PETAKA PERSELINGKUHAN

PETAKA PERSELINGKUHAN
16. Mendekatkan Diri


__ADS_3

Jiwa Marsha mulai terganggu dengan kondisi keluarganya dan juga hasil dari perbuatannya yang telah bermain api dalam rumah tangganya.


Satu-satunya tempat yang harus ia datangi saat ini adalah sujudnya dan pedoman hidupnya yaitu Al-Qur'an. Ia merasa ibadahnya belum di lakukan dengan benar makanya ia mudah tersesat dalam jeratan godaan setan.


Beruntunglah, di apartemen yang Marsha dilengkapi internet membuat ia mudah mengakses konten YouTube yang menampilkan para ustadz kondang yang menyampaikan ceramah yang sesuai dengan kebutuhan Marsha saat ini.


Hal pertama yang ia ingin lakukan adalah perbaiki sholat dan tentunya di awali dengan cara wudhu yang sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah.


Marsha mengikuti salah satu ceramah ustad yang mengupas tentang fiqih. Bagaimana cara Rosulullah berwudhu dari bacaan niat wudhu lalu membasuh setiap anggota tubuh sesuai dengan rukun wudhu. Mengutip dari perkataan ustad yang bersumber dari redaksi langsung dari Rosulullah ajarkan.


"Jika di mulai dari wudhu yang benar, maka saat menunaikan sholat akan terdapat korelasi antara kita dengan Allah dalam berkomunikasi dengan Allah dengan penuh ketenangan saat membaca setiap surah dan bacaan dalam setiap gerakannya."


Ucap Ustadz itu sambil mencontohkan setiap gerakan sholat dan bacaannya.


Marsha mencatat dan langsung mempraktekkan setiap kali memasuki waktu sholat terutama sholat fardhu.


Sementara di waktu yang berbeda, Marsha mendengar lagi suatu ceramah salah satu ustadz tentang dampak zinah bagi pasangan yang sudah menikah.


Dan ceramah inilah yang membuat Marsha seakan tertampar dengan keras di mana ucapan ustadz tentang bagaimana Allah menegur hambaNya yang sudah melampaui batas.


Ketika seorang berzina, Allah akan mencabut satu persatu kenikmatan dalam hidupnya. Entah itu dengan hartanya, keluarganya dan jika jika ia tidak insaf juga dengan teguran Allah maka Allah akan mengunci hatinya untuk tidak lagi mengenal rasa takut dalam hatinya. Ia tidak lagi mengenal kebenaran selain dosa yang menjadikan pembenaran baginya."


Ucap Ustadz itu membuat Marsha mulai merenungi atas dosa-dosanya.


"Berarti petaka yang terjadi dalam rumah tanggaku adalah akulah penyebabnya.


Seharusnya aku menjaga kehormatanku sebagai istri walaupun sesakit apapun yang aku alami dalam hubunganku dengan suami.


Aku tidak bisa menjaga diriku menyebabkan kebangkrutan, meninggalkan banyak hutang dan suamiku akhirnya jatuh sakit. Ini semua salahku. Aku kurang bersabar saat di uji dengan kemaksiatan. Harusnya aku menahan diri agar tidak terjebak rayuan Cal. Tapi semuanya sudah terjadi, nasib sudah menjadi bubur, penyesalan pasti datang belakangan. Yang harus aku lakukan sekarang lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah sebelum ajal menjemput." Ucap Marsha.


Istri dari Abimanyu ini mulai membuat jadwal ibadahnya, entah itu memperbaiki diri dengan cara menjalin hubungan baik dengan Allah dan dengan sesama.

__ADS_1


Walaupun ia selalu bersedekah maupun melakukan infak atau mengikuti setiap acara badan amal, kali ini Marsha melibatkan Allah dalam setiap kebaikan yang ia lakukan. Ia juga selalu melakukan sholat Dhuha, tahajud dan sholat sunnah tobat sebelum memasuki waktu subuh.


Alhasil dalam waktu tiga bulan menjalani hidupnya sesuai dengan perintah Allah, kini hidup Marsha dan putranya lebih tenang.


Seperti biasa ia menjual hasil desainnya ke luar negeri dan iapun mendapatkan penghasilan yang cukup besar untuk membuka lagi usahanya yang pernah redup.


