
Kehidupan Marsha dan putranya Al terus berlanjut. Walaupun Marsha harus bolak-balik ke rumah sakit untuk menemui suaminya yang masih terbaring koma di ruang ICU.
Usai menjenguk suaminya, Marsha berbicara dengan dokter Hambali sebentar, lalu ia turun lagi ke lantai satu dengan menggunakan lift.
Tanpa ia sadari ia harus bertemu dengan Cal sedang yang sedang duduk di kursi roda yang di dorong oleh istrinya. Keduanya sama-sama tersentak lalu Marsha mengendalikan perasaannya dan berusaha menegur Cal.
"Tuan Cal!"
"Nyonya Marsha!"
"Sayang! Ini nyonya Marsha ibu dari teman sekolahnya Jihan yaitu Al."
Ucap Cal memperkenalkan istrinya Farah pada Marsha.
Keduanya bersalaman sambil menyebutkan nama mereka masing-masing dengan sikap canggung.
Pintu lift terbuka dan mereka keluar bersamaan. Maaf tuan Cal, nyonya Farah, saya duluan."
ucap Marsha segera menuju tempat parkir untuk mengambil mobilnya.
Rupanya Farah mengikuti langkah kaki Marsha yang sudah hampir mendekati mobilnya.
"Tunggu nyonya Marsha!"
Panggil Farah membuat Marsha menghentikan langkahnya.
Tanpa mengatakan apapun, Farah tiba-tiba menampar pipi Marsha begitu keras hingga Marsha terkesiap.
Plakkkkk...
Wajah Marsha seketika kaget dan juga syok mendapatkan serangan mendadak dari Farah.
"Apa masalahmu nyonya..?"
"Rupanya kamu yang selama ini adalah pelakor yang sudah diam-diam selingkuh dengan suamiku. Kau tidak bisa menyangkalnya bukan? karena selama ini aku telah mengetahui perselingkuhan kau dan suamiku.
Kau yang telah berani datang ke perusahaan suamiku dan menghabiskan waktu yang cukup lama di ruang kerjanya kalau bukan untuk bercinta. Apa kamu perlu bukti, hah?"
Sarkas Farah membuat Marsha tidak bisa berkutik dengan hanya menunduk wajahnya sambil melindungi wajahnya dengan rambutnya.
"Dasar pelacur..! Pantas saja perusahaan suamimu bangkrut dan berakhir sakarat di rumah sakit karena memiliki istri ******* seperti dirimu. Cuihh..!"
Umpat Farah sambil meludahi wajah Marsha.
__ADS_1
Marsha mengusap wajahnya dengan cepat ia balik menampar pipi Farah.
"Pikirkan dirimu sendiri kenapa suamimu selingkuh dengan ku, apakah kamu tidak introspeksi dirimu? apakah kamu sudah memberikan servis terbaik untuk suamimu itu? Lihatlah dirimu, kau seorang istri Milioner tapi orang yang tidak mengenalmu akan mengira kamu itu adalah pelayannya tuan Cal. Atau kamu memang mantan pembantunya tuan Cal?"
Ucap Marsha dengan kata -kata menohok.
Alih-alih ingin mempermalukan Marsha , justru Farah merasa dipermalukan lagi oleh Marsha.
"Pikirkan dirimu sendiri sebelum menyalahkan wanita lain yang bisa memuaskan suamimu."
Ucap Marsha yang tidak lagi memikirkan martabatnya saat ini.
"Hei kalian! Apakah kalian adalah manusia yang paling suci di muka bumi ini, hah? Hari ini kalian ingin mempermalukan orang lain dengan ponsel keparat kalian, tapi, apakah kalian tidak berpikir kalau suatu saat nanti Allah akan mempermalukan diri kalian karena kita ini sama, sama-sama manusia.
Jika tidak terjadi pada kalian mungkin anak kalian atau saudara kalian dan juga keturunan kalian, semua manusia akan di uji." Umpat Marsha sinis pada orang-orang yang menonton pertengkaran mereka.
Orang-orang yang ada di sekitar parkir menyaksikan adegan itu seperti orang yang sedang syuting film.
Mereka juga merekam adegan itu tanpa ada perasaan prihatin karena jaman sudah menuntut orang untuk menyebarkan aib orang lain demi mendobrak subscribe yang banyak di channel YouTube dadakan.
Marsha membuka pintu mobilnya dan langsung keluar dari tempat parkir.
Ia menangis sepanjang jalan merasa sangat syok dengan perlakuan istri kekasih gelapnya itu.
"Tugasmu mengendalikan media dan konten YouTube milik siapa saja yang berani menayangkan rekaman adegan memalukan itu."
