Petualangan Hugo

Petualangan Hugo
EP10 Perang Desa Koturo


__ADS_3

Sore hari telah tiba, ini adalah momen menegangkan untuk warga dan pasukan Desa Koturo. Mereka semakin memfokuskan diri mereka untuk kejadian/keadaan yang sebentar lagi akan mereka liat dan saksikan.


Para pasukan keamanan Desa Koturo, sudah merancang sedemikian rupa untuk mempertahankan Desa mereka. Saat prajurit garda terdepan memberikan informasi, pastinya mereka akan siap untuk serangan tersebut.


*****


Namun di saat pasukan Reibaras akan tiba di Desa Koturo. Salah satu dari anggota pasukan Reibaras menangkap prajurit garda terdepan pasukan keamanan. Saat itu juga prajurit garda terdepan tertangkap basah dan langsung dibunuh.


Tubuh dari prajurit yang tertangkap basah langsung dibawa menuju jendral. Karena terdapat prajurit Desa Koturo, ini membuat jendral akan merubah strategi mereka.


Dari kejauhan raja Ranstak melihat bahwa misi mereka telah bocor. Ini memungkinkan Desa Koturo memiliki bala bantuan saat mereka menyerang Desa itu.


Karena hal itu raja Ranstak membanting benda yang ada di sekelilingnya. Dan merasa tidak mungkin misi ini bisa bocor ke publik.


Namun Jendral Sasado tetap melanjutkan misinya tersebut.


"Kalian ingin menantang ku yaaa."


"Pasukan. kita buat barisan. Tidak akan ada serangan kejutan melainkan kita akan berperang dengan mereka!" Seru jendral perang Reibaras.


"YyYYYAAAAAA...." Teriak pasukan Reibaras dengan rasa semangat yang tinggi.


Mereka pun berjalan santai sampai gerbang utama Desa Koturo terlihat. Mereka membentuk formasi supaya pasukan keamanan Desa Koturo terkena mentalnya.


*****


"Panglima. coba naik ke atas sini dan lihat apa yang terjadi... Mereka datang." Ucap salah satu pemanah Desa.


Panglima yang melihat pun sedikit merasa takut dengan barisan pasukan Reibaras yang jumlahnya sangat banyak. Namun, panglima tidak menyerah begitu saja, ia bakar semangat para pasukannya sebelum berperang.


"Ketakutan yang ada di dalam diri kalian, keluarkan sekarang. Saat ini bukanlah saat yang tepat untuk kita merasa takut."


"Pemanah genggam dengan kencang panah kalian. Tarik anak panah kalian ke arah pasukan Reibaras. Dan di saat itulah kita katakan.."


"SSEEERAANGGG !!!!!" Ucap Panglima agar membakar semangat para pasukannya.


Saat panah tertancap di tubuh pasukan Reibaras. Maka itu adalah awal dari perang Koturo dimulaii.


Pasukan Reibaras mulai berlari ke arah gerbang dan mereka mengincar pintu gerbangnya agar terbuka. Dengan sekuat tenaga mereka hancurkan gerbang Desa.


Disisi lain panglima Desa Koturo memerintahkan agar para pemanah terus menerus untuk memanah pasukan Reibaras. Mereka juga diperintahkan untuk mengganggu konsentrasi pendobrak gerbang.


"Kalian tahan gerbangnya sekuat mungkin. Jangan biarkan gerbang utama terbuka." Ucap panglima.

__ADS_1


Karena tertahan untuk mendobrak pintu gerbang utama. Jendral Sasado memerintahkan kepada pasukannya agar untuk membuat tangga dari pohon sekitar.


"Heeii kamu tebang beberapa pohon dan ambil batang kayunya kemudian kau buat itu menjadi tangga cepat..!" Suruh Jendral Sasado kepada pasukannya.


Saat tangga itu telah selesai dibuat. Pasukan Reibaras pun naik ke atas tembok dengan tangga itu. Bukan hanya satu melainkan puluhan tangga dadakan dibuat pasukan Reibaras.


Panglima yang mengetahui itu memerintahkan agar membagi dua kelompok. Kelompok bersenjata pedang naik ke atas untuk menghalau pasukan Reibaras yang memakai tangga.


"Tetap fokus kita akan segera menangkan ini.!!" Ucap panglima Desa.


Namun ada kelengahan yang terjadi di atas tembok. Hal itu mengakibatkan pasukan Reibaras dapat masuk ke dalam Desa.


"Mundurr...mundur. Kita mundur ke sesi pertahanan dua!!!" Teriak panglima Desa.


Panglima Desa memerintahkan pasukannya agar mundur menjauhi gerbang dan tembok. Karena gerbang sudah bisa ditembus oleh pasukan Reibaras.


Mereka mundur ke sesi pertahanan kedua. Dan berharap itu bisa menahan pasukan Reibaras lebih lama. Saat ini pasukan Reibaras semakin banyak yang melewati tembok dan membuka gerbang utama.


Gerbang utama Desa Koturo kini telah terbuka. Itu menandakan sesi pertahanan satu telah hancur dan tidak bisa dipertahankan kembali.


Pasukan Reibaras selanjutnya memasuki sela-sela Desa untuk mencari pasukan keamanan. Dan mereka juga terlihat heran kenapa warga tidak ada yang terlihat di sini.


"Cari warga Desa Koturo. Dan bunuh jika kalian melihatnya!!" Ucap jendral Sasado.


"Ini jebakannnn.. Kita keluar dari area iniii!!" Teriak jendral Sasado.


