Petualangan Hugo

Petualangan Hugo
EP13 Bertemu Dengan Richard


__ADS_3

Setelah perbincangan mengenai penginapan untuk mereka. Kini Hugo dan kawannya beserta Mr.Andar telah sampai di tempat tujuan. Rumah Mr.Andar sangatlah luas sampai-sampai rumahnya itu nampak seperti istana kerajaan.


"Pantas saja kita ditawari untuk menginap di rumahnya. Ternyata rumahnya luas banget Bill. Untung kau menerimanya Bill." Ucap Hugo kepada Billy.


Saat memasuki area halaman depan rumah. Mereka takjub melihat keindahan taman dengan bunga-bunga yang bermekaran di sekitarnya. Namun Isabella tidak terkejut, karena ia sudah terbiasa dengan keindahan rumah Mr.Andar.


"Ayo kalian masuk duluan, saya ada sesuatu yang harus dikerjakan di depan." Seru Mr.Andar.


Hugo, Oliver, Billy, dan Isabella kini masuk ke dalam rumah Mr.Andar. Betapa mengejutkannya, mereka melihat isi dari rumah Mr.Andar yang sangat rapi dan bersih.


"Dimana kita akan duduk dan menunggu Mr.Andar? Rumah ini sangat besar sekali." Tanya Hugo kepada Isabella.


"Ayoo ke sini aja. Kita bisa menunggu di ruang yang ada kursinya di sana!" Seru Isabella sambil menunjukan tempatnya.


Mereka pun menunggu Mr.Andar yang sedang keluar itu. Saat menunggu kedatangan Mr.Andar mereka disambut oleh Richard.


"Hallo Isabella." Ucap Richard sambil menuruni anak tangga.


Isabella langsung menghampiri Richard, dan mereka berpelukan untuk melampiaskan rasa rindu mereka.


"Sudah lama ya kita tidak bertemu. Aku turut bersedih atas apa yang menimpa Desamu Isabella." Ucap Richard


Isabella juga merasa sangat merindukan kehadiran Richard. Di tengah rasa haru pertemuan itu, Richard bertanya kepada Isabella "siapa orang yang bersamamu itu Isabella?"


"Ohhh mereka, ayo kita turun ke bawah dulu." Ucap Isabella.


Richard dan Isabella kini turun ke bawah untuk memperkenalkan temannya kepada Richard. Supaya mereka bisa saling mengenal satu sama lain.


Isabella lalu memperkenalkan teman-temannya itu kepada Richard. Isabella juga mengatakan bahwa ia bisa berada di sini, adalah berkat mereka bertiga.


"Berarti ada tujuan apa kalian ke Desa Suporsas?" Tanya Richard kepada Hugo dan kawannya.


Karena pertanyaan itu membuat Hugo mengatakan kembali tentang tujuan mereka ke Desa Burad. Bertemu dengan seseorang, lalu pergi mencari Pedang Legenda.

__ADS_1


"Perjalanan yang sangat berat untuk membuat rencana itu berhasil. Apa kau yakin itu akan membuatmu merasa tenang setelah kejadian itu?" Tanya Richard kepada Hugo.


"Mau gimana lagi, pasukan Reibaras juga semakin menggila untuk saat-saat ini. Dan saya harus menghentikannya, dengan Pedang Legenda." Ucap Hugo.


Pembicaraan itu berlangsung dengan serius dan memakan waktu cukup lama. Sehingga membuat mereka tak sadar bahwa Mr.Andar sudah datang dan memperhatikannya.


"Waw. Sungguh perjuangan yang sangat pemberani darimu nak." Ucap Mr.Andar.


Perkataan yang Mr.Andar keluarkan, membuat mereka berlima kaget. Mereka tidak sadar Mr.Andar sedang memerhatikan. Mereka pun hanya tertawa karena keseriusan mereka itu.


"Baguslah kalian telah mengenal satu sama lain dengan Richard, anakku. Yang kudengar bukankah kau anak dari seorang kepala Desa juga sebelumnya Hugo?" Tanya Mr.Andar kepada Hugo.


Hugo mengatakan bahwa ia merupakan seorang anak kepala Desa sebelumnya, namun saat pasukan Reibaras menyerang ia sudah tidak lagi. Richard pun menenangkan Hugo untuk tidak bersedih lagi.


"Oh ya selagi istriku membuatkan kalian teh. Richard tolong ajak mereka berkeliling rumah ini ya!" Ucap Mr.andar.


Perintahnya itu langsung diterima oleh Richard dengan senang hati. Richard mengajak mereka untuk berkeliling rumahnya yang luas itu. Di sana tampak rapi dan bersih untuk seisi rumah, tidak terlihat adanya barang yang berantakan.