Titah tuan Excel pada asistennya Hugo.
"Baik Tuan! Tapi kenapa anda tidak mau menemui nona Marsha sendiri tuan?"
"Karena dia masih milik orang lain. Tapi aku masih memujanya."
"Bukankah dia wanita yang tidak baik untuk Tuan. Dia berani selingkuh dari suaminya dan tuan masih mau mencintainya?"
"Itulah cinta Hugo! Cinta itu tidak punya mata. Maka orang mengatakan cinta itu buta. Jika ia punya mata, orang tidak akan merana di dunia ini karena cinta.
Bahkan orang bisa bahagia karena cinta buta itu sendiri. Dan aku tidak perlu menggunakan nalar ku untuk menjatuhkan pilihanku pada wanita yang aku sukai.
Karena hatiku yang lebih menginginkannya daripada logika ku yang mengurai kepribadian buruknya."
"Tapi Tuan! Apakah anda tidak takut menyesal suatu saat nanti menjatuhkan pilihan pada wanita yang salah?"
"Aku lebih menyesal lagi jika aku tidak mendapatkan dirinya suatu saat nanti."
__ADS_1
Sarkas Tuan Excel pada asistennya yang sok ngatur itu.
"Baiklah Tuan! Aku hanya sekedar mengingatkan tuan tentang wanita itu. Tapi kalau tuan bersikeras memilih dia menjadi kekasihnya Tuan, itu kembali lagi pada pribadi tuan."
.
"Selama ini tidak ada wanita yang mampu menyentuh hatiku setelah kematian Istriku. Tapi hanya Marsha yang bisa membuat aku merasakan kembali hidupku berarti dan menghidupkan cintaku yang telah mati bersama raga istriku.
Satu nasehat untukmu Hugo. Jangan mudah menjudge hidup orang lain karena kita tidak tahu apa yang sudah ia lalui. Cukup Tuhan dan malaikatnya saja yang akan menetapkan dosa hambaNya.
Dengan begitu kita tidak perlu ikut campur urusan hidup orang lain. Mungkin kita merasa paling benar, tapi pada akhirnya neraka lah tempat kita kembali. Begitu pula sebaliknya orang yang pernah kita hina seperti sampah justru Tuhan menempatkan dia di surga."
"Kenapa malah orang jahat di tempatkan di surga dan sebaiknya orang baik tempatnya di neraka?"
"Karena dosa lisanmu yang menghapuskan seluruh amal baikmu karena kamu terlalu mudah menganggap orang lain lebih hina darimu."
"Terus kenapa orang jahat malah di surga?"
"Karena kita tidak tahu di akhir hidupnya ia terus menangis menyesali dosanya dan mengharapkan ampunan dari Tuhannya di setiap sholatnya.
Dan sholat tobatnya itu yang membuat dosanya di ampuni Allah. Dan air mata penyesalannya para pendosa akan membawanya ke surga."
Tukas tuan Excel dengan bijak.
"Baik Tuan. Aku mengerti sekarang. Mulai sekarang aku akan lebih menjaga tutur kataku." Ucap Hugo.
Dalam hitungan menit, konten YouTube milik orang-orang yang sengaja meng-upload drama kehidupan Marsha dan Farah akhirnya tidak bisa di tayangkan.
"Sialan! Kenapa tidak bisa muncul adegan dramatis itu? Apakah dua wanita itu adalah orang berpengaruh?"
Ucap diantara pemilik Chanel YouTube gosip itu.
Ada beberapa yang menawarkan ke media elektronik lainnya namun berita mereka di tolak karena Marsha dan Farah bukanlah artis dan nilai jual mereka kurang mendobrak ranting acara mereka dengan banyaknya iklan.
Setibanya di apartemen miliknya, Marsha menangis sejadi jadinya di kamarnya karena merasa sangat sakit dan kesal telah dipermalukan oleh istrinya Cal.
Begitu pula Cal dan istrinya yang akhirnya bertengkar hebat di rumah mereka padahal Cal baru saja pulang dari rumah sakit.
"Harusnya tadi kamu meminta kekasih gelap mu itu untuk mengurusi mu selama kamu di rawat di RS, kenapa harus aku? Bukan selama ini kalian sering bersenang-senang? giliran sakit nyusahin istri." Sindir Farah sinis.
"Kenapa kamu mempermalukan dirimu sendiri di hadapan orang lain hanya untuk menghina Marsha?
Harusnya orang yang kau salahkan itu adalah aku bukan dia. Kalau aku tidak merayunya ia belum tentu mau denganku."
__ADS_1
Sergah Cal menyumpal istrinya dengan kata-kata menyakitkan.