PETAKA PERSELINGKUHAN

PETAKA PERSELINGKUHAN
28. Semakin Mesra


__ADS_3

Excel sibuk mengurus bayi kembarnya ketika sudah berusia enam bulan. Bersama putranya Al keduanya mengajak si kembar jalan-jalan mengunjungi Mall bersama si cantik jelita Marsha.


Excel menggendong baby Fatih dan Marsha menggendong baby FAIHA.


Keduanya sibuk memilih kebutuhan si kembar karena pertumbuhan mereka yang sangat cepat membuat baju-baju mereka mulai sempit.


Sementara putranya Al mengunjungi toko buku karena Al juga suka baca buku-buku pelajaran dari penerbit yang berbeda.


Mereka berjanji bertemu di restoran yang menyajikan daging stik yang sudah menjadi langganan keluarga itu.


Di dalam konter baju itu, Excel dan Marsha terpisah karena keduanya bergantian mencari kebutuhan mereka masing-masing. Sementara si kembar mulai terlelap dalam gendongan mereka.


Marsha yang sudah minta ijin mengunjungi konter tas branded, tidak sengaja berpapasan dengan Farah, mantan istri dari Cal.


"Akhirnya kita ketemu juga. Aku dengar kamu sudah menikah dengan pengusaha tajir.


Aku kira kamu hanya pintar merebut suami orang, ternyata kamu juga pintar merayu duda hebat seperti tuan Excel." Sarkas Farah membuat Marsha terlihat tenang dan tidak terpancing ucapan Farah yang terus merendahkannya.


Marsha melanjutkan langkahnya mencoba menghindari perdebatan karena sedang berada di tempat umum.


"Sudah puas sekarang menghancurkan keluargaku kini kamu bisa menghasilkan anak dari duda itu. Apakah tuan Excel menikahi karena kamu sudah di hamili olehnya?" Lanjut Farah seakan belum puas merendahkan Marsha.


Marsha tetap melangkah walaupun Farah terus mengekornya dari belakang. Tidak lama ia berteriak sekeras mungkin untuk memancing orang lain agar bisa mempermalukan Marsha lebih jauh lagi.


Baru saja mau mangap, dua satpam menyeret tubuhnya dan di amankan ke pos satpam yang ada di Mall itu.


"Maaf nyonya! Anda kami tahan karena menganggu ketertiban umum. Polisi sudah datang untuk menjemput anda.


Anda akan di dituntut dengan pasal pasal berlapis yaitu perbuatan yang tidak menyenangkan." Ucap satpam itu membuat Farah memucat.


"Tidak ..aku tidak membuat kesalahan seperti yang kalian tuduhkan. Ini hanya urusan pribadi antara saya dan nyonya itu." Ucap Farah berdalih.


"Anda akan tetap kami proses atas laporan tuan Excel karena mempermalukan istrinya di depan umum." Lanjut satpam itu lagi.


"Tidak ..! Tolong jangan lakukan itu kepada saya. Saya melakukan itu karena istrinya pernah menjadi pelakor hingga nasib saya berakhir menjadi janda." Ucap Farah membela diri.


"Itu urusan pribadi anda. Kami hanya menjalankan tugas." Ucap satpam membungkam mulut Farah yang terus memohon untuk dilepaskan.

__ADS_1


Sementara Marsha mengusap air matanya dengan perasaan yang begitu hancur. Ia begitu malu karena sempat menjadi tontonan orang-orang.


Lagi-lagi tuan Excel seperti biasa bermain halus untuk membalas sakit hati istrinya yang telah di lakukan oleh Farah.


Selanjutnya tugas Hugo mengamankan ponsel para pengunjung yang mencoba merekam aksi Farah.


"Sayang....!" Panggil Excel pura-pura tidak tahu menahu apa yang terjadi pada istrinya.


Ia ingin Marsha jujur padanya tanpa ia harus mencari tahu dengan mengintrogasi istrinya.


Marsha mengusap lagi air matanya lalu membalikkan tubuhnya melihat kedatangan suaminya. Ia lalu tersenyum manis dengan dada yang masih berdegup kencang karena menahan geram.


Kalau bisa ia ingin menjambak rambut Farah dan mematahkan leher wanita bermulut besar itu.


Namun ia sadar diri karena sudah menggoda suami orang lain untuk memuaskan birahinya yang terpendam.


