perubahan sikap neysa ia begitu bingung dengan pola tingkah yg neysa tunjukan Di sepanjang waktu. Neysa yg merasa terkhianati ia memilih lebih baik diam ta menghiraukan keano menurutnya ia lebih senang jauh dari sisi keano meskipun ia sangat ingin dekat dengan nya tapi perasaan neysa terlanjur kecewa, beberapa foto yg neysa peroleh dari cita membuat hatinya tertusuk tusuk hingga ia menjadi benci, apa yg selama ini ia dengar teryata benar jika keano adalah pria yg senang memainkan hati wanita,
Hatinya begitu rapuh ia terlalu singkat untuk mengenal sisi keano perasaan nya terlalu cepat mencintai keano, ia benar benar ta tau dengan perasaanya sendiri ia begitu merasa tersakiti,
Keano menghampirinya menunjukan sebuah tiket dan kartu yg orang tua nya berikan mark ingin kedua pasangan pengantin baru itu pergi bulan madu, tapi yg sebenarnya keano rasakan ia ta begitu menghiraukan keinginan orang tua nya, meskipun desakan dari aldo untuk segera merencanakan bulan madu, karena jika keano dan neysa gagal pergi aldo lah yg akan mendapatkan masalah, desakan itu ta dihiraukan keano, ia merasa begitu konyol dengan perintah itu karena hubungan nya dengan neysa hanya sebuah pernikahan palsu.
" ini kalau kamu mau pergi sama temenmu, pakai saja,," ucap keano. menyodorkan tiketnya
Pikiran kecil neysa marah " belum sadar juga tingkah laku nya itu malah nyuruh aku pergi, benar benar gila,," batinya. Keano yg merasa terabaikan ia menatap neysa lagi lagi neysa menunjukan tingkah yg aneh saat keano mulai menyodorkan tiket nya kembali neysa menolak " tidak perlu, lebih baik kamu saja yg pergi sama pacar kamu, oh iya aku lupa kalau mau ketemu sama cewek lain, main pelukan lihat tempat jangan main peluk, aku kan jadi bingung mesti jawab gimana sama temenku,," ucap neysa. Membuang nafasnya yg panjang raut wajahnya yg imut berubah menjadi wanita jutek ia lalu meninggalkan keano kedalam dapur
Keano diam tercengang mendengar ucapan neysa lalu ia memasukan tiketnya kedalam saku celananya dan menghampiri neysa kedapur,," aku mau kamu masakin aku sup bihun,," ucapnya. Lalu ia duduk diatas meja makan menyilangkan kakinya
Neysa yg mendengarnya lalu ia menghampiri keano " gak mau, enak saja kamu main nyuruh, lagian aku juga gak punya bahan,," jawabnya. Berdiri disebelah keano
" bohong aku lihat kantong plastikmu kemaren kamu membelinya, kamu kan harus menurut perintahku atau,,,,, belum selesai ucapan keano, ia pun bergegas menyiapkan menu yg keano inginkan ia sangat kesal kakinya neysa yg hendak bergegas tersandung dipelukan keano, saat itu pula neysa merasakan nafas yg hangat milik keano, tatapan mereka membuat ruangan itu terasa hening hanya terdengar degupan jantung neysa seperti irama didalam dadanya. lalu tangan keano menyadarkan neysa menyuruhnya lekas berdiri
"tunggu apa lagi, cepat buatkan,
aku sudah lapar,," titah keano.
Neysa menyiapkan beberapa bahan lalu memotongnya saat itu juga keano bertanya,, " bagaimana kamu tau,," tanya nya. Tapi matanya menatap layar ponsel
Neysa terdiam saat selesai memotong wortel ia mengingat foto keano sedang berpelukan dengan seorang wanita ia menyadari dirinya sendiri jika ia ta boleh menunjukan rasa kecemburuan nya, meskipun sebenarnya yg ia rasakan terbakar rasa api cemburu,
__ADS_1
" seseorang mengirim fotomu, aku tidak mau jika beberapa dari keluargaku dan temanku tau kalau kamu pria..." neysa terdiam ta melanjutkan ucapanya
" pria apa.." tanya keano menghampirinya dan menatap neysa.
" playboy,," jawab neysa. Menyodorkan mangkuk panas.
" kamu ya, taru sana diatas meja makan,,"
" terus kenapa menghampiriku,,"
Keano ta menjawabnya ia terlalu kesal dengan apa yg neysa ucapkan lalu ia duduk menyilangkan tangan nya menunggu neysa menyiapkan makanan.
Neysa menatap keano yg sedang mengunyah makanan yg ia buat "bagaimana jika masakanku tidak enak terlalu asin atau tidak seleranya, tapi kenapa dia mengunyah nya dengan lahap apakah masakan pertamaku berhasil,," senyum riang dibibirnya
" aku tidak menatapmu dengan aneh, aku hanya melihat beberapa makananmu nempel diatas bibirmu,," jawabnya. dengan bohong saat itu juga keano merabah wajahnya mencari sisa makanan yg menempel di wajah lalu ia melanjutkan makan. neysa yg meringis menahan tertawa
Saat keano menunggu neysa tadi menyiapkan makanan aldo mengirim sebuah foto, foto nya yg sedang berpelukan dengan julia itu didapatkan dari mark, mark yg tau dari rekan nya ia sangat marah dengan keano hingga berdampak pada aldo, mereka berdua membahasnya dan berbuat sesuatu agar mark tidak marah menyuruh aldo menemui mark menjelaskan apa yg terjadi jika itu hanya salah paham, saat itu juga keano mempunyai ide untuk pergi acara bulan madu dengan neysa, untuk meringankan amarah mark.
" ayo kita pergi bulan madu besok,," ucap keano. dengan serius menatap neysa setelah ia selesai makan
neysa yg hendak meneguk air putih ia tersedak mendengar nya,,
" apa kamu yakin,," ucapanya. Terbata bata
__ADS_1
" kenapa,,, kamu gak mau? "
" bukan begitu, kenapa kamu tiba tiba mengajak ku, bukan nya kamu menyuruhku bersama temanku,,"
" kamu mau atau tidak,," tanya nya yg membuat neysa bingung
" tidak, aku tidak mau salah paham dengan kekasihmu,," tegasnya.
" sudah salah paham saat pernikahan itu juga,," jawab keano
" kamu gak menjelaskan apa yg terjadi,,"
" sudah kujelaskan,, sudahlah jangan bahas ini, meskipun kamu menolak untuk pergi, aku tetap memaksamu, itu sudah perintah,,"
" perintah dari siapa, bukan nya kamu yg menolak untuk pergi dan menyuruhku bersama yg lain,," tanya neysa. Ia merasa bingung dengan perubahan keano
" masalahnya papaku sudah tau tentang foto itu,,"
" foto apa, jangan jangan foto kamu berpelukan dengan wanita lain,,"
" iya ",,
" itu masalahmu, aku tidak mau ikut kedalam masalahmu, kamu cari cara sendiri jangan libatkan aku, aku tidak mau pergi bulan madu atau apapun itu,," ucap neysa. meninggalkan keano.
__ADS_1
Hatinya terlalu kesal dengan perilaku keano yg se enak nya saja, yg ia pikirkan jika keano mengajaknya dengan hati yg tulus dan terbuka teryata ada maksud yg terlubang membuatnya jengkel dan mengunci kamar saat itu juga, ia ta mau terlibat dengan kekasih keano itu, ia benar benar merasa terbakar api cemburu.