PETAKA PERSELINGKUHAN

PETAKA PERSELINGKUHAN
11. Keributan


__ADS_3

Marsha masuk ke kamarnya diikuti Abimanyu yang mengejarnya. Marsha tidak mempedulikan suaminya walaupun ia tahu Abimanyu tidak terima begitu saja gugatan cerai yang dilayangkan istrinya padanya.


"Marsha! Aku saat ini sedang terlibat masalah dengan relasi bisnisku. Aku sedang ditipu dan perusahaan kita mengalami kerugian besar."


"Itu bukan urusanku! Ucap Marsha terdengar datar.


"Jelas ini urusan kita berdua karena kita adalah suami istri dan keluarga."


"Sebentar lagi tidak."


"Jangan bicara seperti itu Marsha! Tolonglah, saat ini aku sedang membutuhkan pertolongan mu, aku tidak bisa melakukan itu sendirian sayang. Aku bisa di penjara dan rumah dan perusahaan ini akan di sita oleh bank."


Ucap Abimanyu terdengar frustasi.


"Apa maksudmu di sita?"


Aku juga pinjam uang bank sebanyak tiga triliun untuk mengembangkan perusahaan kita. Itulah sebabnya aku bekerja seperti orang gila untuk menyicil uang bank yang sekarang tinggal lima ratus miliar."


Duaaarrr ...


Marsha tercekat dengan wajah menegang. Ia tidak menyangka perbuatan suaminya yang berani hutang ke bank dengan jaminan semua aset mereka.


"Bagaimana bank bisa memberimu pinjaman kalau tidak didampingi aku istrimu. Bukankah bank akan menyetujui pencairan dana pinjaman kalau istri juga ikut menandatangani semua berkas yang dibutuhkan sebagai persyaratannya?"


Tanya Marsha dengan darah yang sudah mendidih.


"Maafkan aku! Aku terlalu tergila-gila dengan banyaknya penawaran proyek dari beberapa relasi perusahaan kita."


"Kalau sudah seperti ini kamu baru mendatangi aku dan meratapi semua kemalangan yang menimpamu. Kenapa tidak bahas ini dengan para kolega mu yang selalu jadi penjilat mu, bukan?" Sarkas Marsha sengit.


"Marsha! Aku hanya membangun hubungan baik dengan mereka, agar mereka semangat dalam menunjukkan kinerja mereka untuk perusahaan kita."


"Oh, jadi! Kamu pikir hanya mereka saja yang butuh motivasi dan perhatianmu? lalu aku dan putramu, kamu anggap apa?" Kecam Marsha.


"Maafkan aku karena kurang memperhatikanmu dan Al. Tapi aku bekerja untuk kalian agar kalian tidak kekurangan suatu apapun. Aku mohon maaf Marsha!"


Abimanyu menjatuhkan tubuhnya dan bersimpuh pada istrinya.

__ADS_1


"Sudah sangat terlambat kamu menyadarinya, Abi. Aku tidak bisa lagi menerima permohonan maafmu. Aku sudah terlanjur sakit dan hatiku tidak punya cinta lagi untukmu."


"Marsha! Aku tidak bisa berbuat apa-apa kalau kamu tidak membantuku. Tolong jangan memperlakukan aku dengan kejam sayang!"


"Pikirkan perasaanku sebentar saja bagaimana di saat aku sangat membutuhkanmu saat kamu pulang kerja hanya untuk ngobrol, kamu di mana Abi?


Saat aku ingin kita berhubungan intim, kamu malah tinggal tidur. Bahkan saat aku berdandan cantik, menyambut mu pulang kerja, kamu sedikitpun tidak melihatku.


Kamu anggap kami ini patung bagimu. Kamu memperlakukan kami tidak lebih dari orang asing hingga aku sampai lupa aku ini masih punya suami atau tidak."


Teriak Marsha histeris.


"Iya aku tahu sayang, kamu membutuhkan itu semua. Tapi aku terlalu lelah hingga aku tidak lagi memperhatikan kebutuhanmu. Aku janji akan memperbaikinya Marsha. Tapi saat ini aku sangat membutuhkan bantuan mu Marsha."


Ratap pilu Abimanyu terlihat sangat tertekan dengan masalah yang ia hadapi saat ini.


Hati Marsha seakan sudah terkunci hingga ia tidak sedikitpun terbetik hatinya untuk mendengarkan ratapan suaminya.


