PETAKA PERSELINGKUHAN

PETAKA PERSELINGKUHAN
22. Cinta Tak Selamanya Memiliki


__ADS_3

Masa Iddah Marsha sudah selesai. Itu berarti ia sudah resmi menjadi janda yang merdeka dan siap di lamar oleh lelaki yang disukainya.


Hubungan Marsha dan tuan Excel nampak berjalan dengan baik. Perasaan keduanya sudah menyatu dan siap membangun rumah tangga.


Apa lagi putranya Al sangat mendukung hubungan maminya dengan tuan Excel yang dinilainya sangat baik.


Walaupun hubungan itu belum sampai ke jenjang pernikahan, namun komunikasi diantara keduanya berjalan dengan baik.


Saat ini, tuan Excel sedang melakukan perjalanan bisnis ke Geneva. Marsha yang sudah membuka lagi butiknya, nampak sibuk dengan para pelanggannya.


Walaupun begitu ia juga masih bekerjasama dengan nyoya Barca yang sudah banyak membantunya memperkenalkan karyanya di manca negara.


Marsha tidak lagi memakai karyawan yang dulu pernah bekerja dengannya. Ia memang merekrut karyawan baru dan memiliki kompetensi di bidangnya. Marsha tidak melakukan pekerjaannya itu sendiri. Ia juga dibantu oleh asisten Hugo.


Tuan Excel ingin memastikan apapun yang dibutuhkan Marsha semuanya harus berjalan sesuai rencana calon istrinya itu. Alhasil, dalam waktu satu bulan, butik Marsha mulai ramai dengan para pengunjung.


Berkat pendekatan yang baik dengan masyarakat melalui media membuat butiknya mampu bangkit dari situasi yang tidak berpihak padanya saat kebangkrutan almarhum suaminya.


Saat mengetahui kalau tuan Excel sedang ke luar negeri, Cal nekat menemui Marsha di butik miliknya.


Marsha yang tidak tahu kedatangan Cal membuat ia tersentak saat melihat Cal dengan mudahnya menemui dirinya di ruang kerjanya.


Marsha begitu murka melihat bagian keamanan dan sekertarisnya Tari tidak mencegah orang yang menemuinya dengan suatu urusan pribadi.


"Mau apa kamu kemari? Kau datang ke sini seperti maling." Ucap Marsha sinis.


"Orang sepertiku tidak begitu sulit untuk bertemu dengan wanita cantik lagi sibuk sepertimu." Goda Cal namun tidak sedikitpun Marsha tersentuh.


"Kalau tidak mau menyampaikan kepentingan mu, aku akan meminta satpam untuk menyeret mu keluar dari ruang kerjaku." Ucap Marsha serius.


"Baiklah aku serius kali ini."


"Ya, sekarang katakan!"


"Aku melamarmu untuk menjadi istriku. Maukah kamu menikah denganku?"


"Lihatlah cincin ini! Aku sudah bertunangan dengan Excel. Sebentar lagi kami akan menikah." Ucap Marsha.


"Kamu masih calon istrinya, bukan istrinya, jadi kenapa aku harus takut."


"Kalau begitu, aku yang keberatan kalau kamu ada di sini dan menganggu pekerjaanku. Aku akan menghubungi anak buah suamiku untuk menyeret kamu dari sini!" Marsha mengambil ponselnya dan menghubungi bodyguard nya.


"Lin..!"


"Iya nyonya...!"


"Bisa kamu ke ruang kerjaku?"

__ADS_1


"Siap nyonya..m!"


"Tidak lama kemudian, pengawal Lin sudah masuk ke ruang kerja Marsha.


Seorang lelaki bertubuh tinggi besar dengan tato naga di lehernya menghampiri Cal yang tersentak.


"Tunggu...!.Aku datang untuk memesan baju pada nyonya Marsha, ...-"


Marsha memberi isyarat kepada pengawalnya untuk mengeluarkan Cal dari ruang kerjanya.


"Marsha! Aku mencintaimu sayang. Aku ingin kita memperbaiki hubungan kita. hanya aku yang bisa membahagiakan dirimu..Aku tahu kamu lebih mencintaiku dari pada tuan Excel." Ucap Cal.


Marsha sedikitpun tidak peduli dengan ucapan Cal. Hatinya benar-benar mati untuk laki-laki ini.


Dreetttt..


Panggilan telepon berdering dari tuan Excel yang sangat merindukan wanitanya ini.