Tapi belum sempat niat itu terlaksana, sebuah agensi model datang dari Perancis yang ingin menawarkan kerjasama mereka dengan Marsha.


"Hallo selamat malam!"


Sapa seseorang dari seberang sana dengan menggunakan bahasa Perancis bercampur Inggris membuat Marsha sedikit bingung untuk menanggapi sapaannya.


"Selamat malam juga tapi di tempatku masih siang apakah anda ingin bicara denganku?" Tanya Marsha dengan menggunakan bahasa Perancis.


"Oh maaf! Aku tidak tahu perbedaan waktu kita di tempat yang berbeda. Kenalkan namaku Elbarano, apakah saat ini saya bicara dengan nona Marsha ?"


"Benar sekali! Apakah ada yang bisa saya bantu?"


"Jika hasil desain anda masuk dalam acara kami dalam pelelangan busana, besar kemungkinan kita akan bekerjasama dan saya harap anda juga harus hadir dalam acara tersebut." Ucap Tuan Elbarano.


Marsha tersenyum sambil mendongakkan wajahnya ke atas mengucapkan bentuk syukurnya kepada Allah yang mempermudahkan rejekinya.


Ia dengan senang hati menyanggupi untuk membuat desain itu dengan cepat dan bersedia menerima undangan acara amal tersebut yang akan di adakan satu bulan lagi.


...----------------...


Bukan hanya membuat desain untuk pesanan bagi agensi tersebut, namun ia juga merancang busananya sendiri yang memberikan sedikit sentuhan corak batik di bahannya untuk menunjukkan Indonesia sebagai tempat asalnya walaupun di acara tersebut bukan suatu bentuk kompetisi mewakili negara.


Hanya saja Marsha ingin bahwa Indonesia memiliki anak bangsa yang bisa menghasilkan karya hebat untuk menaklukkan desainer terkenal di negara yang terkenal dengan perancang terbaik mereka.


Namun sayang di acara amal tersebut ia melihat agensi itu tidak menyebutkan hasil karyanya namun ia justru melihat perancang lain yang tidak lain adalah nyonya Elbarano sendiri mengaku bahwa gaun yang di pakai oleh model adalah hasil karyanya.

__ADS_1


Sontak saja wajah Marsha begitu merah padam menahan geram karena karyanya di sabotase oleh mereka dan ia tidak bisa mengklaim hasil rancangannya itu karena mereka sudah membayar mahal hasilnya tersebut walaupun tidak sepadan dengan apa yang didapatkan oleh agensi tersebut.


Walaupun begitu, ada yang menarik malam itu saat salah satu bangsawan Perancis nyonya Barca begitu tertarik dengan gaun yang dikenakan oleh Marsha.


Ia menghampiri Marsha yang sedang berdiri sendirian sambil meminum minuman non alkohol yang disiapkan oleh panitia acara karena tidak semua undangan yang datang adalah pencinta alkohol.


"Selamat malam nona!"


Sapa nyonya Barca begitu ramah pada Marsha.


"Apakah anda seorang desainer?" Tebak nyonya Barca secara spontan.


Marsha tersipu malu dengan penuh kerendahan hati ia menjawab pertanyaan nyonya Barca.


"Saya masih amatir dan sedang mencoba peruntungan di dunia desainer." Ucap Marsha.


"Dengan gaun seindah yang anda pakai saat ini, saya rasa seorang amatir seperti anda bisa disejajarkan dengan model hebat di negara ini. Saya terkesan dengan gaun anda dengan corak yang anda tambahkan memiliki kesan mewah dan terlihat glamor."


Timpal nyonya Barca dengan melontarkan pujian yang santun untuk apreasiasi atas gaun hasil rancangan Marsha sendiri.


Melihat pemandangan yang tak lazim, tuan Elbarano begitu murka karena perhatian seorang permaisuri Perancis malah lebih kepada Marsha daripada istrinya.


"Selamat malam yang mulia!"


sapa tuan Elbarano membuat wajah nyonya Barca tidak begitu suka.


"Malam! "


"Apakah anda tidak ingin melihat para model kami yang sudah memakai rancangan istri saya nyonya Barca?"


"Oh, maksud kamu istrimu yang sedang menduplikat hasil karya orang lain menjadi hasil rancangannya?"

__ADS_1


Sindir nyonya Barca tersenyum kecut.


__ADS_2