PETAKA PERSELINGKUHAN

PETAKA PERSELINGKUHAN
24. Cinta Luar Biasa


__ADS_3

Tiga bulan pernikahan Marsha dan Excel cukup sulit untuk bisa seiya, sekata. Kalau tidak menurun ego satu sama lain, pernikahan ini bisa bubar kembali.


Bagi Marsha, ia sudah menemukan pria yang bisa menjadi teman penghangat ranjangnya yaitu Excel.


Bagi Excel, ia telah menemukan kembali kasih sayang dan perhatian yang besar dari seorang istri yang pernah hilang dalam hidupnya adalah Marsha.


"Cinta ini memang luar biasa. Apakah kita akan terus-menerus berseteru pada setiap hal-hal yang kecil sayang..?"


Tanya Marsha saat memacu tubuhnya di atas tubuh sang suami yang sedang merasakan permainan yang sangat memabukkan dirinya dari seorang Marsha.


"Itu tidak akan terjadi kalau kamu sedikit mengalah dan mau mendengarkan aku sayang." Kata Excel sambil membantu Marsha dengan memegang kedua paha gadis itu untuk terus menyenangkan miliknya yang hampir mau meledak di rahim istrinya.


Tubuh Marsha sudah mulai menggigil karena rasa geli yang memberikan kenikmatan di bagian int*mnya mulai menapaki puncaknya.


"Baby...Ssssttt..! Kenapa aku tidak ingin berhenti..Kamu sangat nikmat sayang. Aku sangat mencintaimu milikmu. Kamu sangat luar biasa, Marsha." Ucap Excel.


"Apakah kamu ingin kita melepaskannya bersama?" Tanya Marsha dengan suara menden$ah nikmat.


"Ok...! Itu lebih baik sayang.. biar baby cepat hadir dalam kehidupan kita." Pinta Excel lalu memekik dengan menahan paha Marsha agar berhenti bergoyang.


"Huff...You are crazy honey."


Excel menarik tubuh Marsha lalu memeluk dengan kencang dan ia asyik memacu tubuh Marsha dari bawah sambil menggigit pundak Marsha untuk memberikan lebel kepemilikannya di sana.


Marsha meresapi setiap desakan kenikmatan yang tidak pernah habisnya membuat ia betah untuk berlama-lama bercinta dengan suaminya.


"Apakah kamu tidak bosan sayang?" Tanya Marsha ditengah permainan mereka.


"Tidak sayang...! Kau terlalu nikmat untuk ku lepaskan. Semakin aku ingin mengakhirinya, semakin aku terus merasakan milikku kembali hidup." Sahut Excel.


"Kita sudah hampir dua jam bercinta sayang." Ucap Marsha.


"Apakah kamu lelah, hmm?"


"Tidak .. ini sangat enak. Aku akan menyerah kalau kamu yang berhenti duluan, sayang." Ucap Marsha sambil mengerang.


Keduanya terus berlomba untuk mendapatkan lagi titik kenikmatan yang kembali datang menyerang milik mereka hingga melepaskan cairan kenikmatan mereka untuk kesekian kalinya.


Excel merenggangkan pelukannya untuk mendapatkan udara. Keduanya saling melepaskan kelelahan dengan nafas tersengal.


Walaupun sudah berada di rumah sendiri, percintaan panas mereka lebih dari pengantin baru.


Marsha yang terlihat sangat dendam karena masa pernikahannya tidak mendapatkan kepuasan seperti ini, apalagi durasi percintaannya dengan mendiang suami sangat singkat dan membosankan.


Sementara bersama Excel, ia bisa mengeksplorasi permainannya dalam berbagai gaya yang diinginkannya dan itulah yang membuat Excel tidak berhenti memujinya.


"Baby...!"


"Hmm...!"


"Kamu lapar...?"

__ADS_1


"Aku sudah kenyang."


"Kenyang apanya? Tenaga kita hampir terkuras dalam permainan panas kita." Timpal Excel.


"Kenyang dengan sosis dan mayones milikmu."


Ucap Marsha sambil mengisap satu jarinya dengan ekspresi wajah menggoda.


Excel tersenyum sambil menyatukan giginya dengan gemas melihat tingkah istrinya betul-betul seperti gadis penggoda.


"Sayang...!"


"Hmm...!"


"Aku sangat menyesal...!" Ucap Excel sengaja menjeda ucapannya.


"Menyesap apa sayang..?"


"Karena terlambat bertemu denganmu dan menikahimu."