"Kamu sudah mendapatkan barang-barang yang kamu suka?" Tanya Excel.


"Tidak ada yang cocok untukku. Nanti saja kalau ada lagi yang baru. Kebanyakan modelnya sudah pasaran dan aku nggak suka sama dengan orang lain." Ucap Marsha bohong.


"Sebaiknya kita langsung pulang saja Cell. Aku agak kelelahan dan sanggup berdiri lama."


Ucap Marsha karena dengkulnya masih gemetar.


Excel menghubungi Al untuk segera pulang dan pemuda tanggung itu tidak pernah protes.


Setibanya di mansion, Marsha membaringkan bayinya di boks tempat tidur baby kembarnya begitu juga Excel.


Marsha masuk ke kamar mandi untuk untuk merendamkan tubuhnya sambil mengenang lagi wajah' Farah yang tega menghinanya.


Marsha menangis sejadi-jadinya di dalam kamar mandi. Ia merasa sangat menyesal dengan perbuatan masalalunya. Sekuat apapun dia berusaha untuk melupakannya, luka masa lalu itu terus menyiksanya.


Bagaimana ia tidak merasa tersiksa, kalau Cal hanya memanfaatkan perasaan labilnya dan juga kebutuhan biologisnya dan akhirnya dia masuk dalam jebakan laki-laki itu hanya menikmati tubuhnya.


Tidak ada yang dua dapatkan dari hubungan itu selain penghinaan. Cinta semu yang ditawarkan Cal hanya sebuah luka yang dibangun dalam noktah perkawinan yang sudah ternoda dengan pengkhianatan.


Excel mengetuk pintu kamar mandi itu karena sudah satu jam Marsha masih berada di dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Marsha ... Marsha...sayang...!" Panggil Excel mencoba memutar knop pintu.


Rupanya Marsha tertidur pulas di dalam bathtub dengan air yang sudah penuh hampir menenggelamkan tubuhnya.


"Marsha.....!" Pekik Excel seraya mencabut penutup bathtub untuk membuang air yang sudah terlalu penuh.


Marsha membuka matanya dan melihat Excel berusaha menarik tubuhnya.


"Apa yang kamu lakukan Baby...? Kamu hampir mati tenggelam dalam bak ini...!" Bentak Excel.


Marsha keluar dari kamar mandi sambil memakai jubah mandinya. Wajahnya masih terlihat murung dan sembab membuat suaminya langsung memeluknya dan membawa Marsha ke kasur.


"Sayang ..! Apa yang terjadi kepadamu?" Tanya Excel.


"Excel.....! Kenapa kamu mau menikahi perempuan kotor sepertiku...? Aku sangat terhina saat masih menjadi istri dari mendiang suami pertamaku.


Aku seorang pelakor hingga membuat rumahtangga wanita lain hancur karena diriku. Aku tukang selingkuh. Aku murahan...aku tidak lebih dari pelacur."


Ucap Marsha kalap membuat Excel merasa sangat sesak.


"Kamu kira aku tidak tahu semua itu ..sayang? Aku tahu semua tentangmu, tapi dengan aku tahu semua tentangmu, aku akan mundur begitu saja dan melepaskan wanita impianku?" Tanya Excel terlihat sedih..


"Aku kotor Excel. Aku tidak bisa menjadi istri yang baik." Ucap Marsha.


"Aku tidak mempermasalahkan itu semua Marsha. Kamu punya alasan untuk melakukan itu dan itu hal yang wajar.


Setiap manusia pernah melakukan kesalahan bahkan melampaui batas tapi, apakah aku pantas menghukum atas kebodohanmu itu?" Tanya Excel.


"Tapi reputasi kamu akan hancur jika semua orang tahu kalau aku adalah istri kamu Cell."


"Aku yang akan memulihkan nama baikmu. Tidak ada yang boleh menghina istri seorang Excel Alexander." Ucap Excel penuh penekanan pada kalimatnya.


"Maafkan aku Excel. Aku sangat sedih saat ini." Ucap Marsha namun Excel tidak menanggapinya.


Ia malah membuka jubah mandi istrinya dan mulai memagut bibir lembut Marsha sambil menjelajahi tangannya di sela sempit yang menawarkan sejuta nikmat dibawah sana.


Inilah bentuk hiburan terbaik dari Excel untuk menghentikan keluhan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2