
Pergelaran fashion show untuk ketiga kalinya selama di buka kembali butik milik Marsha.
Pergelaran ini bukan hanya di hadiri oleh kalangan pengusaha dan pejabat lokal, namun juga para undangan yang hadir dari belahan dunia turut meramaikan suasana malam hari ini dengan penuh nuansa glamor yang bertema pakaianmu adalah aura cantikmu.
Fashion show ini melibatkan model tanah air dan juga model kelas dunia dari luar negeri yang sudah memiliki jam terbang tinggi.
Marsha juga tampil anggun saat pembukaan pergelaran itu di mulai.
Istri dari Excel ini menjadi sorotan dengan gaun indah yang merupakan hasil rancangannya sendiri yang tidak ia ijinkan model memakainya.
Excel tampak bangga dengan penampilan istrinya yang tetap cantik di usianya yang sudah memasuki tiga puluh lima tahun.
Usai memberikan sambutan dalam acara tersebut tersebut, Marsha menghampiri lagi suaminya yang sedang ngobrol dengan nyonya Barca.
"Terimakasih nyonya atas bantuan anda yang ikut mempromosikan karya saya dalam setiap Iven di luar negeri." Ucap Marsha dengan rendah hati.
"Kamu patut mendapatkan apresiasi dari dunia mode dengan karya-karya terbaikmu. Selama ini, orang selalu memanfaatkan karyamu demi mendobrak popularitas mereka." Ucap nyonya Barca.
"Tidak apa nyonya. Mereka bisa mengambil karya milik saya tapi mereka tidak bisa mengambil kekayaan yang tidak akan habis dalam imajinasi saya yang melahirkan karya-karya yang berkualitas." Ucap Marsha bijak.
"Inilah yang aku suka darimu. Kamu tidak mudah mengecam orang-orang yang mengkhianatimu. Tapi kamu punya cara sendiri untuk menghentikan langkah mereka memproklamirkan diri." Imbuh nyonya Barca.
"Saya hanya sedang mengumpulkan segerombolan serigala untuk mengincar mangsanya.
Saat gerombolan serigala itu sudah kenyang mereka akan berhenti menyalak lagi dan kembali lagi dalam gerombolan mereka menunggu mangsa selanjutnya."
Ucap Marsha menyindir beberapa tamu undangan yang merupakan perancang dunia yang pernah membeli karya-karya miliknya yang sudah meraup keuntungan berkali kali lipat dari penjualan busana yang mereka produksi.
Beberapa perancang itu, pura-pura tidak mendengar karena mereka sudah kehilangan pamor di kancah dunia.
Acara fashion show itu di ikuti oleh beberapa para pakar model dan juga para depertemen store dunia yang mau bekerjasama dengan Marsha.
Mereka sedang mengikuti acara tersebut secara virtual dan melalui tayangan langsung melalui YouTube mampu mendobrak ratusan juta view.
"Nona Marsha, kita bukan hanya mendapatkan banyak permintaan tapi kita sudah menebus ratusan juta view melalui tayangan secara langsung melalui YouTube." Ucap sekertarisnya Marsha.
"Bonus karyawan akan naik tiga kali lipat dari biasanya." Ucap Marsha membuat beberapa stafnya tersenyum puas.
__ADS_1
"Terimakasih nona Marsha. Kami akan lebih kerja keras lagi untuk menghasilkan rancangan terbaik untuk tahun-tahun akan datang dalam pergelaran fashion show di musim berikutnya." Ucap Weni.
Acara fashion berakhir dengan lancar dan juga memuaskan para tamu undangan.
Para panitia acara yang sibuk melayani beberapa tamu yang sibuk memesan beberapa gaun hasil rancangan dari butik Marsha .
Marsha dan suami sudah lebih dulu meninggalkan acara itu.
...----------------...
Beberapa bulan kemudian, Marsha mengajak keluarganya untuk berziarah ke makam pasangan mereka masing-masing.
Marsha ziarah ke makam istri pertamanya Excel dan putrinya itu. Keduanya menabur bunga dan membaca doa dengan khidmat.
Mungkin bagi Excel kehilangan istrinya sudah membuatnya bisa move on setelah bertemu dengan Marsha. Namun saat berada di atas pusara putrinya, Excel tidak kuat menahan kesedihannya.