"Kenapa berkata seperti itu?"


"Hampir sembilan puluh sembilan persen, kau adalah wanita dalam imajinasi ku.


Sebelum menikah dengan mendiang istriku aku selalu berkhayal memiliki istri yang bisa memuaskan aku di atas ranjang dengan penuh godaan.


Dan aku baru temukan padamu setelah usiaku hampir masuk setengah abad."


"Benar sayang. Justru kalau kita tidak punya pengalaman kehidupan, kita mungkin tidak tahu bagaimana cara untuk belajar menjadi yang terbaik." Jawab Excel.


Marsha meminta suaminya untuk mandi bareng dan itu menjadi hobi baru Excel yang senang dengan itu.


"Sayang...!"


"Hmm..!"


"Tolong mandiin..!"


"Dengan senang hati sayang." Ucap tuan Excel lalu menggendong Marsha membawanya ke kamar mandi.


...----------------...


Memasuki usia enam bulan pernikahan, Marsha mulai menerima banyak pemintaan dari pelanggannya yang mulai menaruh kepercayaan mereka pada Marsha dalam membuat rancangan gaun pengantin mereka sesuai tema yang mereka usung. Salah satu pelanggannya adalah kalangan artis.


Kesuksesan tidak terlepas dari peran Excel yang meminta nyonya Barca yang merupakan permaisuri kerajaan Prancis untuk mempromosikan rancangan desainer setiap gaun milik Marsha.


"Nona Marsha...!" Sapa sekertarisnya Keysa.


"Ada apa Keysa..?"


"Ada artis Hollywood yang sedang memesan gaun anda untuk penampilannya dalam konser tunggalnya tiga bulan lagi yang akan tampil di gelora bung Karno.

__ADS_1


"Bukankah mereka punya perancang khusus di negaranya, kenapa tiba-tiba meminta kita membuat gaun untuknya?"


"Karena konsernya di Jakarta, jadi dia ingin memakai sesuatu yang khas daerah Indonesia yang akan memperkenalkan pada dunia barat melalui rancangan anda pada gaunnya nanti." Ucap Keysa.


"Baiklah Keysa. Aku akan aku pikirkan konsep lagunya dengan karakter bangsa kita yang saat ini lebih dominan tampil mendunia dari daerah mana." ucap Marsha..


"Terimakasih nona Marsha. s


Saya yakin kalau kita bisa memberikan kontribusi yang memuaskan dalam konsernya Lady Rosell." Ucap Keysa semangat.


Dreetttt....


Marsha melihat panggilan video pada ponselnya yang ternyata sang suami.


Marsha menghentikan aktivitasnya dan menerima panggilan itu.


"Sayang...!"


"Iya sayang...!"


"Aku mau kita makan siang bersama." Pinta Excel.


"Baiklah. Aku tunggu kamu di sini."


"Aku sudah dekat di sini."


"Di mana..?"


"Di belakangmu....!"


Marsha membalikkan tubuhnya sambil menatap wajah suaminya di ponselnya, yang memang sudah ada di belakangnya. Ia langsung menghamburkan tubuhnya dalam pelukan sang suami yang langsung mengecup bibirnya.


"Kenapa sudah sampai di sini baru di telepon?"


"Karena aku tidak mau menerima penolakan dengan alasan apapun darimu." Ucap Excel.


"Saya tidak akan menolak makan siang bersama kamu sayang."


"Aku nggak percaya dengan kesibukan kamu yang bejibun itu."


"Iya sih..! Tapi demi pangeran suami, rasanya aku tidak usah memberikan alasan untuk menolak karena pria ini selalu memaksaku." Ucap Excel.


Keduanya memutuskan untuk makan siang di restoran terdekat. Baru saja Marsha melangkah ke luar dari ruang kerjanya, tiba-tiba ibu dari Al ini langsung ambruk membuat tuan Excel spontan menangkap tubuhnya.


"Marsha..!" Pekik Excel lalu membawa masuk lagi istrinya ke dalam ruang kerjanya dan membaringkan Marsha di sofa.


Sekertarisnya Keysa segera menghubungi dokter. Tidak lama kemudian dokter datang dan meminta ijin pada Excel untuk memeriksa keadaan istrinya.


"Apa yang terjadi dokter? Kenapa istri saya tiba-tiba pingsan padahal sebelumnya dia baik-baik saja?" Tanya Excel penasaran dengan wajah terlihat cemas.


"Saat ini, istri anda sedang hamil."

__ADS_1


"What...?"


__ADS_2