"Richard rumahmu sangat rapi sekali, apa kalian memiliki pelayan yang banyak?" Tanya Oliver kepada Richard deng terheran-heran.


Setelah mengelilingi rumah, mereka di ajak untuk berkunjung ke ruang favorit milik Richard. Ruang itu ada di lantai tiga rumah Richard. Setelah naik mereka lalu dipersilahkan untuk masuk.


Saat masuk ruangan itu sangat gelap tetapi setelah Richard menyalakan lampunya (Tek, lampu menyala). Semua terkejut dengan isi ruangan itu. Semua ini bagaikan surga dunia medis dan kesehatan, karena semuanya lengkap berada di sana.


"Wawwww, berapa lama kau mengumpulkan ini? Ini sangat luar biasa, menakjubkan." Ucap Hugo dengan bangga.


Richard memberi tau kepada mereka bahwa ini adalah hal yang ia kumpulkan sewaktu usia lima tahun.


Saat di usia itu Richard mulai menyukai dunia kesehatan dan terus mengumpulkan sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan.


Di tengah perbincangan mereka, tiba-tiba Mr.Andar atau ayah Richard memanggil Richard.


"Richard, Sini turun ke bawah. Ajak temanmu itu juga, karena tehnya sudah siap!" Seru Mr.Andar kepada Richard sambil berteriak.

__ADS_1


"Ohhh ok yah tunggu aku." Jawab Richard dengan berteriak juga.


"Sepertinya kita harus turun ke bawah dan melanjutkan tentang ruang ini nanti!" Ucap Richard kepada Isabella dan kawannya.


Mereka pun segera ke bawah untuk menemui Mr.Andar di sana. Mr.Andar yang sudah menunggu beserta istrinya di bawah, menyambut kedatangan mereka dengan hidangan makan siang.


Di sana terdapat teh, biskuit, serta umbi-umbian untuk menjadi hidangan ringan mereka. Selagi acara minum teh itu berlangsung Mr.Andar meminta izin ke istrinya untuk memperbolehkan mereka menginap di sini.


"Mah inikan mereka datang dari luar, tapi mereka belum memiliki tempat untuk bermalam. Apa boleh mereka bermalam di rumah ini?" Tanya Mr.Andar ke sang istri.


Istrinya itu lantas tidak langsung menerimanya. Tetapi harus ada pertanyaan darinya yang harus di jawab oleh Hugo dan kawannya.


Pertanyaan yang ditanyakan itu berhubungan dengan tujuan mereka. Dan lagi-lagi Hugo menjawab pertanyaan itu dengan rasa sedih.


Memahami perasaan yang dirasakan Hugo, istri Mr.Andar pun menyetujui untuk mereka menginap di sini. Mereka pun melanjutkan santapan ringan dengan teh.


Malam hari pertama di Desa Suporsas bagi Hugo, Oliver, dan Billy. Mereka menghabiskan malam itu dengan berjalan jalan keliling Desa Suporsas. Richard sebagai anak asli Desa Suporsas pun mengajak mereka ke tempat paling menyenangkan di Desa Suporsas. Yaitu Taman Desa.


Namun mereka tidak dapat menikmati keindahan taman tersebut karena hari sudah malam. Jadi mereka berkeliling ke tempat lain, melihat-lihat bagian perumahan Desa Suporsas.


Setelah selesai berkeliling Desa. Mereka pulang ke rumah Mr.Andar dan tidur di sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dalam memikirkan cara untuk membunuh Hugo dan kawannya. Raja Ranstak menemukan ide yang lebih baik ketimbang membunuh Hugo.


Ide tersebut bukan untuk membunuh Hugo dan kawannya tetapi, membuntuti mereka untuk mencari Pedang Legenda. Lalu saat pedang Legenda telah ditemukan mereka akan membunuh Hugo secara diam-diam.


Lantas ide tersebut langsung raja Ranstak sampaikan kepada panglima Jesta.


"Hai panglima Jesta kau pasti mendengar ku. Aku ingin kau setelah membebaskan jendral Sasado, kau pergi untuk memata-matai Hugo bukan membunuhnya."


"Buntuti saja dia sampai kau dapat melihat mereka mengambil Pedang Legenda." Ucap raja Ranstak kepada panglima Jesta dengan telepatinya.

__ADS_1


Ucapan raja Ranstak itu sudah dimengerti oleh panglima Jesta. Kini ia sudah berada di dekat area markas pasukan Sirai dan siap untuk menyelamatkan jendral Sasado.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2