Marsha langsung menerima panggilan itu dengan tersenyum.


"Kamu lagi apa sayang..?"


"Merindukanmu." Ucap Marsha.


"Berarti kita sehati, sejiwa. Aku saat ini sangat merindukanmu." Ucap tuan Excel dengan suara tawanya yang renyah.


"Cepatlah pulang! Atau kamu mau butik aku ini penuh dengan buket bunga dari pengagum ku?" Ucap Marsha sedikit mengancam.


"Cih..! Kamu selalu menggodaku."


Ucap Marsha di susul tawanya yang membuat tuan Excel makin tergila-gila kepada wanitanya.


"Aku akan pulang malam ini. Dua hari lagi kita menikah. Persiapkan dirimu, sayang."


"Itu sudah pasti, tapi kita pasti tidak boleh bertemu sampai kita menikah."


"Itu yang membuat aku tidak suka. Sudah sepekan aku di luar negeri, tapi aku pulang tidak bisa bertemu kekasihku."


"Biar rindunya makin menggebu. Dengan begitu malam pengantinnya lebih hot." Canda Marsha.


"Sayang ..!"


"Hmm!"


"Apakah kamu sedang menggodaku...?"


"Tidak ..! Aku hanya mengingatkan saja.

__ADS_1


"Tapi junior ku jadi ikut mendengarkan mu."


"Kenapa dua lebih genit dari pada pemiliknya?" Ucap Marsha dengan suara berdecih.


"Baiklah. Tunggu dua hari lagi dan tolong jangan ke mana-mana selama aku tidak bersama denganmu."


"Ok sayang...! Jangan membuat aku menunggu. Atau aku akan diambil orang."


"Aku akan membunuh mereka. Kamu milikku." Ucap Excel.


Lalu sambungan telepon itupun berakhir. Marsha merasa hidupnya kembali berarti. Ia merasa tidak akan pernah menderita lagi karena ia yakin Excel memiliki perhatian yang lebih besar daripada mendiang suaminya.


...---------------- ...


Pernikahan Marsha berlangsung di kediaman Excel. Selama ini Marsha belum pernah ke mansion milik Excel karena begitu segan mendatangi kediaman calon suaminya Kalau bekuk resmi menjadi istri dari Excel.


Pernikahan itu digelar sederhana karena saat ini keduanya berstatus duda dan janda.


Walaupun putri dari Excel sudah meninggal dunia, namun hadirnya calon putra sambungnya membuat ia sangat merasa seorang ayah dengan teman barunya Al.


Keduanya sudah duduk di depan penghulu di mana ijab qobul akan berkumandang sebentar lagi.


Tamu undangan yang terbatas di mana lebih banyak keluarga besar Excel daripada Marsha yang hanya karyawannya saja.


Marsha terlihat sangat cantik dengan kebayanya. sementara Excel dengan tuksedo nya.


Putranya Marsha Al juga memakai tuksedo yang sama dengan ayah sambungnya.


Tuan Excel mengucapkan ijab qobul dengan satu tarikan nafas yang langsung disambut kata sah oleh kedua saksi dari pihak mereka masing-masing.


"Sayang...!Aku sudah sah menjadi suamimu." Bisik Excel membuat Marsha tidak mengerti.


"Tanpa kamu mengatakannya, semua orang disini sudah tahu kamu sudah sah menjadi suamiku."


"Itu berarti persiapkan tubuhmu karena aku tidak sabar lagi untuk membawamu ke ranjang ku."


"Tapi kita akan bulan madu ke Itali sayang."


"Aku ingin perkenalan dulu dengan teman baruku setelah itu mereka akan akrab satu sama lain." Ucap tuan Excel ambigu.


"Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan. Ayolah kita makan dulu. Aku sangat ngiler melihat makanan di sana." Ucap Marsha yang langsung melangkah menuju tempat prasmanan.


Al menarik tangan ibunya. Entah mengapa sang putra tiba-tiba menangis.


"Sayang...! Kenapa kamu menangis?"


"Al sangat kesepian nantinya kalau mami bulan madu dengan Daddy." Rengek Al.

__ADS_1


"Tenang saja sayang! Ada om Hugo yang akan ajak kamu main! " Ucap Hugo yang sudah berada di samping Al.


"Al..! Ini rumah Daddy dan Daddy harap kamu betah tinggal di sini. Hugo antarkan putraku ke kamarnya!" Titah Excel.


__ADS_2