"Keluar dari kamar ini dan tidur di kamar lain!" Usir Marsha.


"Baik. kalau kamu tidak pindah, biar aku yang pindah." Ucap Marsha.


"Jangan Marsha! Biar aku yang akan pindah kamar." Ucap Abi berjalan keluar dengan langkah gontai.


"Sekarang kamu baru bisa merasakan bagaimana rasanya di abaikan, Abi. Terimalah hukuman mu. Apa yang kamu tanam, itu yang akan kamu tuai."


Hati Marsha juga sangat terpukul dengan apa yang terjadi pada suaminya. Bagaimana tidak, abi berhutang ke Bank tanpa sepengetahuannya dan sekarang dia juga harus menanggung akibatnya.


"Jika aku tidak membantunya, rumah dan perusahaan ini akan di sita. Ya Allah, apa yang harus aku lakukan?" Marsha merasa sangat resah dengan problem suaminya.


Sementara itu, Abimanyu tidak menepikan rasa bersalahnya selama ini kalau ia terlalu lama meninggalkan keluarganya semenjak perusahaannya makin maju hingga membutakan hatinya dengan ambisi yang ingin diakui dunia.


"Apa yang telah aku lakukan ya Tuhan. Aku bahkan tidak lagi mengenal waktu malam maupun siang karena uang dan kekuasaan telah memperbudak hidupku."


Tangis Abimanyu pecah.


Saat Manusia terlalu tinggi untuk bermimpi, ia akan dibuat lalai untuk memikirkan hal terpenting dari fungsi hidupnya sebagai manusia yang beragama.

__ADS_1


Ia lupa bersyukur dengan merendahkan kepalanya sebagai penghambaan nya kepada Dia yang maha tinggi yaitu Allah.


Tujuan kehidupan manusia di muka bumi ini hanya untuk beribadah kepada Allah dan Abi tidak pernah melibatkan setiap aktivitasnya itu hanya untuk Allah.


Dua Minggu waktu berjalan, Marsha membatalkan rencana gugatan perceraiannya. Ia tidak tega kepada suaminya di saat Abi benar-benar berada di tempat yang paling terpuruk.


Ia tidak ingin putranya malu dan terguncang jika berita tentang kebangkrutan ayahnya, akan tersebar di media. Marsha berusaha menyelamatkan keluarganya dengan caranya sendiri.


Tapi sayang, semua aset yang ia miliki tidak dapat ia menutup utang suaminya, hingga aset tidak bergerak pun di sita oleh pihak bank.


Akhirnya mereka harus keluar hanya membawa kebutuhan pribadi mereka. Mereka harus tinggal di butik karena tidak ada lagi tempat yang harus mereka datangi.


"Untuk sementara kita tidur di butik sampai kita bisa temukan rumah kontrakan." Ucap Marsha.


"Mami! Apakah Al masih bisa sekolah kalau kita sudah jatuh miskin?"


"Kamu punya tabungan pendidikan tersendiri, sayang."


Ucap Marsha menahan kesedihannya.


"Kalau mami tidak sanggup membayar biaya sekolah Al, Al tidak apa kalau harus pindah sekolah negeri."


"Sudah tanggung Al. Sebentar lagi kamu mau lulus dan mau masuk SMP. Tidak usah risau dengan biaya sekolah kamu, yang penting kamu harus belajar yang rajin dan tidak mengecewakan mami, ya sayang." Pinta Marsha.


"Semua ini salah ayah, saya yang telah menyebabkan kalian menderita. Maafkan ayah sayang!"


Ucap Abimanyu terlihat sangat sedih.


"Jangan hanya minta maaf, ayah! Sekarang ayah harus bertobat karena ayah yang menyebabkan semua malapetaka ini terjadi." Semprot Al sengit.


Marsha harus menengahi keduanya agar tetap akur.


"Al..! Sekarang keadaan keluarga kita kembali ke titik nol. Jadi kita harus kompak sayang." Pinta Marsha lembut.


"Kenapa mami masih mau memaafkan ayah. Harusnya biarkan ayah di penjara supaya kita bebas dari robot gila kerja ini, mami." Umpat Al terlihat sangat kesal pada ayahnya.


Albana membenam wajahnya di bantal menangis histeris. Ia sangat kecewa dengan ayahnya. Rasanya ia sangat sulit memaafkan ayahnya. Sekalipun ibunya sudah membujuk dirinya untuk tetap santun pada ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2