Marsha dan Al membiarkan Excel mencurahkan perasaan sayangnya pada putri tercinta yang sudah lebih dulu meninggalkannya.
Marsha hanya bisa mengusap bahu suaminya agar Excel kuat menerima kematian putrinya.
Puas menangis di atas pusara putrinya, kini ketiganya beralih menuju pemakaman Abimanyu.
"Aku sudah merasa bahagia saat ini karena aku tidak kesepian lagi dan bukan wanita pecundang lagi.
Ada suamiku yang selalu mendukungku dam memenuhi semua kebutuhanku.
Ada putra kita Al yang selalu ada untukku saat aku jatuh dan terluka karena dunia masih mencibir diriku.
Ada suamiku pengganti dirimu, yang rela melakukan apapun untuk membahagiakan kami. Tuhan telah menggantikan kesedihan kami karena kehilanganmu dengan mengirim malaikat penolong untuk kami." Gumam Marsha membatin.
Ketiganya kembali lagi ke mobil dan meninggalkan pemakaman itu dengan perasaan lega.
Si kembar FAIHA DAN FATIH tidak ikut ke pemakaman karena masih terlalu kecil.
Tuan Excel mengajak keluarga kecilnya untuk berlibur ke Bali usai Marsha mengadakan pergelaran fashion show dari hasil rancangannya bersama dengan tim desainer yang ada di butiknya itu.
Sebenarnya Excel ingin mengajak keluarganya ke keluarga besarnya di Yunani, hanya saja suami dari Marsha ini tidak ingin lagi berhubungan dengan keluarganya usai istrinya meninggal dunia karena ada campur tangan dari keluarganya juga.
__ADS_1
"Sayang....! Nanti malam selepas sholat isya kita akan bertolak ke Bali karena Al saat ini sedang libur panjang." Ucap Excel.
"Benarkah ...? Kita akan liburan ke Bali Daddy?" Tanya Al untuk memastikan lagi kalau dia tidak salah dengar.
"Iya sayang. Nanti bukan hanya berkunjung ke Bali, tapi juga mengunjungi pulau Lombok, dan Labuhan bajo untuk melihat komodo." Ucap Excel.
"Apakah nanti aku boleh mandi di pantai dan berjemur seperti bule-bule sayang?" Goda Marsha.
"Kamu mau mandi dengan pakaian bikini?" Tanya Excel.
"Ya tentu saja mandinya dengan pakaian bikini lalu pakai apa...?" Tanya Marsha pura-pura protes.
"Apakah kamu jadi viral di media sosial sayang?"
"Bule-bule yang berjemur di sepanjang pantai Kutai tidak pernah viral sayang." Ucap Marsha.
"Jelas saja mereka tidak pernah viral karena dianggap biasa. Tapi kamu, dunia bisa jungkir balik karena kamu." Excel mulai tidak terima dengan ide gila istrinya.
"Ya sudah, kalau kamu tidak mengijinkannya sayang. Aku bisa mandi di kolam renang di resort. " Ucap Marsha.
"Itu juga khusus kamu sendiri dengan aku tidak boleh ada orang lain yang ikut renang." Timpal Excel.
"Terserah padamu sajalah...!" Sungut Marsha.
Sekitar pukul delapan malam, Keluarga itu sudah bersiap menuju bandara. FAIHA DAN FATIH yang sebentar lagi merayakan hari ulangtahun pertama mereka, hanya mengikuti kedua orangtuanya dan abangnya Al naik pesawat jet pribadi ayah Excel.
Di situ juga sudah ada Hugo sebagai teman Al, agar pemuda tanggung itu tidak merasa kesepian.
Karena terbang di malam hari, Keluarga itu menikmati makan malam mereka di atas pesawat sambil bercerita.
Sekitar pukul sepuluh malam pesawat itu baru mulai landing di bandara setempat. Excel membangunkan keluarganya karena pesawat mereka sudah tiba.
"Selamat datang di pulau Dewata Bali...! Nikmati liburan anda dan sampai jumpa lagi dengan saya pilot pesawat jet pribadi Abrar Bili Sanimar mengucapkan terimakasih sudah terbang bersama kami." Ucap Pilot Abrar.
Keluarga Excel sudah di jemput oleh pihak resort Bali milik tuan Excel.
.....
__ADS_1
TAMAT