Persimpangan Rasa

Persimpangan Rasa
Retak


__ADS_3

Diva keluar dari ruangan sidang, ini adalah agenda terakhir persidangan Diva dengan Haris. sah sudah dimata hukum dan dimata agama,Diva dan Haris bercerai. Tanpa melihat ke arah Haris, Diva keluar menemui Sari dan Indah sahabat karibnya yang sejak awal menemaninya menjalani proses sidang ini.


Diva kemudian memeluk kedua sahabatnya, menangis tersedu-sedu meluapkan rasa sesak yang menganjal direlung hatinya.


lengkap sudah sakit yang diterima Diva, saat menyadari pernikahannya berakhir saat itu pula keluarganya memilih untuk menjauhinya karena dipandang tidak mampu mempertahankan Haris. Semua kesalahan akhirnya disematkan pada Diva sebab Diva justru tidak mampu menjaga suaminya sehingga Haris bisa berpaling darinya.


"Sudah deh, Va. Jangan nangis terus. Kasihan tuh matamu, bisa-bisa buta nanti" celetuk Sari sambil terus menepuk punggung Diva.


"Iya,lagian anggap aja, Tuhan nunjukkin sama kamu, kalau Haris itu memang b**ji**an. Dia terlalu gila untuk kamu yang baik" ujar Indah menambahi.


Diva kemudian mengangkat wajahnya dan menghapus sisa airmata yang berderai.


"Makasih ya gaes, aku mungkin akan gila beneran kalau kalian dua nggak sabar nemenin aku" ujar tulus Diva.


"Apaan sih. Lebay deh. Sekarang kita pulang, kamu istirahat, sebab lusa kita harus berangkat kerja. Oke?" Diva mengangguk setuju dengan ucapan Sari.

__ADS_1


Ya, dia harus tetap kuat. Apapun itu, perceraian bukanlah hal yang membuatnya akan mati. Dan masalah baru tanpa Diva sadari sudah menantinya saat Diva masuk ke rumah orangtuanya.


Diva memandang wajah ayah, ibu dan kakak laki-lakinya, Dedi. Diva tahu, mereka akan mengatakan sesuatu yang pasti berkaitan dengan percerainnya.


"Gimana hasil sidangnya?" tanya Dedi pada Diva.


Miris memang, mulai dari awal masalah ini, satupun keluarga Diva tidak ada yang berdiri disampingnya. Bahkan sedekar memberikan support pun tidak pernah terbesit atau sekedar bertanya. Mereka semua memilih diam dan memandang keputusan Diva salah, sehingga Diva tidak perlu mendapat pembelaan mereka.


"Sudah selesai dan sudah sah. Tinggal menunggu sebulan lagi Akta cerainya" jawab Diva lirih.


Sayangnya Diva tidak melakulan itu. Entah mengapa, Diva merasa lelah memohon. Menghadapi kenyataan bahwa Haris tidak mencintainya lagi sudah membuatnya hancur, konon lagi harus memohon pada seseorang yang hatinya tidak untuk Diva lagi. Bagi Diva itu adalah tindakan konyol dan bodoh.


Diva tidak ingin menjalani rumah tangga yang penuh kebohongan, sebab ternyata setahun belakangan ini itu telah terjadi. Perasaan Haris memudar pergi bersama dengan mimpi yang hancur berantakan.


"Setelah ini apa rencanamu?" tanya Dedi kembali.

__ADS_1


"Aku mau pindah. Aku sudah mengundurkan diri dari kampus dan pindah ke kampus lainnya. Minggu depan mulai ngajar"


Perkataan Diva tentang pindah berhasil membuat kedua orangtuanya melihatnya dengan heran.


"Pindah? Kok ayah baru tahu tentang keputusan Diva?" ujar Ayah Diva terkejut.


"Karena Ayah dan Ibu selama ini tidak bertanya, apa yang Diva rasakan, apa yang Diva inginkan. Ayah dan Ibu hanya berpikir malu dimata orang, tapi tidak memikirkan kebahagiaan Diva. Karena Ayah dan Ibu malu, maka dari itu Diva memutuskan untuk pindah keluar kota"


Diva sama sekali tidak menatap wajah Ayahnya. Pandangan Diva menatap kosong ke arah meja yang dihiasi bunga replika. Tahu keputusannya salah, Diva hanya diam saja. Diva merasa tidak sanggup untuk menetap lebih lama di kota ini. Rasanya Diva ingin pergi dan memulai kehidupan baru di kota lain.


Hatinya sudah teramat retak dan hancur jika mengingat setiap jalan dikota ini, ada kenangan manis antara Diva dan Haris, dan Diva tidak sanggup menghadapinya. Terutama pada rasa ini, rasa ini masih melekat dan Diva butuh cara untuk menghilangkannya.


"Ya sudah. Kalau sudah keputusan kamu. Ibu dan ayah tidak melarangnya".


Setelah mengatakan hal itu, Ibu Diva meninggalkan mereka semua dan menuju kamar. Entah apa yang terjadi, sampai keberangkatan Diva, Ibunya sama sekali tidak ingin mengatakan apapun pada Diva. Hingga akhirnya Diva pergi tanpa ucapan hati-hati oleh ibunya.

__ADS_1


__ADS_2