Pada saat itu juga panglima dan pasukannya keluar untuk menyerang Reibaras. Dengan semangat, mereka mengejutkan pasukan Reibaras dan menyerangnya.


"Seeerraaannnggg..!!!" Seru para pasukan keamanan Desa.


Tidak memerintahkan untuk mundur tetapi Jendral Sasado menyuruh pasukannya untuk maju melawan balik.


"Jangan berputar. Kita lawan balik mereka dengan kekuatan dan jumlah yang kita miliki." Ucap jendral Sasado.


Pasukan Reibaras melawan balik dengan Spartan. Pasukan Reibaras dan pasukan keamanan berperang di area rumah warga Desa. Mereka saling bertukar nyawa demi nyawa, darah demi darah bercucuran di daerah itu.


Saat ingin mengayunkan pedangnya. Panglima Desa terkena serangan dari belakang dan secara tidak langsung mengejutkannya. Serangan itu mengakibatkan pedang tertancap di perutnya.


"AAAHHHHH.." Teriak panglima Desa dengan keras.


Teriakannya itu di dengar oleh seluruh anggota pasukannya itu. Mereka sontak melihat dimana panglima berada. Ternyata panglima sedang terkepung dengan pedang tertancap di perut panglima.Jendral Sasado yang mengetahui itu langsung berjalan ke arah panglima.


"Sebaik apapun kau bertahan. Tetap saja kau akan mati. Akan ku percepat kematian mu itu." Ucap jendral Sasado kepada panglima.

__ADS_1


Saat akan di bunuh jendral Sasado. Panglima Desa mengucapkan kata kata terakhir kepada jendral Sasado.


"Kauu mungkin dapat membunuh dan menghancurkan ku. Tetapi kau tidak akan pernah menghancurkan Desaku!!" Ucap panglima Desa sesaat dia akan di bunuh.


Seketika panglima Desa langsung saja di bunuh oleh jendral Sasado. Pasukan keamanan yang melihat terbunuhnya panglima merasa sedih dan mereka mundur ke sesi pertahanan ketiga saat itu juga.


Semangat pasukan Reibaras semakin membara. Kini mereka berjalan menuju alun-alun dan Balai Desa. Situasi di Balai Desa tambah mencekam karena mereka melihat pasukan keamanan garis terdepan tersisa sedikit dan berlumuran darah.


Kepala Desa yang saat itu tidak melihat panglima, sontak bertanya kepada salah satu anggota pasukan keamanan. "Panglima dimana ya. Saya tidak melihat dia dari tadi?" Tanya Pak Kades Koturo.


Anggota yang menjawabnya pun menceritakan kejadian yang ia dan temannya lihat. Mereka sangat terpukul karena tidak bisa melindungi panglima dan temannya yang lain.


Kepala Desa bisa memahami apa yang terjadi, dan ia berkata.


"Kalian tidak salah. Ini semua adalah salahku. Saya terlalu berkomitmen dalam mempertahankan Desa ini." Ucap Kepala Desa Koturo.


Pak Kades juga menambahkan bahwa pasukan Reibaras bukanlah lawan yang seimbang untuk mereka. Namun meskipun begitu mereka masih bisa mengandalkan Pasukan Sirai yang akan membantu mereka.


Tepat saat berbicara tentang pasukan Sirai. Tiba tiba pasukan Reibaras muncul dari pemukiman warga Desa. Mereka berjalan dengan membentuk barisan untuk menyerang Balai Desa.


"Cepat siaga. Pasukan Reibaras sudah di depan. Ayoo kita halang mereka untuk menghancurkan Desa kita." Ucap Kepala Desa Koturo.


Sebelum pasukan Reibaras menyerang Balai Desa. Mereka punya sesuatu untuk di tunjukan kepada Kepala Desa dan warganya.


Jendral Sasado berjalan ke depan dengan membawa mayat dari panglima Desa. Seketika Pak Kades dan seluruh warga yang melihatnya sangat terpukul. Karena Panglima berlumuran darah dan mereka tidak bisa menolongnya.


"Jika kalian tetap melawan ku dan pasukan ku. Maka kalian sudah mengetahui resiko tersebut. Kalian akan kami bunuh seperti panglima kalian ini!!" Seru jendral Sasado untuk menakuti warga Desa.


"Silahkan kau lawan kami terlebih dahulu. Kami tidak akan menyerah padamu!" Jawab Kepala Desa Koturo.


Tepat saat malam akan tiba, pasukan Reibaras dan pasukan keamanan beserta Kepala Desa memulai perang di alun-alun Desa. Semua yang berperang sudah tidak ada lagi pikiran selain keluar hidup-hidup dari perang tersebut.


*****


Sementara itu pasukan Sirai sudah sampai di depan gerbang. Komandan Masytar melihat banyak sekali korban berserakan di gerbang utama Desa Koturo.


"Semoga kita tidak terlambat datang. Ayooo semuanya kita masuk ke dalam!" Seru komandan Masytar.


Komandan Masytar serta pasukan Sirai memasuki area Desa Koturo. Mereka siap untuk membantu pasukan keamanan dan warga Desa Koturo. Semakin mereka masuk ke Desa Koturo, semakin banyak juga mayat dari pasukan Reibaras maupun keamanan berserakan di jalan utama.


Desa Koturo nampak seperti tempat pembuangan mayat manusia. Saking banyaknya darah yang bercucuran dari para pasukan keamanan maupun Reibaras. Darah tersebut menggenang di sepanjang jalan utama Desa.


Saat mereka tibaaa di alun-alun

__ADS_1


Mereka terkejut...


__ADS_2